Advertisement

"Whistleblower" Praktik Ilegal OpenAI Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Sempat Buat Pernyataan Terbuka

16 December 2024 14:44 WIB

thumbnail-article

Logo perusahaan OpenAI dan produk ChatGPT yang dibuatnya. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic) .

Penulis: Rizal Amril

Editor: Rizal Amril

Suchir Balaji, mantan peneliti OpenAI yang ungkap praktik ilegal perusahaan pengembang AI tersebut, ditemukan meninggal dunia di apartemennya di San Francisco pada 26 November 2024.

Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa kematiannya ditetapkan sebagai bunuh diri, dengan tidak ditemukan bukti tindakan kriminal.

Balaji ditemukan setelah polisi menerima laporan untuk memeriksa kondisi tempat tinggalnya.

Sebelum kematiannya, Suchir Balaji secara terbuka mengkritik praktik OpenAI yang ia anggap melanggar hak cipta.

Ia menuduh perusahaan menggunakan data berhak cipta tanpa izin selama pelatihan model AI-nya.

"Penggunaan data dengan hak cipta untuk mengembangkan ChatGPT telah melanggar hukum," tuturnya.

Balaji berargumen bahwa tindakan ini merusak integritas internet dan menimbulkan dampak negatif pada ekosistem digital secara keseluruhan.

Dalam wawancara dengan New York Times pada Oktober lalu, ia menekankan, "Ini bukan model berkelanjutan untuk ekosistem internet secara keseluruhan."

Balaji percaya bahwa semakin banyak teknologi AI, termasuk ChatGPT, akan mengancam kelangsungan hidup berbagai individu dan organisasi yang menciptakan konten berkualitas di internet.

Tuduhan Balaji terhadap OpenAI mendapat perhatian luas, terutama di tengah banyaknya gugatan hukum yang dilayangkan oleh penerbit berita dan penulis terkenal, yang juga menuduh bahwa OpenAI telah menggunakan karya mereka tanpa izin.

Respons OpenAI terhadap kematian Balaji

Setelah kematian Balaji, OpenAI merilis pernyataan resmi yang menyatakan rasa duka cita yang mendalam atas kehilangan tersebut.

Juru bicara perusahaan menyatakan, "Kami sangat terpukul mendengar berita menyedihkan ini dan hati kami untuk orang-orang terkasih Suchir selama masa sulit ini."

Meskipun menghadapi kritik dan tuduhan pelanggaran hak cipta, OpenAI tetap bersikukuh bahwa penggunaan data mereka sesuai dengan prinsip penggunaan wajar.

Mereka mengklaim bahwa pelatihan model AI mereka dilakukan dengan mengikuti hukum hak cipta yang relevan.

Dalam konteks ini, OpenAI berjanji untuk terus mendukung keluarga Balaji selama masa sulit ini, menunjukkan sisi manusiawi di balik kontroversi yang mungkin terjadi.

Siapa Suchir Balaji?

Suchir Balaji adalah peneliti muda asal Cupertino, California. Ia memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang ilmu komputer, sarjana dari University of California, Berkeley.

Selama menempuh pendidikan, Balaji menunjukkan prestasi yang mengesankan dalam kompetisi pemrograman, termasuk memenangkan tempat pertama dalam kompetisi pemrograman regional dan menduduki peringkat 31 di ACM ICPC World Finals 2018.

Balaji terpesona dengan potensi kecerdasan buatan (AI) sejak remaja. Ketertarikan ini memuncak saat ia bekerja untuk OpenAI selama empat tahun, di mana ia membantu mengembangkan chatbot ChatGPT.

Setelah empat tahun bekerja di perusahaan pengembang AI tersebut, Balaji keluar dari OpenAI pada Agustus lalu.

Dalam sebuah wawancara, dirinya menjelaskan keputusan untuk keluar dari OpenAI akibat ketidaksetujuannya dengan praktik perusahaan dalam mengembangkan model AI.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement