Apa saja tema-tema yang luput dibicarakan?
Nasib Masyarakat di Pulau Kecil dan Pesisir
Aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jakarta Muhammad Aminullah menyesalkan para cawapres yang tak menyinggung permasalahan masyarakat di pulau-pulau kecil dan pesisir.
Padahal, mereka sedang menghadapi ancaman krisis iklim yang memengaruhi keberlanjutan ekologis, kedaulatan pangan, ketersediaan air bersih, serta keberlanjutan ekonomi.
"Alternatif ekonomi yang digagas masyarakat melalui pengelolaan pariwisata berbasis komunitas di Kepulauan Seribu juga terancam," ujarnya dikutip Antara, Senin (22/1/2024).
Aminullah mencontohkan penguasaan pulau oleh korporasi pariwisata dan reklamasi perluasan pulau tanpa izin, ditambah proyek strategis pariwisata nasional di kawasan Taman Nasional Bahari Kepulauan Seribu mengancam ruang hidup masyarakat pesisir yang mayoritas bekerja sebagai nelayan dan pelaku pariwisata.
"Sejak tahun 1960-an, Jakarta telah kehilangan enam pulau dan 23 pulau saat ini sedang dalam keadaan krisis," kata Aminullah.
Aminullah mengungkapkan sepanjang debat Walhi sulit menemukan arah pemulihan lingkungan hidup yang menyentuh aspek fundamental. Walhi berharap seluruh pasangan calon presiden (capres) dan cawapres membangun strategi pemulihan lingkungan hidup guna menahan laju kerusakan ekologi secara holistik di wilayah perkotaan, pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil.
Menurut Walhi capres dan cawapres perlu memiliki paradigma yang mengakui nelayan dan perempuan sebagai subjek pengelola sumber-sumber agraria, sehingga mengatasi ketimpangan pengelolaan dan penguasaan agraria yang saat ini masih bias darat.
"Tidak menganggap wilayah perkotaan dan warta kota hanya sebatas objek akumulasi kapital dan mengesampingkan tata kelola kota yang adil dan berkelanjutan dengan memastikan keterlibatan seluruh masyarakat, termasuk kelompok rentan," kata Aminullah.
Tak Serius Bahas Isu Sampah dan Polusi
Sejumlah aktivis lingkungan kecewa karena topik sampah dan polusi luput dari perdebatan para cawapres meski berkaitan dengan isu lingkungan.
Aktivitas Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik Tiza Mafira mengatakan topik sampah dan polusi sudah lama menjadi masalah darurat di Indonesia sehingga layak masyarakat mengetahui kebijakan masing-masing cawapres soal penanganan sampah.
"Isu sampah hanya dijadikan serangan personal dan disebut sambil lalu, tanpa membahas kebijakannya," kata Tiza saat dihubungi di Jakarta, Senin (21/1/2024).
Tiza menyebut calon pemimpin negara harus serius membuat kebijakan pelarangan lima jenis plastik sekali pakai yang memang sudah diatur oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Kelima plastik sekali pakai yang dilarang tersebut adalah kantong plastik, saset, sedotan, styrofoam dan alat makan plastik, serta menggantikannya dengan sistem reuse.
Dalam perdebatan, calon wakil presiden nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka sempat menyentil cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar tentang komitmen lingkungan. Gibran mempertanyakan komitmen Muhaimin karena menggunakan botol minum plastik saat mengikuti debat bertopik lingkungan tersebut.
Kurang Elaborasi
Kepala Center of Industry, Trade and Investment Indef Andy Satrio Nugroho menilai ketiga cawapres gagal mengelaborasi isu yang mereka bawa. Padahal ini penting agar masyarakat memahami arah kebijakan masing-masing pasangan calon (paslon).
“(Isu) dielaborasikan secara sederhana kepada masyarakat sehingga masyarakat mau untuk memilih mereka begitu, dan ini yang tidak juga (disampaikan) semalam,” kata Andy dalam diskusi publik 'Tanggapan Indef atas Debat Keempat' dipantau secara virtual di Jakarta, Senin (21/1/2024).
Andy mengatakan, topik yang meliputi energi, sumber daya alam (SDA), pangan, pajak karbon, lingkungan hidup, agraria, dan masyarakat adat merupakan topik yang harus disampaikan secara sederhana. Namun sepanjang debat, masing-masing cawapres masih belum mampu menjelaskan dengan baik kepada masyarakat. Andy memberikan contoh terkait isu “greenflation” atau inflasi hijau.
Inflasi hijau, menurut Andy, harusnya dapat dibahas lebih dalam dan dikaitkan dengan kondisi aktual di Indonesia saat ini. Seperti saat harga pangan melambung tinggi karena El Nino, yang dapat mendorong meningkatnya inflasi dan berdampak secara langsung terhadap kesejahteraan petani.
“Yang hilang adalah pendidikan terkait dengan tadi ya, pentingnya pembangunan berkelanjutan, pentingnya pengelolaan sumber daya berkelanjutan, bagaimana peran desa ke depan, gitu ya,” ujarnya.
Terlepas dari hal itu, Andy mengapresiasi masing-masing cawapres yang sudah dengan baik menyampaikan visinya dalam pembukaan dan penyataan penutup debat.
Direktur Eksekutif Nasional Walhi Zenzi Suhadi menyayangkan pembahasan isu debat yang tidak mendalam.
“Semestinya soal Bioregion menjadi pisau bedah ketiga cawapres untuk mengemukakan pikiran dan pemahamannya menjalankan strategi pembangunan yang bersifat adaptif terhadap keberagaman kultur, suku, dan ekologis, tapi sayang pembahasannya berhenti karena mengalami distorsi dari perilaku salah satu calon,” tuturnya.
Selain itu Zenzi juga menyampaikan ada beberapa isu yang sebenarnya menarik dibahas dalam debat cawapres kemarin. Seperti perihal mandat UU Pokok Agrarian, reforma agraria, dan pengakuan dan perlindungan hak masyarakat adat yang muncul dari panelis dan ditanggapi oleh Mahfud Md perihal hutan adat.
“Ada juga soal inflasi hijau di negara industri yang tidak mempunyai raw matrial bisa menimbulkan gejolak, tapi bagi negara yang kaya seperti Indonesia justru jadi berkah. Kalau pemahamannya dimulai dari valuasi ekonomi lingkungan dan neraca arus sumber daya alam,” terangnya.
Zenzi menambahkan bahwa tidak ada satu pun cawapres yang membahas mengenai laut padahal itu hal penting yang sedang dihadapi dunia.
“Tidak ada yang membahas masalah laut, padahal laut itu masa depan Indonesia. Tata kelolanya mau seperti apa?” ucapnya.
Isu Desa Tak Dibahas
Peneliti Center of Macroeconomics and Finance Indef Riza Annisa Pujarama menyayangkan ketidakhadiran solusi atas permasalahan desa dalam debat cawapres.
“Saya memiliki harapan dalam debat kemarin membahas yang substantif, bagaimana visi dan misi serta solusi atas permasalahan yang ada sekarang. Tapi tidak ada solusi yang keluar, padahal visi misinya terlihat lengkap, terutama masalah desa,” jelas Riza.
Ada banyak permasalahan yang bisa dieksplorasi oleh para kandidat mengenai persoalan desa, menurut Riza bukan hanya mengenai dana desa.
“Seperti bagaimana desa menjadi pusat pertumbuhan demi mewujudkan pembangunan dari pinggir,” katanya. Tetapi persoalan itu tidak ada dalam debat.
Dalam debat cawapres 01 Muhaimin Iskandar menjanjikan akan menaikkan anggaran desa menjadi 5 Milyar rupiah jika terpilih, di mana kini rata-rata sebesar 1 milyar per desa.
Cawapres 02 Gibran Rakabuming Raka menjanjikan pembangunan desa dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan yang berfokus pada keberlanjutan program yang ada sebelumnya.
Dan cawapres 03 Mahfud Md menyampaikan membagi program desa menjadi beberapa kategori. Seperti 1 Desa-1 Puskesmas-1 Dokter/Nakes untuk program kesehatan, 1 Desa-1 Lapangan untuk program budaya maju dan sportif, Desa Naik Kelas dan Desa-Kota Tumbuh Bersama untuk program pembangunan ekonomi, serta Desa Mandiri Energi untuk program ekonomi hijau.
Pengaruh Debat ke Pemilih
Pengamat komunikasi politik Universitas Brawijaya Anang Sujoko menilai Debat Keempat Cawapres Pemilu 2024 memberikan pengaruh terhadap pemilih yang belum menentukan pilihan atau undecided voters.
Di Kota Malang, Jawa Timur, Senin, Anang mengatakan para undecided voters tersebut memang tidak secara langsung terpengaruh selama debat keempat itu berlangsung pada Minggu malam (21/1/2024).
"Saya melihat ini akan memiliki signifikansi efek atau dampak; tetapi dampak itu bukan pada tayangan perdebatan, melainkan dengan cuplikan atau potongan video untuk memotret cawapres tertentu," kata Anang.
Dia menjelaskan potongan atau cuplikan video debat tersebut memang memiliki dua sisi, yakni melemahkan dan menguatkan, bagi para cawapres peserta Pilpres 2024, yakni Muhaimin Iskandar, Gibran Rakabuming Raka, dan Mahfud MD.
Menurut Anang, potongan video debat dapat membangun citra tertentu dari masing-masing cawapres hingga memengaruhi undecided voters, termasuk juga pemilih rasional yang bisa berubah pilihan sesuai ide atau gagasan para kandidat atau swing voters.
"Bisa untuk melemahkan, bisa untuk meninggikan; dan itu bisa memengaruhi swing voters atau undecided voters," jelas Anang.
KPU RI telah menetapkan tiga peserta Pilpres 2024, yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD nomor urut 3.
Setelah debat pertama pada 12 Desember 2023, debat kedua pada 22 Desember 2023, dan debat ketiga pada 7 Januari 2024; KPU menggelar debat keempat yang mempertemukan ketiga cawapres.
Tema debat keempat meliputi energi, sumber daya alam (SDA), pangan, pajak karbon, lingkungan hidup, agraria, dan masyarakat adat.