Ketika menjalankan ibadah puasa, salah satu hal penting adalah memastikan tubuh tidak mengalami dehidrasi. Kendati tak boleh makan-minum seharian, dehidrasi masih bisa dihindari.
Dehidrasi merupakan kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan dibandingkan dengan yang diambil.
Gejala dehidrasi bisa berkisar dari yang ringan hingga yang berat. Gejala ringan biasanya mulai dengan rasa haus, mulut kering, dan kelelahan.
Jika tidak segera ditangani, gejala dapat berkembang menjadi pusing, sakit kepala, dan konsentrasi yang menurun. Dalam kondisi yang lebih parah, seseorang dapat mengalami kebingungan, detak jantung yang cepat, dan bahkan pingsan.
Akan tetapi, seharian tak makan dan minum bukan berarti tubuh riskan mengalami dehidrasi. Sejumlah cara berikut bisa kamu terapkan untuk memastikan ibadah puasamu tetap menyehatkan.
1. Atur asupan cairan dengan pola minum efektif
Salah satu cara terbaik untuk menjaga hidrasi selama puasa adalah dengan menerapkan pola minum yang teratur, yaitu 2-4-2.
Sistem ini meliputi dua (2) gelas air setelah sahur, empat (4) gelas air setelah berbuka puasa, dan dua (2) gelas air sebelum tidur. Dengan cara ini, kebutuhan cairan akan terpenuhi sepanjang malam hingga sahur.
Kebiasaan pola minum yang dikonsumsi tersebut akan membantu tubuh menyerap cairan tanpa merasa tertekan, sekaligus menjaga sistem pencernaan tetap optimal.
2. Pilih minuman sehat dan tepat
Mengonsumsi air mineral/air putih dalam jumlah yang mencukupi sangat penting untuk menjaga kesehatan karena fungsinya sebagai penyeimbang elektrolit.
Manfaat air mineral tersebut sangat dianjurkan dalam kondisi puasa. Ketika melaksanakan puasa, disarankan untuk mengonsumsi 2-3 liter air setiap hari yang setara dengan 8 gelas.
Jika ingin alternatif dari air mineral, kita bisa mengonsumsi infused water yang terbuat dari air yang dicampur berbagai buah segar menawarkan rasa yang menyegarkan dan kaya nutrisi.
Jus buah yang tidak ditambah gula juga dapat menjadi alternatif untuk memenuhi cairan, terutama saat berbuka. Namun, konsumsi jus harus diatur agar tidak berlebihan, khususnya untuk menjaga kadar gula.
Jika tidak, kita juga bisa mengonsumsi air kelapa yang bermanfaat untuk menggantikan elektrolit yang hilang selama puasa.
3. Makan makanan bantu hidrasi tubuh
Meskipun air merupakan sumber hidrasi tubuh, kita juga bisa memanfaatkan makanan-makanan tertentu untuk membantu proses hidrasi.
Salah satu jenis makanan yang bisa membantu proses hidrasi adalah buah dan sayuran dengan kadar air yang tinggi, seperti semangka, mentimun, dan jeruk.
Mengonsumsi makanan tersebut saat sahur dan berbuka dapat memberikan tambahan cairan yang sangat dibutuhkan.
Makanan yang kaya akan protein juga penting di saat sahur dan berbuka, namun perlu diimbangi dengan asupan cairan yang cukup. Konsumsi air yang cukup setelah mengonsumsi makanan tinggi protein akan membantu mencegah dehidrasi.
4. Aktivitas fisik dan istirahat yang seimbang
Meskipun puasa berarti tidak mengonsumsi sumber energi seharian penuh, namun bukan berarti puasa membuat kita tak melakukan aktvitas fisik sama sekali.
Aktivitas fisik tetap perlu dilakukan selama puasa, namun kita harus memperhatikan istirahat ketika melakukan aktivitas.
Hal tersebut dikarenakan kelelahan dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Individu perlu memastikan mereka mendapatkan tidur yang berkualitas dan cukup untuk mendukung aktivitas harian.
Aktivitas seperti olahraga juga bukan berarti sepenuhnya dihentikan selama puasa. Ketika menjalankan puasa, kegiatan olahraga sebaiknya dilakukan dengan intensitas ringan demi mencegah dehidrasi.
5. Jaga keseimbangan nutrisi
Setelah seharian berpuasa, bukan berarti kita dapat makan dengan sembarangan ketika buka puasa.
Meskipun seharian menahan haus dan lapar, bukan berarti kita bisa kalap makan dan minum apapun ketika berbuka dan sahur.
Satuu hal yang penting ketika santap berbuka dan sahur adalah memastikan tercukupinya keseimbangan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Keseimbangan nutrisi dapat mencegah tubuh mengalami dehidrasi ketika berpuasa.
Mulailah merencanakan menu sahur dan berbuka dengan asupan gizi yang seimbang. Ada baiknya menghindari konsumsi makanan manis dan berlemak berlebihan saat berbuka, sementara sahur harus mengandung cukup nutrisi untuk bertahan seharian.
