Campak, yang sering dianggap sebagai penyakit ringan, karena penyakit ini terlihat seperti infeksi ringan dengan gejala demam, batuk, pilek, dan ruam kemerahan di kulit. Padahal campak dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Beberapa komplikasi tersebut bisa memengaruhi kesehatan secara jangka panjang.
Pernyataan ini juga dibenarkan oleh Dr. dr. Adityo Susilo, Sp.PD, K-PTI, FINASIM di Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026 dalam acara PAPDI Forum dan konferensi pers bertajuk "Campak pada Dewasa: Tanda Bahaya dan Penanganan yang Tepat serta Peran Vaksinasi."
Anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) itu menerangkan jika virus penyebab penyakit campak bisa menyebar ke berbagai organ tubuh dan memicu komplikasi pada individu yang kekebalan tubuhnya sedang menurun.
Komplikasi yang rentan ditimbulkan oleh penyakit campak antara lain pneumonia, infeksi otak atau radang paru-paru, gangguan mata seperti keratitis, dan infeksi telinga.
Kenali Bahaya Lain Campak
Berikut ini adalah beberapa komplikasi serius yang perlu diwaspadaidari penyakit campak
Risiko Pneumonia pada Anak
Pneumonia merupakan komplikasi serius lain yang dapat disebabkan oleh infeksi campak. Anak dengan campak berisiko mengalami radang paru-paru, baik langsung karena virus campak itu sendiri maupun sebagai infeksi sekunder akibat sistem kekebalan yang melemah.
Gejala pneumonia meliputi napas cepat, sesak nafas, demam tinggi, dan kelelahan. Dalam kasus yang berat, pneumonia dapat menjadi mengancam nyawa, sehingga memerlukan penanganan medis segera.
Infeksi Telinga dan Dampaknya
Infeksi telinga atau otitis media adalah salah satu komplikasi yang umum terjadi akibat campak. Saat virus campak menyerang, sistem kekebalan tubuh dapat menurun, memudahkan kuman lain untuk menginfeksi telinga tengah.
Anak yang mengalami infeksi telinga biasanya akan merasakan nyeri, demam tinggi, dan mungkin ada cairan yang keluar dari telinga. Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi ini bisa menyebabkan gangguan pendengaran yang bersifat sementara maupun permanen, dan berdampak pada perkembangan kemampuan bicara anak.
Peradangan Otak dan Efeknya
Peradangan otak atau ensefalitis, meskipun jarang, adalah komplikasi serius yang dapat terjadi setelah infeksi campak. Komplikasi ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada otak.
Gejala ensefalitis mencakup sakit kepala berat, kejang, kebingungan, serta penurunan kesadaran. Kondisi ini sangat serius dan memerlukan intervensi medis yang cepat serta perawatan intensif di rumah sakit untuk mencegah efek jangka panjang yang fatal.
Amnesia Imun pada Anak Setelah Campak
Amnesia imun adalah kondisi di mana sistem imun tidak mampu mengingat dan melawan patogen yang sebelumnya berhasil diatasi. Infeksi campak dapat menghapus sebagian besar memori antibodi dalam tubuh, sehingga membuat anak yang telah sembuh kehilangan perlindungan dari berbagai penyakit.
Setelah sembuh dari campak, anak dapat kehilangan perlindungan dari infeksi lain yang sebelumnya pernah dilawan tubuh. Ini berarti anak yang mengalami campak akan lebih rentan tertular penyakit lain, termasuk penyakit infeksi ringan yang sebelumnya dapat mereka hindari. Penurunan daya tahan tubuh ini bisa berlangsung selama beberapa tahun setelah infeksi.
Cara Mencegah Komplikasi Campak
Mencegah campak dan komplikasinya adalah prioritas utama bagi setiap orang tua. Berikut adalah beberapa langkah penting yang dapat diambil.
Pentingnya Imunisasi Campak
Imunisasi campak adalah cara paling efektif untuk melindungi anak dari infeksi campak dan komplikasinya. Vaksin MMR (Campak, Gondongan, dan Campak Jerman) harus diberikan sesuai dengan jadwal medis. Imunisasi tidak hanya mencegah infeksi, tetapi juga melindungi anak dari dampak jangka panjang yang berbahaya, termasuk amnesia imun.
Asupan Nutrisi yang Cukup
Asupan nutrisi yang baik sangat penting untuk mendukung kesehatan anak. Memastikan anak mendapatkan cukup vitamin A dan nutrisi lain dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh dan mengurangi risiko komplikasi saat terinfeksi campak. Nutrisi yang baik juga berperan dalam pemulihan setelah sakit.
Kebersihan dan Lingkungan Sehat
Kebersihan yang baik di lingkungan rumah dapat mengurangi risiko penularan virus campak. Pastikan untuk menjaga kebersihan tangan, sanitasi lingkungan, dan hindari kontak dengan individu yang terinfeksi. Selain itu, lingkungan yang sehat dan bersih membantu mendukung kesehatan fisik dan mental anak.
