Film Narik Sukmo diproduksi oleh dua rumah produksi, yaitu Mesari Pictures dan JP Pictures. Film ini diangkat dari novel karya Dewie Yulliantina Sofia yang memberikan keunikan dan kedalaman cerita dalam genre horor-misteri.
Disutradarai oleh Indra Gunawan, film ini bertujuan untuk menyuguhkan pengalaman menegangkan dan menarik bagi para penonton. Naskah film ditulis oleh Evelyn Afnilia, yang berusaha mengadaptasi cerita dengan menonjolkan unsur-unsur budaya dan tradisi yang melatarbelakangi kisahnya.
Kolaborasi antara rumah produksi ini menunjukkan komitmen mereka untuk menghadirkan karya berkualitas yang tak hanya menghibur, tetapi juga membawa makna yang lebih dalam bagi penontonnya.
Dalam konteks ini, kerja sama ini dianggap menjadi langkah strategis untuk menarik minat penonton, khususnya penggemar film horor di Indonesia.
Sinopsis Film Narik Sukmo
Cerita film Narik Sukmo berfokus pada seorang mahasiswi bernama Kenar, yang diperankan oleh Febby Rastanty. Kenar menerima undangan untuk berkunjung ke kampung halaman sahabatnya, Ayu.
Tempat tinggal Ayu berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, tepatnya Desa Kelawangin, yang terletak di Desa Kelawangin.
Sejak kedatangannya di desa tersebut, Kenar mulai merasakan hal-hal aneh dan mistis. Hujan yang terus-menerus mengguyur desa menjadi pertanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres.
Kenar mulai mendapatkan teror dari sosok hitam legam yang ingin mengambil 'sukmo' atau jiwanya. Teror ini membawa Kenar ke dalam mimpi-mimpi buruk yang penuh dengan ketakutan dan kebingungan.
Selama ia berusaha memahami apa yang terjadi, konflik masa lalu di Desa Kelawangin yang tampaknya berkaitan dengan kejadian menakutkan ini mulai terungkap.
Keterbukaan mengenai rahasia yang terkubur dalam-dalam ini menjadi inti ketegangan dalam film, mengingatkan penonton tentang pentingnya mengenggak masa lalu.
Karakter Utama dan Pemeran
Febby Rastanty memerankan karakter utama, Kenar, yang mengalami perjalanan emosional yang mendalam. Kenar tidak hanya menghadapi teror supernatural, tetapi juga berjuang menghadapi perubahan emosi dan karakter seiring berjalannya cerita.
Sementara itu, karakter Dierja yang diperankan oleh Aliando Syarief, menjadi pendamping penting bagi Kenar. Dierja berusaha melindungi cinta dan jiwa Kenar dari ancaman mengerikan yang mengintainya.
Film ini juga memiliki sejumlah pemain pendukung yang tidak kalah menarik, seperti Dea Annisa yang berperan sebagai Ayu, serta aktor lainnya seperti Teuku Rifnu Wikana, Nugie, Kinaryosih, Yama Carlos, Maryam Supraba, dan Elly Lutan. Setiap karakter membawa nuansa dan dimensi tersendiri, menambah kompleksitas dalam alur cerita.
Rencana Penayangan dan Antisipasi
Film Narik Sukmo direncanakan tayang pada 3 Juli 2025. Para aktor, terutama Febby Rastanty dan Aliando Syarief menunjukkan antusiasme tinggi, mengingat ini merupakan langkah baru bagi mereka dalam genre ini.
Respon dari berbagai pihak, termasuk penggemar film horor, menunjukkan harapan besar untuk kesuksesan film ini di box office.
Dengan dukungan dari pemain yang berkualitas dan cerita yang kuat, para produser optimis film ini tidak hanya akan memikat hati penonton, tetapi juga meninggalkan dampak yang mendalam.
Ini menjadi tolok ukur penting bagi upaya merevitalisasi sinema horor di Indonesia, yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Narik Sukmo diharapkan dapat menonjol dengan konsep atau ide yang orisinal, serta mendefinisikan ulang pengalaman menonton film horor dengan memadukan elemen lokal dan budaya Jawa.
