Advertisement

Mengenal Ash-Shamad: Yang Maha Dibutuhkan - Edisi Asmaul Husna

24 March 2025 20:06 WIB

thumbnail-article

Dokumentasi Shihab & Shihab | Narasi .

Penulis: Revi P. Ekta

Editor: Soni Triantoro

Allah SWT berfirman:

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ 

اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa. 

Allah tempat meminta segala sesuatu.

(Q.S. Al-Ikhlāṣ: 1)

 

Tentu kamu sudah tidak asing dengan potongan surah pendek satu itu, yup! Surah Al-Ikhlas. Ada satu kata yang menjadi salah satu nama Allah yakni Ash-Shamad. Uniknya kata Ash-Shamad ini hanya satu kali muncul dalam Al-Qur’an yakni di Surah Al-Ikhlas saja. Lalu apa makna kata tersebut? Mari kita ulas. 

Menurut Quraish Shihab, jika dilihat dari segi bahasa, maka Ash-Shmad memiliki dua arti, yang pertama yakni tumpuan, harapan, tegas, bertahan pada kebenaran. Arti yang kedua yaitu sesuatu yang tidak memiliki rongga, tidak memiliki pori-pori, utuh, dan padat. Allah tidak berongga, artinya Allah tidak makan, tidak minum, tidak melahirkan, bahkan tidak berkeringat. 

Di sisi lain, Allah itu sedemikian padat dan kokoh sehingga dapat menjadi tumpuan harapan. Jelas ini berbeda jauh dengan manusia. 

Pembelajaran dari nama Allah Ash-Shamad, kita diminta untuk bisa menjadi seseorang yang dibutuhkan bagi seluruh makhluk Tuhan, dalam hal ini sesama manusia, hewan bahkan tumbuhan. 

Kita tentu tidak bisa menyamakan diri dengan Allah Ash-Shamad, namun kita memaksimalkan kemampuan yang kita miliki meliputi akal, pikiran, hati, jasmani, dan rohani untuk mencapai tujuan tertentu. Tapi ingatlah, bahwa tetap ingat Allah SWT meskipun kita telah berusaha untuk jadi manusia yang dibutuhkan. 

Menurut Quraish Shihab, apabila kita mampu menjadi seseorang yang dibutuhkan, maka jangan merasa bahwa kita tidak butuh orang lain yang mungkin derajatnya di bawah kita. Sejatinya kita akan selalu butuh hubungan maupun kerjasama dengan antar beragam golongan. Kesadaran ini, tentunya diharapkan supaya kita terhindar dari sifat sombong. 

Selama proses mengupayakan untuk bisa menjadi orang yang dibutuhkan, sadarlah bahwa segala pencapaian atau hasilnya merupakan anugerah dari Allah SWT yang senantiasa membantu.

Berikut doa yang disematkan Quraish Shihab kepada kita, “Ya Allah, Yang Maha Esa, Yang Maha Dibutuhkan, kepada-Mu terarah seluruh harapan, di sisi-Mu terhenti seluruh doa. Maka kabulkanlah harapan kami, terimalah doa kami dan jadikanlah kami orang-orang yang selalu dekat kepada-Mu.” 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement