Advertisement

Trump Umumkan Kesepakatan Damai AS-Iran Tercapai: Selat Hormuz Segera Dibuka

15 June 2026 08:53 WIB

thumbnail-article

Presiden Amerika Serikat Donald Trump Sumber: ANTARA/foto-Anadolu/py (Anadolu).

Penulis: Desinta

Editor: Desinta

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi mengumumkan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran melalui platform media sosial Truth Social.

Dalam pernyataannya, Trump menyatakan bahwa perselisihan yang telah berlangsung lama antara kedua negara kini berakhir, sekaligus menegaskan akan dibukanya kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang krusial bagi perdagangan minyak dunia.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semua pihak!" tulis Trump melalui platform Truth Social miliknya, Senin (15/6/2026).

"Saya dengan ini sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa pungutan biaya, dan pada saat yang sama mengizinkan pencabutan segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat," imbuhnya.

Trump juga mengisyaratkan lalu lintas pelayaran dan pengiriman energi melalui jalur Selat Hormuz akan segera dibuka.

"Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!" tulisnya.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang bertindak sebagai mediator utama dalam proses negosiasi konflik tersebut. Ia menegaskan bahwa setelah pembicaraan yang intensif, kesepakatan damai telah tercapai dan akan segera diresmikan melalui upacara penandatanganan yang dijadwalkan berlangsung di Swiss pada hari Jumat, 19 Juni.

Pengumuman ini diterima sebagai langkah penting untuk mengakhiri ketegangan yang berlarut-larut di wilayah Timur Tengah.

"Setelah pembicaraan yang intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah tercapai," kata Sharif dalam unggahannya melalui platform media sosial X.

Kementerian Luar Negeri Pakistan turut mengonfirmasi rencana jadwal penandatanganan kesepakatan, menyatakan bahwa pertemuan resmi tersebut adalah hasil dari upaya diplomasi yang melibatkan beberapa negara mediator lain seperti Qatar, Arab Saudi, dan Turki. Penandatanganan ini dianggap sebagai momentum penting dalam mengukuhkan perdamaian dan stabilitas regional secara menyeluruh.

Isi dan Rincian Kesepakatan Damai

Kesepakatan damai antara AS dan Iran memuat sejumlah poin utama yang memberikan gambaran langkah-langkah konkret untuk mengakhiri konflik. Salah satu inti utama dalam kesepakatan tersebut adalah gencatan senjata permanen di berbagai front konflik, terutama di wilayah Lebanon yang selama ini menjadi salah satu medan pertempuran sengit antara kelompok Hizbullah dan Israel. Kedua pihak berkomitmen untuk menempuh penghentian operasi militer yang bersifat segera dan permanen.

Selat Hormuz, yang selama ini menjadi titik pusat ketegangan karena blokade yang diterapkan oleh pihak Iran, dijadwalkan akan dibuka kembali bagi pelayaran komersial tanpa pembatasan.

Pemerintah AS menyatakan akan mencabut blokade angkatan laut yang selama ini mereka jalankan sebagai bagian dari pengamanan jalur tersebut. Koordinasi pengelolaan wilayah Selat Hormuz akan dilakukan bersama dengan Oman untuk memastikan stabilitas dan keamanan pelayaran internasional.

Selain itu, kesepakatan mencakup penarikan pasukan militer AS dari wilayah sekitar Iran dan wilayah-wilayah konflik lainnya. Namun, tidak hanya soal penghentian aktivitas militer, terdapat juga skema kompensasi dan ganti rugi bagi Iran atas dampak serangan yang dilancarkan sebelumnya oleh pihak AS dan Israel.

Kesepakatan ini juga mencakup pengaturan pencairan dana Iran yang selama ini dibekukan akibat sanksi AS, guna mendukung pemulihan ekonomi Iran.

Isi kesepakatan menetapkan kerangka awal untuk pembicaraan terkait program nuklir Iran. Meskipun tujuan akhir mengenai program nuklir belum sepenuhnya tuntas, kedua negara sepakat untuk melanjutkan negosiasi teknis yang akan menjadi landasan bagi penanganan secara detail di tahap berikutnya.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement