Setelah sukses dalam formasi series, Zona Merah resmi diadaptasi ke layar lebar, Screenplay Films selaku rumah produksi menggandeng Sidharta Tata dan Fajar Martha Santosa sebagai sutradara bersama.
Tim produksi mengembangkan cerita film berdasarkan serial "Zona Merah" yang ditayangkan di platform digital. Mereka memindahkan latar konflik dari wilayah Kabupaten Rimbalaya ke pusat kota besar.
Aktris Aghniny Haque dipilih menjadi pemeran utama film "Zona Merah". Pemeran lainnya mencakup Andri Mashadi, Maria Theodore, Lukman Sardi, Bryan Domani, Shindy Huang, serta artis cilik Myesha Lin.
Selain itu ada Luna Maya yang bergabung ke dalam jajaran pemain. Tak hanya itu, Luna juga dipercaya sebagai produser eksekutif film Zona Merah.
“Sebagai eksekutif produser, saya melihat 'Zona Merah' memiliki potensi besar, tidak hanya secara kreatif tetapi juga dari sisi 'positioning' di industri. Ini adalah langkah penting untuk membawa IP lokal ke level yang lebih tinggi, baik dari skala produksi maupun jangkauan audiens," kata Luna saat ditemui dalam Konferensi Pers Film Zona Merah di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 01 April 2025.
Produksi film "Zona Merah" dijadwalkan dimulai pada April 2026 dan berlangsung selama kurang lebih satu bulan.
Sinopsis Cerita Zona Merah
Kota Rimbalaya, yang sebelumnya dikenal sebagai wilayah yang damai, tiba-tiba dilanda kekacauan yang disebabkan oleh wabah mengerikan. Wabah tersebut mengubah warga menjadi mayat hidup atau zombie, menandai dimulainya teror dalam kehidupan mereka.
Di tengah situasi yang semakin suram, seorang perempuan tangguh bernama Maya bertekad untuk mencari adiknya yang hilang di tengah malam mencekam tersebut. Dalam perjalanan pencariannya, Maya harus menghadapi berbagai rintangan dan situasi berbahaya.
Dengan ketabahan dan keberanian, ia berjuang melawan para zombie yang mengintai setiap langkah, sambil berusaha menemukan jejak adiknya. Saat wabah menyebar, bukan hanya puluhan, tetapi ratusan zombie muncul dari tempat-tempat yang tidak terduga, menciptakan suasana mencekam di mana tidak ada tempat aman bagi warga.
Maya, dalam usahanya untuk menemukan adiknya, akan dihadapkan pada pilihan sulit yang akan mempengaruhi nasibnya dan warga Rimbalaya. Penonton dibawa dalam perjalanan yang penuh emosi, ketakutan, dan harapan ketika Maya berusaha mengubah takdirnya.ia
Zona Merah membawa inovasi baru dalam genre film di Indonesia, terutama dalam tema zombie. Meskipun tren film zombie telah mapan di berbagai negara, Indonesia masih jarang mengeksplorasi genre ini. Oleh karena itu, kehadiran Zona Merah memberikan angin segar bagi industri film nasional dengan pendekatan yang berbeda dan konten yang menarik.
Zone Merah tidak hanya sekadar menampilkan aksi yang mendebarkan, tetapi juga menggugah emosi penontonnya. Penggabungan plot yang kuat, karakter yang mendalam, dan detail budaya menjadikan seri ini sebagai salah satu karya yang patut disaksikan.
