Kisah Nabi Nuh AS: Tidak Ada Paksaan dalam Agama

27 Maret 2023 01:03 WIB

Narasi TV

Abi Quraish Shihab & Najwa Shihab

Penulis: Bima Nur M.R.

Editor: Soni Triantoro

Hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana dan keinginan kita. Seringkali, sabar dan gigih jadi dua sifat yang perlu kita tanamkan. Kesabaran dalam menghadapi, dan kegigihan untuk memperbaiki situasi.

Kedua sifat tersebut dapat kita teladani bersama dalam kisah Nabi Nuh AS. Quraish Shihab berpendapat bahwa sabar dan gigih adalah salah dua dari keistimewaan Nabi Nuh AS yang juga menjadi Rasul pertama.

“Kesabaran dan kegigihannya [Nabi Nuh AS] diceritakan dalam Al-Qur’an, bahwa dia berdakwah selama 950 tahun, yang beriman hanya sedikit sekali. Menurut riwayat hanya 81 orang,” ujar Quraish Shihab. “Walaupun ada bahasan tahun itu berapa lama ketika itu karena jumlah hari-hari dalam setahun itu berbeda-beda. Ada yang menganggap bahwa 950 tahun itu [merujuk pada] musim. Jadi, berarti hanya sekitar 250.”

Tidak Ada Paksaan Dalam Agama

Kita mungkin sudah pernah mendengar bagaimana anak dan istri Nabi Nuh AS sendiri tidak mengikuti ajaran yang diamalkan olehnya. Bagi Quraish Shihab, ini merupakan sebuah pertanda bahwa menganut agama bukanlah sesuatu yang dapat dipaksakan.

“Itu isyarat juga bahwa sebenarnya menganut agama itu tidak boleh dipaksakan. Alangkah cintanya Nabi Nuh AS pada anaknya, tapi anaknya dia tidak paksakan untuk memeluk agama. Tidak ada paksaan dalam agama” terang Quraish Shihab.

Bukankah Allah SWT yang Dapat Membuat Orang Beriman?

Kesabaran dan kegigihan Nabi Nuh AS dalam berdakwah seharusnya mengundang decak kagum. Namun, ini juga membuka ruang bagi pertanyaan baru: “bukankah Allah SWT memiliki kuasa dalam membalikkan hati manusia agar beriman?”

Pertanyaan ini coba dijawab oleh Quraish Shihab dengan menjelaskan, kehendak Allah SWT terdiri dari dua macam, “Ada kehendak yang dipaksakan-Nya harus begini. Misalnya, mati, kita belum mau mati tapi Tuhan paksakan harus mati. Tapi, ada kehendak-Nya di mana manusia diberi kemampuan untuk memilih. Di situ Ia mengatakan ‘siapa yang mau beriman, silahkan beriman. Siapa yang kafir, silahkan kafir,” terang Quraish Shihab.

Akhlak, Moral, dan Hukum Dalam Agama

Bencana penenggelaman yang terjadi dalam kisah Nabi Nuh AS bukanlah tanpa sebab. Saat itu Nabi Nuh AS sendiri yang memohon kepada Tuhan dalam doa-nya agar manusia dibinasakan. 

Pertanyaannya, “dapatkah kita berdoa untuk membinasakan orang?”

Quraish Shihab menjelaskan, dalam ajaran agama terdapat akhlak, moral, dan hukum. “Kalau kita berbicara tentang akhlak, jangan doakan kebinasaan orang. Doakan keselamatannya. Itu yang sering dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW walaupun kepada orang-orang yang melakukan kesalahan terhadapnya. Tapi, dari segi hukum bisa saja.” 

Mau tahu lebih banyak tentang kisah-kisah lainnya?

Saksikan Shihab & Shihab edisi Ramadan berikutnya, tayang setiap hari jelang waktu berbuka puasa di Indosiar dan Vidio.com. setiap harinya, Shihab & Shihab menemani kamu menantikan waktu berbuka puasa dengan dialog antara Quraish Shihab dan Najwa Shihab membahas kisah-kisah menarik dan berharga dalam Al-Qur’an.

Sampai jumpa menjelang waktu berbuka!

***

Baca Al-Quran Online 30 Juz, dengan Terjemahan Bahasa Indonesia, Latin, Tanda Waqaf & Tafsir Ayat dengan lengkap, mudah dan praktis hanya di Narasi Ramadan.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR