Advertisement

Tanda-Tanda Seseorang Mempunyai Gaya Avoidant Attachment

02 December 2024 05:50 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi Avoidant Attachment (Freepik/Storyset) .

Penulis: Kitin Aprilia

Editor: Kitin Aprilia

Ramai di media sosial pembahasan tetang attachment style dalam menjalin hubungan. Ada empat jenis attachment style, yaitu secure attachment, avoidant attachment, anxious attachment, dan disorganized attachment.

Artikel kali ini akan membahas tentang avoidant attachment style yang dianggap sebagai gaya keterikatan yang sangat umum tetapi kurang ideal. Mari kita kenali tanda-tanda gaya avoidant attachment.

Ciri-Ciri Utama Gaya Avoidant Attachment

Menghindari Pembicaraan Emosional

Seseorang dengan gaya keterikatan menghindar sering kali merasa tidak nyaman saat harus membicarakan perasaan dalam hubungan. Mereka cenderung menghindari topik yang terlalu pribadi sehingga terkesan mereka memiliki ketidakmampuan untuk berkomunikasi secara emosional. Hal ini dapat mengakibatkan pasangan merasa ditolak atau terabaikan, hingga akhirnya menciptakan ketegangan dalam hubungan.

Merasa Perlu Menjaga Jarak Emosional

Individu dengan gaya ini merasa perlu untuk menjaga jarak emosional dari pasangan mereka. Mereka mungkin menunjukkan sikap dingin atau tidak peduli. Namun, hal ini sebenarnya merupakan mekanisme perlindungan untuk menghindari rasa sakit yang kemungkinan muncul akibat kedekatan. Tindakan ini sering kali membuat hubungan terasa tidak intim dan kurang mendalam.

Sulit Menunjukkan Kasih Sayang

Mengungkapkan kasih sayang bisa menjadi tantangan besar bagi mereka dengan gaya avoidant attachment. Mereka tidak hanya merasa tidak nyaman untuk menunjukkan cinta secara fisik juga secara verbal. Akibatnya, pasangan mereka mungkin merasa diabaikan atau kurang dihargai dan hal tersebut memicu dinamika hubungan yang semakin memperburuk.

Penyebab dari Avoidant Attachment

Pengalaman Masa Kecil yang Kurang Responsif

Gaya keterikatan ini sering kali berakar pada pengalaman masa kecil. Individu yang tidak mendapatkan dukungan emosional yang memadai dari orang tua atau pengasuh sering kali memiliki gaya pendekatan ini. Kurangnya dukungan dari orang-orang terdekat dapat membuat anak belajar untuk mengatasi masalahnya sendiri sehingga membentuk pola pikir bahwa bergantung pada orang lain itu tidak aman.

Ketidakmampuan untuk Bergantung pada Orang Lain

Orang dengan gaya ini cenderung merasa takut untuk bergantung pada orang lain. Mereka lebih memilih untuk bertindak secara mandiri dan mengatasi masalah pribadi tanpa bantuan orang lain. Hal ini tidak hanya menciptakan ketidakpercayaan terhadap pasangan tetapi juga membuat mereka sulit untuk membentuk koneksi emosional yang dalam.

Keinginan untuk Menjaga Kemandirian

Kemandirian dianggap sebagai sesuatu yang sangat berharga bagi individu dengan gaya avoidant attachment. Mereka memandang keintiman sebagai ancaman terhadap kebebasan pribadi. Sikap ini sering kali menyebabkan mereka menjauh dari hubungan yang menjanjikan kedekatan. Mereka cenderung memilih untuk menjaga jarak dalam membangun hubungan demi mempertahankan kemandirian mereka.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement