Film We Live In Time (2024) mengeksplorasi cerita cinta di tengah kondisi hidup yang serba tak pasti. Diperankan Andrew Garfield, film ini sedang tayang di bioskop.
Disutradarai oleh John Crowley yang terkenal melalui film Brooklyn (2015) dan Boy A (2007), film ini rilis di bioskop Indonesia pada 22 November 2024 lalu.
Perilisan pertama kali dari film produksi A24 ini sendiri sebenarnya dilakukan pada 18 Oktober 2024 di bioskop Amerika. Sejak perilisan tersebut, film ini mendapat sambutan yang hangat.
Sejauh ini, penayangan di seluruh dunia berhasil membuat film ini mendapat USD29.657.889.
Film yang naskahnya ditulis oleh Nick Payne ini dianggap berhasil mengeksplorasi kompleksitas drama cinta yang terjadi dalam realitas hidup yang keras dan mengajak penonton berpikir ulang tentang bagaimana mereka menghargai hidup dan hubungan yang mereka miliki.
Menariknya, We Live In Time menggunakan alur cerita non-linear yang memberikan kedalaman pada narasi.
Dengan melompat-lompat melalui waktu, penonton diberikan kesempatan untuk melihat perjalanan cinta Tobias (Andree Garfield) dan Almut (Florence Pugh) dari berbagai sudut pandang.
Struktur ini tidak hanya menarik tetapi juga memungkinkan penonton untuk merasakan kompleksitas emosional karakter seiring berjalannya waktu.
Sinopsis We Live In Time
We Live In Time menceritakan kisah Tobias Durand (Andrew Garfield), seorang pegawai perusahaan sereal, dan Almut Brühl (Florence Pugh), mantan atlet yang kini menjadi koki.
Mereka bertemu dalam situasi yang tidak terduga dan saling terhubung dalam perjalanan yang penuh liku-liku. Pertemuan mereka dimulai dengan kecelakaan, ketika Almut secara tidak sengaja menabrak Tobias.
Ketika Almut membawa Tobias ke rumah sakit, kedekatan mereka mulai terjalin. Baik Tobias maupun Almut, keduanya ternyata saling jatuh cinta.
Namun, kisah cinta tak berhenti hanya ketika kedua manusia saling jatuh cinta, melainkan pula bagaimana keduanya menjalani hari-hari bersama.
Begitu pula We Live In Time bekerja. Film ini mengeksplorasi kehidupan Tobias dan Almut setelah keduanya bersepakat bersama karena setelahnya cobaan datang tanpa aba-aba.
Sebagaimana kita yang hidup di tengah dunia yang serba tak tentu arahnya, begitu pula kehidupan Tobias dan Almut. Menjalin komitmen dalam dunia yang tak pasti ternyata tak semudah itu.
Terlebih ketika Tobias dan Almut tak sepenuhnya berdamai dengan kehidupan mereka masing-masing.
Masalah juga makin runyam ketika keduanya harus merasakan duka yang memaksa mereka menengok ke belakang dan melihat kembali perjalanan yang sudah dihadapi selama ini.
