Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memiliki dua jenis fasilitas kesehatan yang diberikan kepada peserta, yakni Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).
FKTP berfungsi sebagai langkah awal bagi peserta BPJS untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Fasilitas kesehatan (faskes) ini meliputi puskesmas, klinik, serta dokter umum yang memberikan pelayanan dasar kepada masyarakat.
Jika dibutuhkan penanganan lebih lanjut, faskes tingkat pertama dapat memberikan rujukan kepada pasien untuk berobat di rumah sakit yang dapat menangani kondisi medis lanjutan, yang disebut sebagai faskes tingkat kedua atau FKRTL.
Namun, tidak semua penyakit dapat dirujuk langsung ke FKRTL. Beberapa penyakit harus diperiksakan terlebih dahulu di FKTP yang tempat peserta BPJS Keanggotaan terdaftar sebagai anggota.
Penanganan penyakit yang ringan dan tidak memerlukan perawatan rumah sakit diharapkan dapat diselesaikan di FKTP. Sistem ini dirancang agar peserta memperoleh penanganan medis yang tepat sesuai dengan tingkat keparahan penyakit.
Dengan mengoptimalkan diagnosa di tingkat pertama, diharapkan dapat mengurangi beban FKRTL dan memberikan akses yang lebih cepat bagi pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut.
Kendati demikian, jika terjadi kondisi medis yang mengharuskan untuk ditangani di FKRTL seperti rumah sakit, maka rujukan akan tetap diberikan.
Untuk itu, peserta BPJS Kesehatan perlu memahami daftar penyakit yang tidak dapat dirujuk langsung ke FKRTL.
Daftar penyakit yang tidak bisa dirujuk ke FKRTL
-
Aborsi spontan komplit
-
Abses folikel rambut/kelenjar sebasea
-
Acne vulgaris ringan
-
Alergi makanan
-
Anemia defisiensi besi
-
Anemia defisiensi besi pada kehamilan
-
Askariasis
-
Asma bronkial
-
Astigmatisme ringan
-
Benda asing di hidung
-
Benda asing di konjungtiva
-
Blefaritis
-
Bronkitis akut
-
Buta senja
-
Cutaneus larva migran
-
Defisiensi mineral
-
Defisiensi vitamin
-
Demam dengue, DHF
-
Demam tifoid
-
Dermatitis atopik (kecuali recalcitrant)
-
Dermatitis kontak iritan
-
Dermatitis numularis
-
Dermatitis perioral
-
Dermatitis seboroik
-
Diabetes mellitus tipe 1
-
Diabetes mellitus tipe 2
-
Disentri basiler, disentri amuba
-
Dislipidemia
-
Eksantemapous drug eruption, fixed drug eruption
-
Episkleritis
-
Epistaksis
-
Erisipelas
-
Eritrasma
-
Faringitis
-
Filariasis
-
Fimosis
-
Folikulitis superfisialis
-
Furunkel pada hidung
-
Furunkel, karbunkel
-
Gangguan somatoform
-
Gastritis
-
Gastroenteritis (termasuk kolera, giardiasis)
-
Gonore
-
Hemoroid grade 1/2
-
Hepatitis A
-
Herpes simpleks tanpa komplikasi
-
Herpes zoster tanpa komplikasi
-
Hidradenitis supuratif
-
Hipermetropia ringan
-
Hipertensi esensial
-
Hiperurisemia
-
Hipoglikemia ringan
-
HIV/AIDS tanpa komplikasi
-
Hordeolum
-
Impetigo 105
-
Infeksi pada umbilikus
-
Infeksi saluran kemih
-
Infeksi saluran kemih bagian bawah
-
Insomnia
-
Intoleransi makanan
-
Kandidiasis mukokutan ringan
-
Kandidiasis mulut
-
Kehamilan normal
-
Kejang demam
-
Kekerasan tajam
-
Kekerasan tumpul
-
Keracunan makanan
-
Konjungtivitis
-
Laringitis
-
Lepra
-
Leptospirosis (tanpa komplikasi)
-
Limfadenitis
-
Lipoma
-
Luka bakar derajat 1 dan 2
-
Mabuk perjalanan
-
Malaria
-
Malnutrisi energi protein
-
Mastitis
-
Mata kering
-
Miliaria
-
Miopia ringan
-
Moluskum kontagiosum
-
Morbili tanpa komplikasi
-
Napkin eczema
-
Obesitas
-
Otitis eksterna
-
Otitis media akut
-
Parafimosis
-
Parotitis
-
Pedikulosis kapitis
-
Pedikulosis pubis
-
Penyakit cacing tambang
-
Perdarahan subkonjungtiva
-
Pertusis
-
Pielonefritis tanpa komplikasi
-
Pitiriasis rosea
-
Pitiriasis versikolor
-
Pneumonia, bronkopneumonia
-
Presbiopia
-
Puting susu pecah-pecah (cracked nipple)
-
Puting susu terbalik (inverted nipple)
-
Reaksi anafilaktik
-
Reaksi gigitan serangga
-
Refluks gastroesofagus
-
Rhinitis akut
-
Rhinitis alergika
-
Rhinitis vasomotor
-
Ruptur perineum tingkat 1/2
-
Sakit kepala tegang (tension headache)
-
Salpingitis
-
Serumen prop
-
Sifilis stadium 1 dan 2
-
Sindrom duh (discharge) genital (gonore dan non-gonore)
-
Skabies
-
Skistosomiasis
-
Skrofuloderma
-
Strongiloidiasis
-
Taeniasis
-
Tinea barbe
-
Tinea corporis
-
Tinea cruris
-
Tinea facialis
-
Tinea kapitis
-
Tinea manus
-
Tinea pedis
-
Tinea unguium
-
Toeniasis
-
Tonsilitis
-
Trikiasis
-
Tuberkulosis paru tanpa komplikasi
-
Ulkus mulut (aftosa, herpes)
-
Ulkus pada tungkai
-
Urtikaria akut
-
Vaginitis
-
Vaginosis bakterialis
-
Varicella tanpa komplikasi
-
Vertigo posisi paroksismal jinak (Benign Paroxysmal Positional Vertigo)
-
Veruka vulgaris
-
Vulnus laceratum, punctum
-
Vulvitis
