Bagi sebagian orang, berhemat sudah menjadi insting yang diperlukan untuk menjaga kondisi keuangan supaya tetap sehat.
Namun, ada saja beberapa kebiasaan yang ternyata membuat kita tanpa sadar menjadi boros. Hal-hal ini pada umumnya bersifat sepele, tetapi jika terus dibiarkan, akan terasa juga dampaknya pada isi dompet maupun rekening.
Lantas, kebiasaan apa saja yang diam-diam bisa bikin boros?
1. Cashless
Belakangan ini, metode pembayaran nontunai atau cashless menjadi pilihan yang disukai oleh banyak orang. Metode ini lebih cepat dan praktis, sebab kita tak perlu membawa-bawa uang tunai untuk melakukan pembayaran. Cukup lewat aplikasi di ponsel, berbagai transaksi bisa diurus dengan simpel.
Namun, kebiasaan membayar secara cashless diam-diam bisa membuatmu jadi boros, lho. Pengeluaran yang kamu lakukan jadi tidak terasa karena tak ada alat pembayaran fisik yang dipertukarkan. Apalagi jika kamu jarang mengecek sisa saldo, eh, tiba-tiba sudah habis saja.
2. Delivery food
Tak dapat dipungkiri, kehadiran berbagai aplikasi pesan antar makanan memang membawa kemudahan bagi banyak orang. Kita jadi tak perlu datang langsung ke restoran untuk memesan makanan, melainkan cukup duduk santai di rumah dan menunggu pesanan diantar.
Meski praktis, layanan delivery makanan sebenarnya tak ramah bagi orang yang ingin berhemat. Sebab, harga yang dipatok di aplikasi umumnya lebih mahal. Jika terus-menerus memesan makanan secara online, tentunya akan berdampak buruk pada kondisi dompet.
Daripada membeli makanan pesan antar, akan jauh lebih hemat jika kamu memasak sendiri di rumah.
3. Ngopi dan nongkrong
Ini dia kebiasaan anak muda yang selalu butuh eksis, padahal dompet menipis. Nongkrong dan ngopi di kafe sesekali memang tak apa, tapi jika dilakukan terus-menerus, tentunya akan boncos.
Kalau kamu memang butuh kopi setiap hari untuk menunjang berbagai aktivitas, tak ada salahnya untuk membuat kopi sendiri di rumah. Selain lebih hemat, kamu juga bisa menentukan sendiri takaran yang pas untuk kopimu.
4. Tergiur diskon
Kata diskon kerap dianggap bersinonim dengan hemat. Namun, ini hanya berlaku jika barang diskon yang dibeli memang merupakan kebutuhan.
Masalahnya, banyak orang yang sengaja berburu diskon, padahal barang-barang berharga spesial itu sebenarnya tak mereka butuhkan. Misalnya seperti berburu promo jajanan atau barang-barang murah di e-commerce.
Akhirnya, kebiasaan mencari promo ini membuatmu terus-menerus belanja. Muncul anggapan bahwa promo-promo tersebut akan teramat sayang jika dilewatkan, yang kemudian mendorongmu untuk membeli barang yang tak dibutuhkan.
5. FOMO
Kalau kamu masih suka FOMO (fear of missing out) dengan hal-hal yang sedang tren, cobalah untuk mulai menguranginya. Kebiasaan ikut-ikutan ini tanpa sadar juga bisa membuatmu jadi boros, lho.
Tak semua tempat, makanan, atau barang yang sedang viral di media sosial wajib kamu coba. Kalau dirasa tidak perlu, apalagi over budget, ya tidak perlu ikut-ikutan. Cukup simpan saja untuk referensi di kemudian hari.
6. Impulsif
Pernahkah kamu bepergian ke suatu tempat, lalu salfok dengan barang yang dijual di tempat tersebut? Karena terlihat menarik, kamu pun membelinya tanpa didorong urgensi apa pun selain keinginan mendadak. Itulah yang dinamakan impulsive buying.
Jika tidak dikontrol, kebiasaan ini akan membuatmu jadi orang yang boros. Selain itu, kamu juga akan kesulitan dalam mengontrol pengeluaran dan sulit menentukan skala prioritas.
7. Self reward
Nah, ini dia kebiasaan yang belakangan sedang tren, yang tanpa sadar juga bisa memicu keborosan: belanja berkedok self reward.
Memang, tak ada salahnya untuk sesekali mengapresiasi diri sendiri atas pencapaian tertentu atau setelah melalui masa-masa sulit. Akan tetapi, kamu perlu membatasinya, dan jangan menggunakannya sebagai alasan untuk menghambur-hamburkan uang untuk hal yang sebenarnya tidak perlu.
