Bucheon, 9 Juli 2024 – Prestasi membanggakan diraih sineas Indonesia di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2024. Tiga proyek film Indonesia berhasil mendapatkan penghargaan dalam NAFF Project Market dan Goedam Pitching. Kemendikbudristek melalui Direktorat Perfilman Musik dan Media (PMM) Direktorat Jenderal Kebudayaan memfasilitasi delegasi Indonesia di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2024.
"Dancing Gale" dan "Virgin Bash" Raih Penghargaan di NAFF Project Market
Dua proyek film, "Dancing Gale" dan "Virgin Bash", berhasil mencuri perhatian juri di NAFF Project Market. "Dancing Gale" meraih DHL Award senilai 5 Juta Won (sekitar Rp 58,8 juta). Sutradara Sammaria Simanjuntak menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan luar biasa dari Kemendikbudristek yang turut berperan dalam pencapaian ini.
“Tim kami sangat bangga dapat membawa nama Indonesia, juga masyarakat Batak dan Danau Toba ke panggung internasional melalui proyek film “Dancing Gale” yang meraih penghargaan DHL Award di NAFF Project Market BIFAN. Penghargaan ini tidak lepas dari dukungan luar biasa Direktorat Perfilman Musik dan Media (PMM) Kemendikbudristek dan seluruh delegasi Indonesia. Semoga film ini segera mendapatkan pendanaan penuh, diproduksi, dan menambah kekayaan film horor Indonesia di dunia internasional, dan menjadi kebanggaan kita semua,” kata sutradara “Dancing Gale” Sammaria Simanjuntak.
Sementara itu, "Virgin Bash" berhasil mendapatkan Mocha Chai Laboratories Post Production Award senilai $35 ribu (sekitar Rp 569 juta). Produser Susanti Dewi mengungkapkan bahwa dukungan dari Kemendikbudristek membuka banyak pintu dan akses ke berbagai sumber daya berharga bagi pengembangan proyek film mereka.
“Dukungan ini sangat berarti bagi kami, karena partisipasi di BIFAN tidak hanya memberikan platform untuk memperkenalkan karya kami kepada dunia internasional, namun juga memperkuat jaringan kolaborasi dengan sesama pembuat film dari berbagai negara. Dukungan dari Kemendikbudristek membuka banyak pintu dan akses ke berbagai sumber daya yang berharga bagi pengembangan proyek film kami,” Kata sutradara “Virgin Bash” Susanti Dewi.
![]()
"The Heirlooms" Menangkan Bucheon Awards di Goedam Pitching
Proyek film "The Heirlooms" dari sutradara Devina Sofiyanti juga meraih Bucheon Awards di Goedam Pitching. Devina Sofiyanti secara khusus menyoroti dukungan Kemendikbudristek sejak awal proses keberangkatannya untuk residensi di Bucheon, termasuk dalam Goedam Campus Residency yang merupakan inisiasi dari Jakarta Film Week (JFW), Kemendikbudristek, dan BIFAN.
“Tidak menyangka akan menang di Goedam Pitching, karena proyek-proyek film lain juga bagus-bagus dan peserta lain lebih berpengalaman. Tapi senang dan bangga juga akhirnya bisa mendapat Bucheon Awards. Rencananya setelah ini akan memantapkan naskah lagi dan mencari ko-produser internasional dan nasional agar bisa melangkah ke tahap pra-produksi,” kata Devina Sofiyanti.
“Kemendikbudristek sangat mendukung dari awal proses keberangkatan saya residensi di Bucheon. Selain itu, Goedam Campus Residency yang saya ikuti juga merupakan inisiasi dari Jakarta Film Week (JFW), Kemendikbudristek, dan BIFAN,” tambah Devina.
Kemendikbudristek Fasilitasi Delegasi Indonesia Mendapat Penghargaan di Bucheon International Fantastic Film Festival Korea
Kemendikbudristek melalui Direktorat Perfilman Musik dan Media (PMM) Direktorat Jenderal Kebudayaan memfasilitasi delegasi Indonesia di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2024. Dukungan ini berkontribusi pada keberhasilan film fantasi Indonesia meraih penghargaan di ajang internasional tersebut. "Dancing Gale" meraih DHL Award, "Virgin Bash" mendapatkan Mocha Chai Laboratories Post Production Award, dan "The Heirlooms" meraih Bucheon Awards. #BIFAN2024
Indonesia sebagai Country of Focus di BIFAN 2024
Keberhasilan tiga proyek film Indonesia ini semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai country of focus di BIFAN 2024. Langkah strategis Kemendikbudristek ini diharapkan dapat mendorong perfilman Indonesia untuk semakin diakui dan diperhitungkan di peta perfilman dunia.
