Advertisement

Starting XI Resmi Timnas Indonesia vs Arab Saudi: Kluivert Pilih Formasi 4-2-3-1 untuk Laga Perdana Ronde 4

08 October 2025 23:16 WIB

thumbnail-article

Timnas Indonesia Sumber: ANTARA.

Penulis: Indra Dwi Sugiyanto

Editor: Indra Dwi Sugiyanto

Malam ini menjadi momen bersejarah bagi Timnas Indonesia di bawah arahan pelatih baru Patrick Kluivert. Garuda akan memulai perjuangan di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia dengan menghadapi tuan rumah Arab Saudi di King Abdullah Sports City, Jeddah.

Kick-off dijadwalkan pukul 00:15 WIB (9/10), dan pertandingan ini bisa disaksikan secara langsung melalui RCTI atau layanan streaming Vision+. Bagi Indonesia, laga ini bukan hanya ujian taktis, tapi juga kesempatan untuk membuktikan kemajuan sepak bola nasional di panggung internasional.

Kluivert, legenda sepak bola Belanda yang pernah membela Barcelona dan AC Milan, mengambil alih kendali Timnas Indonesia setelah Shin Tae-yong mundur pasca-ronde ketiga. Debutnya langsung dihadapkan pada tantangan berat: Grup B yang kompetitif, di mana Garuda bersaing dengan Arab Saudi, Irak, Oman, dan Korea Selatan.

Finis sebagai juara grup berarti tiket otomatis ke Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada—sebuah mimpi yang belum pernah diraih Indonesia. Bahkan jika finis runner-up, peluang lolos masih terbuka melalui ronde kelima. Namun, poin perdana di Jeddah akan menjadi pondasi krusial untuk menjaga asa tersebut.

Susunan pemain utama yang dipilih Kluivert mengadopsi formasi 4-2-3-1, yang menekankan keseimbangan antara pertahanan rapat dan serangan balik cepat. Di posisi kiper, Maarten Paes dari FC Dallas (MLS) dipercaya sebagai benteng terakhir, menggantikan Ernando Ari yang absen karena cedera ringan. Lini belakang dipimpin kapten Jay Idzes dari US Sassuolo Calcio, yang akan berduet dengan Kevin Diks (Borussia Mönchengladbach) di tengah.

Sisi kanan diisi Yakob Sayuri dari Malut United, sementara Dean James dari Go Ahead Eagles mengawal flank kiri. Komposisi ini diharapkan mampu menahan gempuran Arab Saudi, yang dikenal dengan penguasaan bola tinggi di bawah pelatih Herve Renard.

Di lini tengah, duet gelandang bertahan Joey Pelupessy (Lommel SK) dan Marc Klok (Persib Bandung) akan bertugas mengontrol tempo permainan, memutus alur serangan lawan, dan mendistribusikan bola ke depan. Trio kreatif di belakang ujung tombak terdiri dari Beckham Putra (Persib Bandung) di kiri, Ricky Kambuaya (Dewa United) di tengah, dan Miliano Jonathans (FC Utrecht) di kanan.

Ragnar Oratmangoen dari FC Dender menjadi pilihan utama sebagai striker tunggal, dengan kemampuannya dalam duel udara dan penyelesaian akhir diharapkan menjadi ancaman bagi pertahanan Saudi yang dipimpin Saud Abdulhamid.

Pilihan starting XI ini mencerminkan strategi Kluivert untuk mengintegrasikan talenta diaspora Eropa dengan pemain lokal berpengalaman. Absennya enam pemain kunci seperti Calvin Verdonk, Jordi Amat, Nathan Tjoe-A-On, Egy Maulana Vikri, Ramadhan Sananta, dan Reza Arya Pratama memang menjadi pukulan, tapi kembalinya Paes dan Ole Romeny dari cedera menambah kedalaman skuad.

"Kami fokus pada kekompakan tim. Setiap pemain harus siap berkorban untuk hasil terbaik," kata Kluivert dalam konferensi pers pra-pertandingan kemarin.

Ia menambahkan bahwa formasi 4-2-3-1 dipilih untuk mengeksploitasi kelemahan Saudi di transisi cepat, terinspirasi dari pengamatannya atas permainan lawan di ronde sebelumnya.

Dari bangku cadangan, Kluivert memiliki opsi berkualitas untuk mengubah dinamika laga. Kiper cadangan Nadeo Argawinata (Borneo FC Samarinda) dan Ernando Ari siap masuk jika dibutuhkan. Di lini belakang, Rizky Ridho (Persija Jakarta), Yance Sayuri (Malut United), Justin Hubner (Fortuna Sittard), Shayne Pattynama (Buriram United), dan Sandy Walsh (Buriram United) menawarkan fleksibilitas.

Gelandang seperti Eliano Reijnders (Persib Bandung), Thom Haye (Persib Bandung), dan Stefano Lilipaly (Dewa United) bisa memberikan kreativitas ekstra, sementara penyerang Mauro Zijlstra (FC Volendam) dan Ole Romeny (Oxford United) siap menjadi game changer di babak kedua.

Secara historis, pertemuan antara Indonesia dan Arab Saudi jarang terjadi, tapi catatan terakhir di Kualifikasi Piala Asia 2011 menunjukkan dominasi Saudi dengan skor telak. Namun, Garuda kini berbeda: dengan influx pemain naturalisasi seperti Idzes dan Paes, tim ini telah menunjukkan peningkatan signifikan, termasuk kemenangan dramatis atas China di ronde ketiga.

Arab Saudi, runner-up Grup G ronde sebelumnya, datang dengan skuad bertabur bintang seperti Salem Al-Dawsari (pencetak gol ikonik di Piala Dunia 2022 melawan Argentina) dan Firas Al-Buraikan. Kekuatan mereka terletak pada serangan sayap cepat dan set-piece, tapi kelemahan di lini belakang bisa dimanfaatkan jika Indonesia mampu menjaga disiplin.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement