Film Sampai Nanti, Hanna! telah resmi tayang pada 5 Desember 2024. Film ini mengisahkan drama cinta yang rumit antara dua mahasiswa.
Film ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi dalam sebuah hubungan, terutama dalam konteks kesehatan mental dan pengaruh lingkungan.
Film Sampai Nanti, Hanna! merupakan hasil karya rumah produksi Pic[k]lock Films, Azoo Projects, dan Fortius Corporation.
Film ini disutradarai oleh Agung Sentausa, yang dikenal memiliki gaya penyutradaraan yang sensitif dan mendalam terhadap karakter.
Sementara itu, naskah dilm ini ditulis oleh Swastika Nohara, yang berhasil merangkai cerita ini dengan baik.
Kendati dirilis di biskop Indoensia pada 5 Desember 2024, namun penayangan perdana film yang dibintangi Bio One ini terjadi di Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) pada 3 Desember 2024 lalu.
Film ini dibintangi oleh Febby Rastanty sebagai Hanna, Juan Bio One sebagai Gani, Ibrahim Risyad sebagai Arya, Jordan Omar sebagai Raka, serta aktor dan aktris ternama lainnya seperti Meriam Bellina, Dwi Yan, Ira Wibowo, dan Chico Hakim.
Sinopsis film Sampai Nanti, Hanna!
Film Sampai Nanti, Hanna! menceritakan perjalanan cinta yang rumit antara dua mahasiswa, Gani dan Hanna.
Gani, yang diperankan oleh Juan Bio One, adalah seorang pemuda yang diam-diam menyimpan perasaan mendalam terhadap Hanna, yang dimainkan oleh Febby Rastanti.
Cinta Gani terhadap Hanna terungkap melalui buku harian yang ditulisnya, ketika ia tidak memiliki keberanian untuk menyatakan perasaannya secara langsung.
Dalam kehidupan kampus yang penuh semangat, Hanna berjuang melawan pengaruh pola asuh yang toxic yang telah membentuknya, sementara perasaannya terhadap Gani berkembang seiring waktu.
Hanna terjerat dalam hubungan yang tidak sehat dengan Arya, seorang mahasiswa kaya yang menjanjikan masa depan yang cerah, termasuk kesempatan untuk melanjutkan studi S2 hukum di Belanda.
Namun, hubungan ini terasa semakin buruk, ketika kekerasan verbal dan mental menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari Hanna.
Keberadaan anak semata wayangnya, Raka, sebagai simbol harapan, membuat Hanna berjuang untuk keluar dari situasi yang sulit.
Melalui perjalanan emosional ini, film ini menggambarkan ketidakberdayaan dan upaya Hanna untuk merebut kembali hidupnya.
