Advertisement

Mengenal Al-Qayyum: Yang Maha Bijaksana - Edisi Asmaul Husna

23 March 2025 20:02 WIB

thumbnail-article

Dokumentasi Shihab & Shihab | Narasi .

Penulis: Revi P. Ekta

Editor: Soni Triantoro

Allah SWT jelas lain dengan manusia. Manusia diciptakan oleh campur tangan Tuhan, sebaliknya Tuhan tidak membutuhkan manusia dalam penciptaan-Nya. 

Hal ini tercermin dari nama Allah Al-Qayyum berarti Yang Maha Berdiri Sendiri. Kata Al-Qayyum menurut Quraish Shihab berasal dari kata “qoma” yang artinya berdiri. Berdiri dimaknai tegak lurus atau memiliki sikap sempurna. Allah Al-Qayyum, dapat diartikan juga bahwa Allah itu melakukan segala hal berulang-ulang secara terus menerus sehingga menciptakan hasil yang sempurna sesuai yang dibutuhkan oleh umat-Nya. 

Allah SWT berfirman:

يَسْـَٔلُهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ  كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِيْ شَأْنٍۚ

 

Siapa yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap hari Dia menangani urusan. (Q.S. Ar-Raḥmān: 29)

 

Dari potongan ayat di atas, jelas bahwasanya Allah begitu sibuk menangani segala urusan. Mulai dari memberi apa yang diminta oleh umat-Nya, juga memberi tanpa diminta–karena Allah tahu yang kita butuhkan. Bahkan, Allah hingga saat ini masih menciptakan makhluk-makhluk yang belum kita ketahui, namun dengan maksud dan tujuan tertentu, misalnya saja virus corona. 

Allah Al-Qayyum berarti Allah tidak membutuhkan siapa-siapa, bahkan untuk diri-Nya sendiri, karena Dia adalah zat Yang Maha Sempurna. Lalu mengapa Allah meminta kita untuk beribadah dan berdoa? Pahamilah bahwa ibadah dan doa yang kita panjatkan itu semata-mata adalah untuk diri kita sendiri. Quraish Shihab berkata, “Seandainya seluruh makhluk ini sejak awal sampai akhir menyembah Allah, tidak setetes pun dari penyembahan mereka itu yang kembali kepada kemaslahatan Tuhan,” ucapnya. 

Ada istilah ‘’beribadah hanya untuk Allah’’. Contohnya tentang berpuasa. Ibadah puasa jadi satu-satunya ibadah tersembunyi, karena kita tidak mengetahui dari mana orang itu sedang berpuasa. Ini menandakan bahwa ada ketulusan dari dalam dirinya, dan kita tidak peduli apapun selain Tuhan. 

Tentu sebagai manusia, kita ingin meneladani nama Allah Al-Qayyum, yakni dengan cara menjadi mandiri atau berdiri dan bertanggung jawab atas diri sendiri tanpa mengandalkan orang lain. Meski tidak dapat dimungkiri bahwa kita tetap memerlukan orang lain, namun kita perlu mengupayakan sendiri terlebih dahulu. Tapi perlu diingat dalam praktiknya kita juga perlu mengaitkan diri pada Allah SWT. 

Sebagai penutup, kita bisa mengamalkan doa ini selama bulan Ramadan, “Wahai Yang Maha Hidup, Yang Maha Berdiri Sendiri, Aku bermohon rahmat-Mu, aku berlindung dari segala siksa, jangan biarkan Aku sendiri tanpa bimbingan-Mu walau sesaat.”. 

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement