Advertisement

Strategi Luis de la Fuente Hentikan Messi, Antarkan Spanyol Juara Piala Dunia 2026

20 July 2026 16:26 WIB

thumbnail-article

Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente Sumber: RFEF/RRI.

Penulis: Desinta

Editor: Desinta

Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente merancang strategi matang untuk menghadapi Lionel Messi di final Piala Dunia 2026. Strategi utama Sang Pelatih terbukti sukses membawa La Furia Roja sebagai juara turnamen sepakbola dunia tersebut dengan skor 1-0 di Stadion New York, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026).

Strategi kunci hentikan Messi yang diungkap pelatih Spanyol ialah dengan membatasi ruang geraknya sekaligus mempertahankan soliditas pertahanan. Spanyol mengadopsi pressing tinggi secara konsisten sepanjang turnamen untuk memaksa tim lawan bermain dalam tekanan.

Dengan formasi dan disiplin pemain yang ketat, mereka menjaga jarak ketat dengan Lionel Messi, terutama mencegahnya masuk ke kotak penalti agar tidak membahayakan gawang dengan peluang berbahaya.

"Kami menjalani Piala Dunia luar biasa dan belajar dari setiap pertandingan. Kami tampil lebih unggul di partai final; sayang sekali kami tidak bisa memenangkannya lebih awal, namun pertandingan seperti ini memang tidak pernah mudah," ujar pelatih Luis de la Fuente dalam konferensi pers, dikutip dari Goal.

Batasi Ruang Gerak Messi

Selain menempatkan pemain bertahan yang fokus pada penjagaan ketat, Spanyol juga membangun pertahanan rapat yang sulit ditembus, sehingga meminimalisasi ruang bagi Messi bergerak secara leluasa.

Pendekatan ini juga dibarengi dengan pemahaman karakteristik permainan Argentina yang berbasis penguasaan bola dan kolektivitas tinggi, membuat Spanyol harus tampil sangat rapi dan terorganisasi.

"Kami berhasil menjauhkannya (Messi) melalui penguasaan bola. Kami benar-benar tampil sangat baik, kerja sama tim sungguh luar biasa," lanjut Luis de la Fuente.

Sosok Sentral Marc Cucurella

Marc Cucurella menjadi sosok sentral dalam pertahanan Spanyol yang ditugaskan untuk langsung menghadang Messi di lapangan. Sebagai bek kiri tim, perannya sangat krusial mengingat Messi sering beroperasi di sisi sayap kanan serangan Argentina.

Cucurella dipuji atas performa luar biasa selama turnamen Piala Dunia 2026, dengan catatan hampir sempurna dalam menjaga pertahanan Spanyol. Pertahanan Spanyol selama turnamen sangat tangguh dengan kebobolan hanya sekali, yakni saat melawan Belgia di perempat final.

Hal ini menggambarkan soliditas lini belakang yang dipimpin oleh para bek seperti Aymeric Laporte, Pau Cubarsi, dan Cucurella sebagai pemain kunci yang menghadang Messi.

Strategi pelatih memasangkan Cucurella sebagai pengawal utama Messi dirancang agar Spanyol bisa meredam secara langsung pergerakan Messi di sisi sayap. Tugas ini bukan saja soal kemampuan bertahan, tetapi juga kemampuan membaca permainan dan cepat melakukan pressing agar Messi tidak berkesempatan mengontrol bola dengan nyaman.

“Spanyol mempersiapkan rencana anti-Messi-nya: sebuah rekor pertahanan dan Cucurella yang tak terkalahkan,” tulis media Spanyol, La Razon.

Apresiasi Pelatih untuk Pemainnya

Pelatih Luis de la Fuente cukup bangga dengan perjalanan para pemainnya. Ia menilai mereka bukan hanya memiliki kualitas individu kelas dunia, tetapi juga integritas dan fokus pada tujuan bersama sehingga mampu memenangkan segala gelar penting, termasuk Euro 2024 dan Piala Dunia 2026.

"Saya memiliki pemain-pemain luar biasa, brilian, dan terbaik di dunia. Mereka membuat segalanya tampak lebih mudah, dan selain itu, mereka selalu bekerja dengan dedikasi maksimal," kata De la Fuente.

Ia mengatakan bahwa dirinya sangat bangga dengan para pemainnya yang bisa bekerja sama dengan dedikasi maksimal.

"Kami memiliki tim terbaik, bukan sekadar tim nasional terbaik, kami mendapatkan perhatian besar, dan saya sangat bangga dengan para pemain saya," imbuhnya.

Dengan kemenangan 1-0 melalui gol tunggal Ferran Torres di babak perpanjangan waktu, Spanyol memastikan gelar juara dunia untuk kedua kalinya setelah sebelumnya pada 2010. Gol tersebut lahir setelah Argentina bermain dengan 10 orang karena kartu merah yang diterima Enzo Fernandez.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement