Kata apa yang pertama kali keluar dari bibirmu saat menyaksikan sesuatu yang indah atau menakjubkan? Ada yang suka menyebut Subhanallah?
Subhanallah itu diambil dari kata ‘sabha’ yang berarti ‘’menjauh’’. Maka, Subhanallah memiliki makna ‘’Maha Jauh Allah’’. Kata ‘jauh’ di sini berarti bahwa Allah itu jauh dari segala kekurangan yang terbetik dalam benak kita, bahkan jauh juga dari keistimewaan maupun kelebihan yang kita duga.
Misalnya saja bila kita berprasangka buruk kepada Allah, sebetulnya Allah lebih dari yang kita sangka, dan apa bila kita berprasangka baik kepada Allah, maka Allah jauh lebih baik lagi daripada prasangka baik kita. Sederhananya, Allah adalah Yang Maha Sempurna dan tidak ada sedikitpun kekurangan pada-Nya. Dengan kata lain, Allah jauh dari keburukan, subhanallah…
Quraish Shihab bertutur, “Menjauhkan sesuatu yang buruk lebih baik dari menyandarkan sesuatu yang baik. Meninggalkan keburukan itu lebih baik dari pada mengamalkan. Maka Subhanallah ini, itu menetapkan bahwa Tuhan itu tidak seperti yang Anda duga, punya kekurangan, sangat sempurna,” tuturnya.
Supaya tidak salah tempat penggunaan kata Subhanallah, Quraish Shihab memaparkan bahwa kata ini dapat digunakan saat melihat sesuatu yang mengagumkan, yang membuat kita teheran-heran atau bahkan melihat sesuatu yang tidak mungkin atau tidak logis. Sebaliknya, subhanallah sebaiknya tidak diucapkan ketika kita berada di tempat kotor dan lokasi-lokasi yang tidak wajar.
Tidak dianjurkan pula mengucap subhanallah saat ada orang lain yang meminta pertolongan namun kita tidak mau atau tidak mampu membantunya, karena orang lain itu punya harapan besar kepada kita.
Subhanallah tidak hanya kita ucapkan saat melihat hal yang menakjubkan. Toh setiap hari dalam solat, kita kerap bertemu dengan kata ini utamanya saat rukuk dan sujud, Subhaana rabbiyal aziimi wa bihamdihii dan Subhaana rabbiyal a'la wa bihamdihi. Bahkan kalimat ini diucapkan sampai tiga kali dalam setiap rukuk dan sujud. Itu artinya bahwa kita diminta untuk menafikkan hal-hal buruk sekaligus memuji Allah SWT.
Tak heran bahwa nabi menyebut, ada dua kalimat yang ringan diucapkan namun memiliki ganjaran yang sangat besar yakni Subhanallah wa bihamdihi dan Subhanallahil azim. Bahkan di dalam Al-Qur’an juga disebutkan Subhanallah dalam peristiwa Isra Mi’raj. Kala itu, Nabi Muhammad SAW diberangkatkan oleh Allah SWT dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu dinaikkan ke langit hingga ke Sidratul Muntaha, tempat tertinggi, hanya dalam satu malam, subhanallah…
Jadi itulah makna, arti dan pengamalan yang dapat digunakan saat mengucap kata subhanallah. Masih banyak kosakata keagamaan yang akan dibahas bareng Shihab & Shihab selama bulan Ramadhan. Pastikan kamu mengikuti terus tayangannya dan artikel-artikelnya untuk menambah wawasan keislaman kamu.
Selamat menunaikan ibadah puasa, semangat tinggal 27 hari lagi.
