Jejak digital yang terekam setiap kali berselancar di internet membuat pengguna merasa was-was. Jika diakses oleh orang lain, jejak digital dapat dimanfaatkan oleh orang lain.
Pada umumnya, jejak digital sering digunakan sebagai target promosi. Jejak digital juga dapat digunakan untuk bahan profiling yang rawan penyalahgunaan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Sehingga penting untuk menghapus jejak digital.
Lalu, bagaimana caranya? Yuk, simak penjelasan berikut!
1. Hapus atau Nonaktifkan Akun Media Sosial
Menghapus atau menonaktifkan akun media sosial yang tidak terpakai adalah langkah awal yang penting. Pertama, individu perlu mengidentifikasi akun-akun lama yang tidak digunakan lagi, seperti akun di platform yang sudah tidak populer.
Sebelum menghapus, disarankan untuk menghapus semua konten pribadi yang tersimpan pada akun tersebut. Setelah itu, mereka harus mencari opsi untuk menghapus atau menonaktifkan akun yang biasanya tersedia di pengaturan privasi masing-masing platform.
2. Atur Pengaturan Privasi Akun Aktif
Bagi akun media sosial yang masih aktif, penting untuk mengatur pengaturan privasi dengan baik. Mengubah pengaturan audiens menjadi "Hanya Teman" akan membatasi siapa saja yang dapat melihat konten yang diposting.
Selain itu, pengguna juga harus menonaktifkan fitur penandaan otomatis untuk foto dan lokasi. Mereka disarankan untuk meninjau aplikasi pihak ketiga yang terhubung dengan akun media sosial, mencabut akses aplikasi yang tidak relevan atau diperlukan.
3. Bersihkan Riwayat Penjelajahan dan Pencarian
Membersihkan riwayat penjelajahan dan pencarian secara rutin juga tak kalah penting. Pengguna dapat menghapus riwayat dari browser yang mereka gunakan, seperti Chrome atau Firefox, secara berkala.
Mereka juga perlu mengatur agar aktivitas pencarian di Google secara otomatis terhapus setelah waktu tertentu. Untuk menjaga kerahasiaan ketika mencari informasi sensitif, menggunakan mode Incognito saat menjelajah adalah cara yang disarankan.
4. Lindungi Informasi Pribadi di Website Publik
Saat berinteraksi di website publik atau forum, perlindungan terhadap informasi pribadi harus menjadi prioritas. Sebisa mungkin, pengguna disarankan untuk menggunakan nama samaran dan tidak membagikan informasi sensitif seperti alamat rumah, nomor telepon, atau rincian keuangan.
Mereka juga harus selalu meninjau apa yang dibagikan di forum atau situs web untuk memastikan bahwa informasi pribadi tidak terdokumentasi tanpa disadari.
5. Cabut Akses Aplikasi dan Layanan Tidak Perlu
Banyak aplikasi yang terinstal di perangkat mengumpulkan informasi dari penggunanya. Oleh karena itu, penting untuk melakukan tinjauan terhadap izin yang diberikan kepada setiap aplikasi. Pengguna harus menghapus aplikasi yang tidak digunakan lagi untuk mengurangi risiko pembocoran data.
Selain itu, mereka perlu memeriksa pengaturan akun Google atau Apple untuk meninjau aplikasi pihak ketiga mana yang memiliki akses ke data mereka dan mencabut izin untuk aplikasi yang tidak dikenal.
6. Hapus Akun Email Tidak Terpakai
Pengguna perlu mengidentifikasi dan menghapus langganan newsletter yang tidak diperlukan. Menggunakan fitur 'Berhenti Berlangganan' pada email yang tidak diinginkan bisa membantu membersihkan inbox dari informasi yang tidak relevan.
Di samping itu, mempertimbangkan untuk menghapus akun email yang sudah tidak aktif dapat mengurangi potensi kebocoran data. Akun email yang tidak digunakan juga dapat menjadi sumber jejak digital.
7. Gunakan Alat Keamanan dan Privasi Tambahan
Menggunakan alat keamanan dan privasi tambahan dapat memberikan perlindungan lebih terhadap jejak digital. Salah satunya adalah menggunakan VPN yang dapat menyembunyikan alamat IP pengguna dan mengenkripsi lalu lintas internet mereka.
Selain itu, pengguna juga disarankan untuk mempertimbangkan penggunaan aplikasi browser yang lebih aman yang dapat memblokir pelacak dan iklan. Mereka bisa meminta penghapusan data pribadi yang muncul di hasil pencarian Google untuk meminimalkan jejak digital yang dapat diakses publik.
