Calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta, Pramono Anung-Rano Karno telah menyusun sejumlah program untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2024. Sebanyak 11 program telah dirancang dengan melanjutkan dari gubernur sebelumnya dan beberapa tambahan program Pramono-Rano.
Program tersebut belum dijelaskan secara rinci oleh Pramono Anung maupun Rano Karno. Pasangan ini akan membawa konsep baru yang mulai diimplementasikan pada 2025 jika terpilih menjadi gubernur dan wakil gubernur. Pihaknya akan mengidentifikasi masalah di setiap wilayah lebih rinci.
Pramono-Rano akan lebih dulu menjalankan program-program yang telah direncanakan oleh Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono. Sebab, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta untuk tahun 2024-2025 telah diketok palu.
“APBD DKI sudah diketok 2024-2025 dengan programnya ini, ini, ini. Kalaupun nanti Mas Pram dan saya menjadi gubernur dan wakil gubernur, kami harus melakukan itu program Pj. Heru Budi] dulu,” ujar Rano pada Selasa (10/9/2024).
Visi misi paslon Pramono-Rano
Adapun visi Pramono-Rano dalam Pilkada 2024 ini adalah “Menuju Provinsi DKJ sebagai Pusat Perekonomian Nasional dan Kota Global Berdaya Saing untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat yang Berkeadilan dan Berkelanjutan”.
Dari visi tersebut, sebanyak empat misi ditawarkan kepada masyarakat. Berikut misi Pramono-Rano:
- Membangun masyarakat modern megapolitan yang madani, berbudaya, dan sejahtera.
- Mewujudkan pusat ekonomi yang inovatif dan kompetitif dengan membuka akses seluasnya pada sumber kehidupan dan distribusi manfaat hasil pembangunan yang merata dan berkeadilan.
- Mewujudkan pemerintahan dengan manajemen kota modern yang akuntabel dan responsif untuk memberikan layanan publik yang prima.
- Mewujudkan Ruang Aktivitas Kehidupan Berkualitas yang mendukung kegiatan ekonomi, sosial, dan budaya secara berkelanjutan.
Program Pramono-Rano dalam Pilkada 2024
Sejauh ini, Rano Karno hanya menyebut 11 program prioritas untuk kampanye Pilkada Jakarta 2024. Program tersebut diantaranya berfokus pada lingkungan kumuh, perumahan murah, peningkatan budaya, penanganan kemacetan, penanganan polusi udara, serta akses terhadap air bersih.
Setiap wilayah di Jakarta memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda. Oleh karena itu, ia berencana memetakan (mapping) masalah untuk memahami kebutuhan spesifik di setiap wilayah.
“Utara, selatan, barat, timur (Jakarta), Kepulauan Seribu, beda. Itu kita akan mapping. Tentu nggak bisa lari dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang memang Pj DKI menyiapkan,” jelas Rano Karno.
Selain program di atas, Pramono-Rano berencana memasang CCTV untuk mengatasi tawuran, narkoba, kekerasan, hingga bullying yang tidak diawasi. Ada pula rencana menaikkan insentif Ketua RT-RW di Jakarta hingga dua kali lipat per bulannya.
