Belajar Makna Alhamdulillah: Syukur dan Pujian kepada Allah SWT

13 Maret 2024 19:03 WIB

Narasi TV

Belajar Makna Alhamdulillah: Syukur dan Pujian kepada Allah SWT

Penulis: Revi Ekta

Editor: Soni Triantoro

Tentunya semua sudah kerap mendengar dan mengucapkan kata Alhamdulillah saat memperoleh rezeki, kenikmatan, maupun pencapaian tertentu. Jika ditilik secara harfiah, arti dari kata Alhamdulillah adalah ‘’segala puji bagi Allah’’. 

Maksud pujian itu diambil dari kata ‘maddah’ yang berarti ‘’pujian terhadap sesuatu yang tidak hidup’’, misalnya saja pujian terhadap pakaian modis yang sedang dikenakan teman, rumah besar, maupun barang-barang tak bernyawa lainnya. Sedangkan kata ‘ham’ berarti ‘’pujian terhadap sesuatu yang hidup’’.

Setidaknya ada tiga syarat tersendiri dalam melakukan pujian, yakni dilakukan dengan baik, dilakukan secara sadar, dan dilakukan tanpa paksaan. Ada juga kata ‘al’ yang berarti ‘’segala sesuatu’’ atau ‘’semuanya’’. Sehingga apabila kita memuji orang lain, maka kita juga sedang memuji Allah SWT yang memang menghendakinya. 

Kerap juga kita mengucap Alhamdulillah sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Di sini berarti syukur itu utamanya untuk orang yang mendapat nikmat, sedangkan ‘alhm’ sendiri bisa untuk pemberi maupun penerima nikmat dari Allah. 

Uniknya nih, kata Alhamdulillah juga terdapat pada Surah Al-Fatihah yang membuat makna dan penggunaan kata ini semakin kuat dan penting dalam kehidupan sehari-hari, “Hidup ini harus disertai dengan syukuran dan pujian kepada Tuhan karena tidak ada sesuatu yang terjadi dan yang kita nikmati itu kecuali dari Tuhan. Bahkan satu nikmat Tuhan itu sebenarnya boleh jadi tanpa sadar dibarengi dengan nikmat lain,”  pungkas Quraish Shihab. 

Misalnya saat kita bisa makan enak khas Korea, itu adalah bentuk kenikmatan karena kita sehat, kenikmatan karena memiliki cukup uang, kenikmatan karena ada orang lain yang membuatkan dan lain seterusnya. Maka dari itu, kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan, tidak akan mampu menghitung jumlah nikmat yang telah dianugerahkan kepada kita karena saking banyaknya, Alhamdulillah

Selain dalam kondisi baik, orang-orang juga kerap mengucap Alhamdulillah dalam kondisi mendapat musibah, kesulitan, dan sebagainya. Loh kenapa?

Ternyata, apabila kita mengalami satu musibah, maka kita perlu ingat bahwa selalu ada kenikmatan lain yang tanpa sadar masih kita miliki. Misal kita kehilangan uang di kantung celana, maka Alhamdulillah masih ada uang lain yang kita simpan di dompet, di ATM maupun di tempat lain. Pesan Quraish Shihab dalam hal ini ialah, “Salah satu yang meringankan musibah adalah mengingat apa yang masih ada pada anda.” ucapnya. 

Nah, siapa di sini yang sebelum berdoa, mengucap Alhamdulillah terlebih dahulu kepada Allah SWT? Yup, itu adalah perilaku yang benar. 

Dengan mengucap Alhamdulillah sebelum memanjatkan doa, berarti kita telah mengingat segala hal baik yang telah Allah berikan, sebelum memohon dan meminta lebih lagi kepada-Nya. Di akhir doa juga pasti kita mengucap Alhamdulillah kembali sebagai wujud rasa syukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita. Apabila Allah belum memberikan apa yang kita inginkan, kita perlu tetap bersyukur.

Mulai sekarang, yuk perbanyak untuk mengucap Alhamdulillah dalam kondisi apapun agar makin nikmat menjalani puasa di Ramadhan ini. 

Alhamdulillah juga Shihab & Shihab akan selalu hadir setiap hari jelang berbuka puasa untuk kita bersama-sama belajar tentang Kosakata Keagamaan, saksikannya di Indosiar dan Video.com ya. Jangan sampai kelewatan

Alhamdulillah semangat puasanya semua, ingat tinggal 28 hari lagi, hihihi…

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR