Siapa Takut Beda, Ini Negeri Anak Muda

Menjaga tutur merawat akur. Sebuah kalimat yang kami harap tidak dimaknai sebagai undangan untuk bungkam, memilih pasif demi keteraturan. Toh apa yang mempersatukan tak selalu yang indah dan menyenangkan. Kita bisa dipersatukan bahkan oleh permasalahan.

Menyepakati perbedaan memang tidak gampang. Bukan watak yang tumbuh secara instan. Butuh "toleransi", sebuah kata yang seperti lalat, terdengar gaungnya tapi tak selalu kita raih wujudnya. Toleransi harus dialami dan dirasakan, tak sebatas diajarkan atau disosialisasikan.

Menjaga tutur, merawat akur dimulai dengan sederhana, menyadari ada sejuta fakta yang tak bisa dilihat hanya dari sepasang mata. Kita butuh sepasang mata yang masih jernih, tidak dilelahkan oleh perbedaan. Apa yang terlihat dari mata itu adalah dunia sebagai jutaan kemungkinan, sebagai kesempatan merayakan keberagaman.

KOMENTAR

SELANJUTNYA

TERPOPULER