Advertisement

WhatsApp Rilis Fitur Baru untuk Anak, Memungkinkan Kontrol Orang Tua

13 March 2026 15:59 WIB

thumbnail-article

Fitur Baru WhatsApp untuk Anak Resmi Diluncurkan. Sumber: Dok. WhatsApp..

Penulis: Desinta

Editor: Desinta

WhatsApp secara resmi meluncurkan fitur baru yang memungkinkan orang tua untuk membuat akun khusus bagi anak-anak berusia 10 hingga 12 tahun. Fitur ini disebut "Akun yang dikelola orang tua" dan dirancang untuk menyediakan ruang komunikasi yang aman bagi anak-anak.

Mengutip dari laman resmi WhatsApp pada Kamis (12/3), perusahaan mengungkapkan bahwa akun ini dikembangkan berdasarkan masukan dari keluarga dan para ahli, dengan tujuan utama memberikan ruang komunikasi yang lebih aman bagi anak-anak.

Melalui fitur ini, WhatsApp memberikan izin kepada orang tua untuk memantau dan mengelola aktivitas anak-anak mereka di platform tersebut. Orang tua dapat menentukan siapa yang dapat menghubungi anak, serta grup mana yang dapat diikuti.

Akun yang dibuat untuk anak-anak ini memiliki batasan yang jelas, di mana pengguna hanya diizinkan untuk melakukan pengiriman pesan dan panggilan. Aktivitas yang lebih kompleks, seperti bergabung dalam grup besar atau mengakses fitur-fitur lain yang tersedia bagi pengguna dewasa, tidak diizinkan.

Cara Mengaktifkan Akun Baru

Persiapkan Dua Perangkat untuk Proses

Untuk mengaktifkan akun baru ini, orang tua perlu menyiapkan dua perangkat. Satu perangkat adalah milik anak, sedangkan yang lainnya adalah perangkat milik orang tua yang digunakan untuk mengelola akun. Proses penginstalan dan pendaftaran harus dilakukan dengan cara yang sangat teratur dan hati-hati untuk menjamin keamanan anak selama menggunakan aplikasi WhatsApp.

Tahapan Pendaftaran Akun Anak

  1. Mengunduh WhatsApp: Orang tua harus mengunduh aplikasi WhatsApp Messenger dari Google Play Store atau Apple App Store di perangkat anak.

  2. Membuat Akun: Setelah aplikasi terpasang, orang tua perlu mengikuti langkah-langkah pendaftaran untuk membuat akun yang dikelola, termasuk memasukkan nomor telepon anak dan melakukan proses verifikasi.

  3. Tautkan Akun: Setelah nomor terdaftar, langkah berikutnya adalah menghubungkan akun anak dengan akun orang tua melalui pemindaian kode QR.

  4. Buat PIN: Orang tua juga harus membuat PIN khusus untuk melindungi pengaturan privasi akun anak, yang hanya dapat diakses oleh orang tua.

Pengaturan Menggunakan PIN Orang Tua

Setelah seluruh proses pendaftaran selesai, orang tua harus memasukkan PIN yang telah dibuat ke perangkat anak. PIN ini berfungsi sebagai kunci untuk mengatur dan mengubah pengaturan privasi akun. Hanya orang tua yang bisa membuka dan mengubah pengaturan ini, sehingga menjaga pengalaman di WhatsApp tetap aman dan terkendali untuk anak-anak.

Kelebihan Fitur untuk Keluarga

Kontrol Kontak dan Privasi Anak

Salah satu kelebihan utama dari fitur ini adalah kontrol yang lebih besar terhadap kontak dan privasi anak. Orang tua dapat memilih dan mengelola kontak yang dapat menghubungi anak mereka, sehingga mengurangi risiko interaksi dengan individu yang tidak dikenal. Dengan cara ini, orang tua bisa lebih tenang karena mengetahui siapa saja yang berkomunikasi dengan anak mereka.

Peninjauan Permintaan Pesan dari Kontak Baru

Fitur ini juga memungkinkan orang tua untuk meninjau permintaan pesan dari nomor asing yang tidak ada dalam kontak anak. Jika anak menerima pesan dari nomor yang tidak dikenal, orang tua akan diberitahu, dan mereka dapat memutuskan apakah anak dapat berkomunikasi dengan nomor tersebut atau tidak. Ini memberikan lapisan tambahan perlindungan terhadap komunikasi yang tidak semestinya.

Enkripsi End-to-End untuk Percakapan Pribadi

WhatsApp berkomitmen untuk menjaga privasi semua pengguna, termasuk anak-anak, melalui penggunaan enkripsi end-to-end. Artinya, semua percakapan pribadi yang dilakukan melalui akun anak tetap terlindungi dan tidak dapat diakses oleh pihak ketiga, termasuk WhatsApp sendiri. Ini memastikan bahwa konten pesan dan panggilan tetap bersifat pribadi dan aman dari pengintaian.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement