Film Ready Or Not merupakan sebuah film horor yang juga mengandung unsur komedi berdarah. Disutradarai oleh Matt Bettinelli-Olpin dan Tyler Gillett, film ini menghadirkan perspektif yang unik tentang tradisi dan ritual dalam konteks sebuah keluarga kaya.
Keduanya dikenal sebagai sutradara yang mampu memadukan elemen menegangkan dengan humor, menjadikannya pilihan yang menarik dalam genre horor.
Film ini dibintangi oleh Samara Weaving yang memerankan Grace, pengantin baru yang terjebak dalam situasi mengerikan. Selain itu ada Mark O'Brien yang berperan sebagai Alex Le Domas, suami Grace yang berasal dari keluarga kaya. Selain itu.
Ada pula Adam Brody, Henry Czerny, Andie MacDowell, dan juga Nicky Guadagni sebagai peran pendukung yang tak kalah memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan cerita.
Ready Or Not mendapatkan penerimaan yang positif dari para kritikus dan penonton. Di situs IMDb, film ini memperoleh rating sebesar 6.8/10, sementara Rotten Tomatoes memberikan skor 88% dari kritikus dan 78% dari penonton.
Keberhasilan film ini tidak hanya terletak pada elemen cerita, tetapi juga pada kinerja para aktor yang dianggap sangat memadai dalam mendukung keseluruhan narasi.
Sinopsis Ready Or Not
Cerita dimulai dengan penuh kebahagiaan saat Grace, seorang wanita muda, menikahi Alex Le Domas. Alex adalah pria tampan yang berasal dari keluarga kaya, pemilik perusahaan mainan terbesar di Amerika Serikat.
Perayaan pernikahan mereka berlangsung meriah, dan Grace merasa bahwa kebahagiaannya baru saja dimulai dan ia mengira bahwa ia akan menjadi bagian dari keluarga Le Domas yang glamor dan berkuasa.
Namun, keceriaan tersebut tidak bertahan lama. Pada malam resepsi, Grace diberitahu tentang tradisi aneh dari keluarga Le Domas. Semua anggota baru keluarga diwajibkan untuk mengikuti ritual yang melibatkan permainan tertentu yang diambil secara acak.
Saat itu Grace diminta untuk menarik kartu yang akan menentukan jenis permainan, ia tidak menduga bahwa permainan yang dimaksud adalah petak umpet, sebuah permainan yang ternyata mengandung makna jauh lebih mengerikan dari yang ia bayangkan.
Setelah menarik kartu tersebut, Grace segera terjebak dalam keadaan yang sangat menegangkan. Keluarga Le Domas, mengubah suasana ceria menjadi ajang perburuan yang sangat membahayakan, bersenjata tajam dan bertekad untuk membunuhnya.
Melalui permainan ini, Grace harus tidak hanya bersembunyi, tetapi juga melawan untuk bertahan hidup. Ia segera menyadari bahwa permainan ini bukanlah sekadar hiburan belaka, tetapi merupakan bagian dari sebuah ritual jahat yang telah diwariskan turun-temurun dalam keluarga Le Domas.
Elemen horor mulai muncul dengan jelas ketika anggota keluarga Le Domas diperbolehkan menggunakan senjata dalam pencarian Grace. Hal ini membuat suasana semakin tegang.
Senjata yang digunakan oleh keluarga Le Domas menciptakan suasana mencekam, diiringi dengan aksi kekerasan yang semakin meningkat seiring berjalannya cerita.
