Advertisement

Usai Gempa M 6,7 di Palu, Gubernur Sulteng Instruksikan Penanganan Darurat

16 June 2026 17:05 WIB

thumbnail-article

Rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang terjadi pada Selasa (16/6/2026) pagi di sejumlah wilayah di daerah ini. Sumber: ANTARA/HO-BPBD Sulteng.

Penulis: Ely Alwiyah

Editor: Ely Alwiyah

Pasca terjadinya gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah Palu pada Selasa, Pukul 10.27 WIB, Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dengan segera menginstruksikan seluruh jajaran pemerintah daerah untuk melaksanakan penanganan darurat. Prioritas utama yang ditegaskan adalah keselamatan masyarakat yang terdampak gempa.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Saya meminta seluruh jajaran pemerintah bergerak cepat melakukan penanganan darurat, membantu masyarakat yang terdampak, dan memastikan seluruh kebutuhan dasar dapat terpenuhi,” kata Gubernur Sulteng Anwar Hafid di Palu, Selasa (16/6/2026).

Gubernur menegaskan perlunya gerak cepat dari semua pihak, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, tenaga medis, dan unsur penanggulangan bencana, agar langkah-langkah tanggap darurat dapat segera dijalankan.

Di tengah situasi darurat, Gubernur juga mengimbau masyarakat khususnya di wilayah Palu, Sigi, Donggala (PAsigala), dan daerah sekitar agar tetap tenang dan tidak panik. Masyarakat disarankan untuk selalu mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan pemerintah.

Langkah Tanggap Darurat dan Kesiapsiagaan Medis

Sejalan dengan instruksi tersebut, langkah awal yang diambil adalah pengerahan tenaga medis ke sejumlah titik terdampak gempa. Tenaga kesehatan ditugaskan untuk memastikan pelayanan medis yang cepat kepada masyarakat yang mengalami cedera.

Seluruh rumah sakit dan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan bertambahnya korban maupun kebutuhan layanan kesehatan pacsagempa.

Untuk mengantisipasi risiko gempa susulan, rumah sakit juga diminta menyiapkan tenda-tenda layanan darurat di area terbuka atau halaman fasilitas kesehatan. Penyiapan tenda ini bertujuan untuk menjamin keselamatan pasien, tenaga medis, dan masyarakat yang membutuhkan layanan medis.

Penyediaan Tempat Pengungsian dan Pemenuhan Kebutuhan Dasar

Selain itu Gubernur juga menginstruksikan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) Sulawesi Tengah untuk segera penyiapan lokasi-lokasi pengungsian yang aman dan layak bagi masyarakat yang membutuhkan tempat berlindung sementara.

Pemerintah juga memastikan bahwa kebutuhan dasar para pengungsi, seperti pangan, air bersih, pakaian, dan pelayanan kesehatan, menjadi perhatian utama selama masa tanggap darurat.

Asesmen Kerusakan Bangunan dan Infrastruktur

Selain penanganan medis dan pengungsian, Gubernur turut memerintahkan dilakukannya asesmen atau pemeriksaan menyeluruh terhadap bangunan-bangunan yang mengalami kerusakan maupun yang berpotensi membahayakan akibat gempa. Tim teknis dari instansi terkait diturunkan untuk melakukan evaluasi keamanan bangunan sebelum digunakan kembali oleh masyarakat.

Saat ini, BPBD Sulawesi Tengah terus melakukan pendataan dan asesmen lapangan serta berkoordinasi dengan BMKG, pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, tenaga medis, dan seluruh pihak terkait guna memastikan penanganan berlangsung cepat, terpadu, dan tepat sasaran.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan terus memantau perkembangan situasi dan menyampaikan informasi resmi secara berkala kepada masyarakat. Pemerintah juga menghimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, menghindari bangunan yang sudah rusak dan segera melaporkan kondisi darurat agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat oleh petugas

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement