Kasus penipuan travel haji dan umroh masih marak terjadi di Indonesia, terbaru kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang perjalanan ibadah umrah dengan total kerugian mencapai Rp12,14 miliar oleh PT Khazanah Tamma Internasional (Hanania Group).
Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengungkap dana jemaah digunakan tersangka untuk kepentingan lain.
“Tersangka diduga menggunakan dana jemaah untuk menutupi permasalahan keuangan dan digunakan untuk kepentingan lain di luar kepentingan jemaah korban,” kata Iman di Polda Metro Jaya, Selasa, 02 Juni 2026.
Kombes Pol Iman Imanuddin juga mengungkapkan modus yang digunakan pelaku untuk menggelapkan dana jemaah umrah. Travel tersebut diduga menawarkan paket umrah dengan harga bervariasi melalui media sosial hingga akhirnya sejumlah jemaah gagal berangkat.
Tips Hindari Penipuan Travel Haji dan Umrah
Untuk bisa terhindar dari kasus serupa, Kamu dapat mengetahui terlebih dahulu bentuk-bentuk kedoknya. Berikut penjelasan tentang tips hindari penipuan travel haji dan umroh
Memastikan Legalitas dan Kredibilitas Agen Travel
Salah satu langkah utama yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa agen travel yang akan dipilih memiliki legalitas resmi sebagai Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Hal ini dapat dilakukan dengan memeriksa izin resmi melalui situs SATU HAJI, yang merupakan Sistem Aplikasi Terpadu Umrah dan Haji yang dikelola oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj). Calon jemaah dapat melihat secara transparan status izin, nomor surat keputusan (SK), akreditasi, serta masa berlaku dari suatu travel umrah.
Selain memastikan legalitas secara administratif, calon jemaah juga wajib mengecek keberadaan kantor fisik agen travel tersebut. Keberadaan kantor fisik yang jelas menjadi indikasi operasional yang kredibel dan bertanggung jawab. Selain itu, sejarah operasional agen travel yang berjalan minimal dua tahun memberikan jaminan bahwa travel tersebut telah melewati proses pengelolaan dan layanan yang konsisten.
Poin penting lain yang perlu diwaspadai adalah penawaran paket umrah dengan harga yang terlalu murah dan tidak masuk akal. Harga yang jauh di bawah standar biasanya menimbulkan risiko pelayanan buruk hingga kemungkinan penipuan. Oleh sebab itu, harga murah harus dilihat dengan penuh kehati-hatian, dan calon jemaah perlu membandingkan paket dari beberapa travel untuk mendapatkan gambaran yang realistis.
Menilai Reputasi dan Ulasan Agen Travel
Reputasi agen travel merupakan indikasi penting bagi calon jemaah untuk menilai kualitas dan kredibilitas layanan yang diberikan. Menelusuri testimoni dan ulasan dari jemaah yang pernah menggunakan jasa agent travel tersebut adalah langkah yang tidak boleh diabaikan. Google Reviews dan media sosial menjadi platform yang sangat berguna untuk mendapatkan informasi mengenai pengalaman nyata dari pengguna sebelumnya.
Rekomendasi dari keluarga atau kerabat yang telah memiliki pengalaman menunaikan ibadah haji atau umrah juga menjadi acuan yang dapat dipercaya. Rekomendasi langsung dari orang yang dikenal tentu memberikan keyakinan lebih karena berasal dari sumber yang sudah teruji.
Calon jemaah juga dianjurkan untuk memeriksa daftar travel yang bermasalah, yang biasanya dirilis oleh Kemenhaj. Daftar ini berisi agen-agen travel yang pernah bermasalah atau bahkan terindikasi melakukan penipuan sehingga masuk dalam kategori agen ilegal. Memeriksa daftar tersebut dapat menghindarkan jemaah dari risiko besar saat menggunakan jasa travel yang tidak aman.
Memeriksa Dokumen dan Rincian Biaya secara Teliti
Sebelum menyetujui paket umrah, calon jemaah harus mendapatkan rincian biaya secara terperinci. Hal ini mencakup biaya visa, tiket pesawat, akomodasi hotel, konsumsi selama perjalanan, serta transportasi lokal. Semua rincian ini harus disertai dengan bukti reservasi hotel dan jadwal keberangkatan yang jelas dan lengkap. Transparansi dalam hal dokumen pendukung ini penting untuk menghindari biaya tersembunyi atau perubahan harga yang tidak masuk akal.
Perjanjian kontrak juga harus diperiksa secara teliti, terutama bagian klausul yang mengatur mengenai pengembalian dana (refund) dan cakupan asuransi. Klausul refund sangat penting karena memberi perlindungan terhadap pembatalan dan kerugian yang mungkin terjadi. Pembayaran disarankan agar dilakukan melalui rekening resmi perusahaan travel sehingga rekam jejak transaksi tetap tercatat dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Seluruh bukti pembayaran dan dokumen yang berkaitan harus disimpan dengan baik. Dokumen ini menjadi bukti yang diperlukan jika terjadi sengketa atau pelanggaran kontrak oleh penyelenggara travel.
Memilih Paket dan Layanan yang Profesional
Calon jemaah harus memastikan bahwa travel yang dipilih menyediakan layanan yang profesional dan sesuai standar. Salah satu indikator profesionalitas travel adalah keberadaan pembimbing ibadah (muthawwif) yang bersertifikat. Pembimbing ibadah yang memiliki kompetensi dan sertifikasi resmi akan memberikan bimbingan yang tepat dan membantu kelancaran ibadah selama di tanah suci.
Selain itu, akomodasi yang ditawarkan harus layak dan sesuai dengan standar kenyamanan yang wajar, serta jadwal keberangkatan yang pasti harus disusun secara transparan. Kejelasan jadwal ini penting untuk menghindari penundaan keberangkatan yang dapat merugikan jemaah.
Sebelum memilih paket dari satu travel, disarankan untuk membandingkan beberapa paket dari beberapa agen travel terpercaya. Perbandingan ini membantu calon jemaah mendapatkan keuntungan terbaik baik dari segi biaya, pelayanan, maupun fasilitas yang akan didapatkan.
Langkah Melapor Penipuan atau Pelanggaran Travel
Ketika mengalami atau menemukan indikasi penipuan atau pelanggaran oleh agen travel umrah, penting untuk segera melapor ke pihak yang berwenang agar tindakan cepat dapat dilakukan. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) menyediakan kanal resmi pengaduan yang bisa diakses masyarakat.
Pengaduan dapat disampaikan melalui email di alamat [email protected] atau melalui WhatsApp di nomor +6282311014646. Pada saat melapor, sangat dianjurkan untuk melengkapi bukti dan dokumentasi pendukung, seperti foto kontrak, bukti pembayaran, pesan elektronik, atau bukti lain yang relevan untuk memperkuat laporan.
Penggunaan saluran resmi ini sangat penting agar penyelesaian masalah dapat berjalan secara profesional dan tuntas. Laporan yang masuk juga membantu Kemenhaj dalam mengawasi dan menindak agen travel yang tidak taat aturan serta melindungi masyarakat dari praktik penipuan yang merugikan.
