Perayaan ulang tahun ke-13 Mata Najwa bertajuk “Bergerak, Bergerak, Berdampak" yang diselenggarakan di Graha Bhakti Budaya, Jakarta pada Minggu (19/11/2023) menyoroti isu penting menjelang Pemilu 2024.
Dalam segmen "Ini Cara Kita Peduli Politik", topik yang dibahas adalah keharusan Pemilu 2024 bebas dari intervensi dan pentingnya netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN).
Afutami, narasumber dari organisasi Bijak Memilih, mengangkat isu netralitas ASN.
Dia menekankan bahwa sikap netral seseorang sering bergantung pada posisi yang dipegang.
"Kan ruang ekspresi itu ada banyak, kita ga akan bisa kontrol, di ruang ruang di sini, ruang di sana, dan sebagainya. Tapi semua dari kita kan pasti punya hati nurani, perangkat sipil lainnya juga sama punya hati nurani," jelas Afutami, menyoroti kompleksitas isu tersebut.
Andovi da Lopez, salah satu host acara tersebut, menambahkan pendapat pribadinya, "Saya setuju ASN netral, seharusnya ya. Mama kita, selama 33 tahun mengabdi sebagai abdi negara, sebagai seorang diplomat, juga menunjukkan netralitas itu."
Jovial da Lopez kemudian bertanya kepada ibunya, "Mama, apakah ASN harusnya netral di setiap pemilu?"
Ibu mereka menjawab, "Iya netral. Berdasarkan pengalaman, ada yang memilih juga. Who knows di ruang pemilihan, kita ga pernah tahu kan."
Acara ini tidak hanya merayakan perjalanan "Mata Najwa" selama 13 tahun, tetapi juga menjadi forum penting untuk mendiskusikan prinsip demokrasi dan netralitas ASN dalam konteks pemilu yang akan datang di Indonesia.
