Pembangunan Polytron Stadium di Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, merupakan hasil dari kolaborasi yang kuat antara UNDIP, Djarum Foundation, Polytron, dan iForte. Peresmian stadion ini telah menandai langkah signifikan dalam upaya memajukan olahraga bulutangkis di Indonesia. Dibangun untuk mendorong mahasiswa agar semakin aktif dalam berolahraga, stadion ini juga bertujuan untuk mengembangkan bibit-bibit atlet bulutangkis yang mampu berprestasi di kancah nasional dan internasional.
Proses pembangunan Polytron Stadium dimulai pada tanggal 2 Oktober 2023 dan berakhir pada tanggal 27 Agustus 2024. Dengan alokasi anggaran sebesar lebih dari Rp 43 miliar, stadion ini dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 11.000 meter persegi. Selama 330 hari, tim konstruksi bekerja dengan penuh komitmen untuk memastikan bahwa stadion ini dibangun dengan standar keselamatan dan kualitas yang tinggi.
Polytron Stadium dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern untuk mendukung pelatihan bulutangkis. Stadion ini memiliki lima lapangan bulutangkis, tribun yang dapat menampung 300 penonton, toilet ramah difabel, lounge atlet, ruang kantor, serta ruang merchandise. Semua fasilitas ini dirancang untuk memberikan kenyamanan dan mendukung kegiatan olahraga di dalamnya.
Desain dan Keunggulan Stadion
Setiap lapangan di Polytron Stadium memiliki ukuran 13,4 x 6,10 meter yang memenuhi standar internasional. Lapangan-lapangan ini dilapisi dengan berbagai material berkualitas tinggi, termasuk PVC wear layer dan grid stabilizing layer untuk menjamin performa yang optimal saat digunakan. Desain stadion ini tidak hanya fungsional tetapi juga mengusung estetika yang menarik.
Dikenal sebagai stadion bertaraf internasional, keunggulan dari Polytron Stadium terletak pada desain dan konstruksinya yang memenuhi standar Badminton World Federation (BWF). Selain itu, setiap lapangan telah dilengkapi dengan teknologi terbaru untuk menghadirkan pengalaman bermain yang maksimal bagi atlet.
Desain ikonik stadion ini mencakup elemen simbolis seperti shuttlecock raksasa yang terletak di sisi depan. Elemen ini melambangkan kecepatan, ketekunan, dan dedikasi, serta menjadi simbol selamat datang bagi setiap atlet yang datang untuk berlatih maupun bertanding di stadion ini. Dengan desain yang memikat dan fasilitas modern, stadion ini diharapkan menjadi pusat perhatian bagi para penggemar dan praktisi bulutangkis.
Harapan dan Tujuan Pengembangan
Dengan hadirnya Polytron Stadium, diharapkan semangat mahasiswa untuk berolahraga, khususnya bulutangkis, dapat meningkat. Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, berharap stadion ini akan membangkitkan jiwa kompetitif dan pantang menyerah generasi muda. Kegiatan olahraga diharapkan dapat menjadi sarana untuk membentuk karakter mahasiswa yang lebih baik.
“Kami berterima kasih kepada Djarum Foundation, Polytron, dan iForte yang telah melengkapi fasilitas kampus dengan membangun Polytron Stadium. Kami percaya stadion ini bukan hanya sebagai tempat latihan, tetapi akan menjadi pusat aktivitas, inspirasi, dan motivasi bagi mahasiswa untuk lebih giat berolahraga, mengejar prestasi, dan membentuk karakter melalui olahraga. Semoga semakin banyak mahasiswa yang terpacu untuk aktif berolahraga dan berprestasi,” ujar Prof Suharnomo.
“Semoga kerjasama Universitas Diponegoro dan Djarum Foundation terus berkembang, sehingga Universitas Diponegoro dapat terus berkontribusi mencetak prestasi baik level nasional maupun internasional,” tambahnya.
Victor Rachmat Hartono, President Director Djarum Foundation, menyatakan bahwa Polytron Stadium bukan hanya sekadar fasilitas, tetapi juga ladang pembibitan juara masa depan. Melalui stadion ini, diharapkan akan lahir atlet-atlet berbakat dari kalangan mahasiswa yang siap bersaing di tingkat dunia, sekaligus mengangkat prestasi bulutangkis Indonesia.
“Kami percaya bahwa bulutangkis bukan hanya warisan kebanggaan bangsa, tetapi juga ladang prestasi yang harus terus ditumbuhkan. Djarum Foundation tetap berkomitmen menjaga marwah bulutangkis sebagai olahraga kebanggaan Indonesia yang digemari generasi muda. Polytron Stadium bukan hanya fasilitas, tapi ladang pembibitan juara masa depan. Dari sini kami berharap lahir atlet kampus yang kelak berdiri gagah di podium dunia, membawa merah putih berkibar,” ujar Victor saat peresmian Polytron Stadium.
Pengembangan Polytron Stadium tidak terlepas dari visi untuk membawa Indonesia kembali ke kejayaan olahraga bulutangkis. Djarum Foundation bersama dengan UNDIP berkomitmen untuk membawa olahraga bulutangkis menuju prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Acara Peresmian yang Meriah
Momen peresmian Polytron Stadium diwarnai dengan kehadiran legenda-legenda bulutangkis Indonesia. Kehadiran tokoh-tokoh seperti Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, dan banyak atlet bulutangkis lainnya memberikan warna tersendiri pada acara tersebut. Mereka diharapkan bisa menginspirasi para mahasiswa untuk mengejar prestasi di bidang olahraga.
Usai prosesi peresmian, acara dilanjutkan dengan pertandingan exhibition yang mempertemukan tim legenda PB Djarum melawan Rektor UNDIP. Selain itu, diadakan juga coaching clinic yang melibatkan UKM Bulutangkis UNDIP dan klub mitra PB Djarum. Aktivitas ini tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi peserta dalam meningkatkan kemampuan bulutangkis mereka.
Peresmian Polytron Stadium menjadi momentum penting bagi komunitas olahraga di Indonesia, khususnya bulutangkis. Stadion ini diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas yang membangkitkan minat masyarakat untuk berolahraga, sekaligus menjadi simbol dari kolaborasi yang sukses antara dunia akademik dan dunia olahraga. Dengan demikian, Polytron Stadium bukan hanya menjadi fasilitas olahraga, tetapi juga menjadi titik fokus untuk pengembangan bakat dan prestasi di tingkat yang lebih tinggi.
