Advertisement

Sinopsis The Queen Who Crowns: Intrik Menuju Takhta Dinasti Joseon

08 January 2025 19:29 WIB

thumbnail-article

The Queen Who Crowns (Sumber: Asianwiki) .

Penulis: Rusti Dian

Editor: Rusti Dian

Satu rekomendasi drama Korea yang akan tayang Januari 2025 berjudul The Queen Who Crowns. Secara umum, drama ini mengangkat cerita dari keluarga bangsawan yang penuh ambisi. Sebelum menonton, berikut sinopsis The Queen Who Crowns.

The Queen Who Crowns adalah drama Korea yang disutradarai oleh Kim Sang Ho dengan menggandeng Lee Young Mi sebagai penulisnya.

Drama The Queen Who Crowns dijadwalkan tayang perdana pada 6 Januari 2025 di tvN setiap Senin dan Kamis. Sebanyak 12 episode dari seri ini diharapkan menarik perhatian penonton dengan mengisahkan intrik dan drama yang penuh emosi.

Selain penayangan di televisi, drama ini akan tersedia secara on-demand di platform streaming. Hal ini memberikan kesempatan bagi pecinta drama untuk menikmati setiap episode lebih fleksibel dan nyaman, lengkap dengan subtitle dalam berbagai bahasa.

Drama ini diharapkan menyentuh berbagai masalah yang lebih dalam, termasuk politik, pengkhianatan, dan dinamika kekuasaan yang menyengat. Setiap episode akan memiliki durasi sekitar 60 menit, mirip dengan banyak produksi drama lainnya.

Dengan semua konteks ini, The Queen Who Crowns cukup menjanjikan untuk menjadi salah satu drama sejarah yang menarik dan layak untuk dinantikan oleh penggemar drama Korea di seluruh dunia.

Sinopsis The Queen Who Crowns

Drama Korea The Queen Who Crowns akan mengeksplorasi kehidupan Queen Wongyeong (Cha Joo Young), perempuan cerdas yang lahir dari keluarga bangsawan di era Goryeo.

Ia menikahi Yi Bang Won (Lee Hyun Wook), yang kelak dikenal sebagai King Taejong dan berperan penting dalam berdirinya Dinasti Joseon.

Queen Wongyeong memiliki ambisi untuk menciptakan tatanan baru di dunia yang dikuasainya, tetapi perjalanan menuju tahta ini dipenuhi dengan berbagai konflik dan tantangan.

Dari awal, Wongyeong berjuang melawan kenyataan yang tidak menyenangkan ketika ayah mertuanya, King Taejong, lebih memilih putra keduanya bernama Lee Bang Gwa sebagai pewaris.

Dalam menghadapi situasi tersebut, Wongyeong bertransformasi menjadi kingmaker yang cerdas dan strategis untuk mendalami kekuasaan dan mendukung suaminya mendapatkan tahta.

Sayangnya, ketika suaminya menjadi Raja Taejong, Wongyeong justru harus menghadapi masalah baru yang lebih rumit dari penguasaan dan kehadiran selir.

Drama ini tidak hanya menggambarkan ambisi pribadi Ratu Wongyeong, tetapi juga intrik politik yang mendalam di dalam istana.

Ketika Lee Bang Won naik menjadi raja, ia mulai mengambil banyak selir yang membuat Wongyeong merasa terpinggirkan. Ini memicu ketegangan yang semakin meruncing di dalam hubungan mereka.

Wongyeong berjuang untuk mempertahankan posisinya sebagai ratu dan mempengaruhi keputusan di balik layar. Dinamika kekuasaan ini menggambarkan bagaimana cinta, ambisi, dan pengkhianatan saling berkelindan dalam permainan kekuasaan.

Hubungan antara Ratu Wongyeong dan Raja Taejong semakin rumit seiring dengan pergeseran kekuasaan. Raja Taejong, yang semula sangat bergantung kepada Wongyeong, kini mulai menunjukkan sikap pengendalian yang lebih besar terhadap istri dan keluarganya.

Meskipun keduanya berbagi impian untuk memajukan kerajaan, ketegangan mereka mengarah pada perdebatan serius tentang kekuasaan dan otoritas dalam dinasti. Situasi ini menelan mereka dalam konflik yang menarik.

Sejarah Dinasti Joseon

Latar belakang sejarah dari drama ini membawa penonton ke era transisi antara Goryeo yang telah mapan menuju Dinasti Joseon yang baru terbentuk. Dinasti Joseon, yang terkenal dengan kebijakan dan kultur yang progresif, lahir dari kekacauan politik dan pergeseran kekuasaan di waktu itu.

Drama ini menggambarkan berbagai tantangan yang dihadapi oleh Ratu Wongyeong dalam menjajaki posisi dan kekuasaan dalam lingkungan yang konstan berubah.

Konflik keluarga merupakan tema sentral dalam drama ini. Konflik tersebut ditampilkan dalam bentuk ketegangan antara Raja Taejo dan putranya, Lee Bang Won.

Penunjukan penerus menjadi sumber masalah yang memicu pertikaian yang mencerminkan dinamika dalam kekuasaan dan hubungan keluarga di antara mereka. Situasi ini menciptakan dasar yang kuat untuk pengembangan karakter dan intrik politik di dalam istana.

Ratu Wongyeong, meskipun terikat pada norma-norma yang membatasi peran perempuan dalam kekuasaan, berusaha keras untuk menggunakan kecerdasannya dan pengaruhnya sebagai ratu untuk mendukung suaminya serta menciptakan perubahan.

Strategi dan perjuangannya menjadi inti dari penggambaran karakter, menciptakan narasi yang mengungkapkan betapa sulitnya menavigasi kekuasaan dalam format patriarkal.

Demikian sinopsis drama The Queen Who Crowns. Selamat menonton!

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement