Black Friday 2024 akan jatuh pada tanggal 29 November. Selama bertahun-tahun, Black Friday sering kali dirayakan pada hari Jumat keempat di bulan November, sehari setelah perayaan Thanksgiving. Namun, untuk tahun ini, penanggalan berbeda karena Thanksgiving dirayakan pada hari Kamis keempat, yaitu 28 November. Oleh karena itu, Black Friday diadakan pada hari Jumat kelima.
Dalam kalender bulan November 2024, hari Jumat pertama jatuh pada 1 November, sedangkan hari Jumat keempat jatuh pada 22 November. Perhitungan ini mengarah pada munculnya Black Friday pada tanggal 29 yang berstatus Jumat kelima, terpisah dari pola biasanya. Momen ini dimanfaatkan oleh banyak pedagang dan konsumen untuk mempersiapkan perayaan Natal dengan berbelanja besar-besaran.
Sejarah dan Perkembangan Black Friday
Istilah Black Friday pertama kali muncul di Philadelphia pada tahun 1960-an. Pada waktu itu kepolisian menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan kekacauan yang terjadi akibat lonjakan pengunjung yang berbelanja setelah Thanksgiving. Situasi tersebut memaksa para petugas untuk bekerja lebih ekstra mengatur lalu lintas dan mengatasi kerumunan yang padat.
Seiring berjalannya waktu, istilah ini mulai dikenal secara nasional. Di akhir tahun 1980-an, Black Friday berubah maknanya dalam konteks bisnis. Para pelaku usaha mulai mendeskripsikan hari ini sebagai waktu ketika laporan keuangan toko beralih dari 'tinta merah' (kerugian) menjadi 'tinta hitam' (keuntungan), sehingga menjadikannya hari belanja terbesar di Amerika Serikat. Sejak saat itu, fenomena Black Friday telah diadopsi sebagai hari diskon dan promo besar-besaran oleh banyak peritel.
Tradisi dan Kebangkitan Belanja Serentak
Dewasa ini, Black Friday dikenal sebagai momen di mana berbagai toko dan pusat perbelanjaan menawarkan diskon menarik bagi konsumen. Penurunan harga tersebut memberikan kesempatan bagi pembeli untuk berhemat, dan menjadi daya tarik tersendiri di kalangan masyarakat. Momen ini juga menciptakan dampak yang signifikan secara global, dengan berbagai negara mengadopsi tradisi Black Friday untuk meningkatkan penjualan dan menarik perhatian konsumen.
Di Indonesia, meskipun tidak sepopuler di Amerika Serikat, beberapa merek dan pusat perbelanjaan mulai memperkenalkan kampanye Black Friday sebagai kesempatan untuk memberikan diskon. Kebangkitan momen ini dapat dilihat terutama di sektor mode. Banyak retailer menggunakan teknologi dan strategi pemasaran digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Diskon besar sering kali menjadi daya tarik untuk menggaet pembeli di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin beralih ke belanja online.
