Advertisement

6 Fakta Menarik Di Balik Produksi Film Perang Kota

24 April 2025 11:15 WIB

thumbnail-article

atum, Jerome Kurnia dan Chicco Jerikho membintangi film "Perang Kota" karya sutradara Mouly Surya. (Instagram/@cinesurya) .

Penulis: Kitin Aprilia

Editor: Kitin Aprilia

Film Perang Kota merupakan karya terbaru dari sutradara Mouly Surya yang telah berhasil menarik perhatian banyak penonton di Indonesia. Film ini terinspirasi dari novel klasik Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis.

Dalam film ini, Mouly Surya menghadirkan sisi kemanusiaan di tengah konflik urban yang penuh dengan dilema moral. Para pemeran utama terdiri dari para aktor terkenal seperti Chicco Jerikho, Ariel Tatum, dan Jerome Kurnia yang masing-masing memberikan warna tersendiri dalam cerita.

Yuk, intip fakta-fakt menarik dari film yang akan tayang 30 April ini!

1. Proses Casting yang Menarik oleh Jerome Kurnia

Proses casting untuk Perang Kota menjadi sorotan karena melibatkan pencarian yang cukup unik. Jerome Kurnia, yang memerankan karakter Hazil, memperoleh tawaran peran melalui pesan langsung di Instagram.

Menariknya, Jerome sempat menunda balasan terhadap tawaran tersebut, berusaha terlihat “jual mahal”. Namun, ia hanya mampu bertahan selama dua menit sebelum akhirnya mengonfirmasi ketertarikan dan menerima tawaran peran yang sangat berharga ini.

Proses casting untuk film ini sendiri berlangsung selama tujuh tahun. Hal ini mencerminkan dedikasi yang tinggi dari tim produksi dalam memilih pemeran yang tepat agar bisa memberikan penampilan terbaik di layar lebar.

2. Keinginan Lama Chicco Jerikho

Chicco Jerikho adalah salah satu aktor yang sangat mengagumi Mouly Surya. Chicco mengungkapkan bahwa saat menonton film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak, ia merasakan keinginan yang mendalam untuk terlibat dalam proyek Mouly Surya.

Ketika akhirnya ia ditawari peran sebagai Isa, impiannya tersebut menjadi kenyataan dan menambah semangatnya dalam berakting. Momen tersebut tak hanya menjadi impian yang terwujud, tetapi juga menciptakan sinergi kreatif yang kuat antara keduanya

Dalam Perang Kota, Chicco mengambil peran sebagai Isa yang merupakan karakter kompleks dan menantang. Dengan pengalaman dan kedalaman emosional yang dimiliki, ia dipastikan mampu menghidupkan karakter tersebut dengan baik.

3. Reaksi Ariel Tatum saat Diterima Casting

Ariel Tatum, salah satu pemeran utama lainnya yang berperan sebagai Fatimah, menunjukkan reaksi emosional yang kuat saat ia menerima tawaran untuk bermain dalam film ini. Ia tidak dapat menahan air mata bahagianya ketika mengetahui bahwa ia akan berkesempatan berkolaborasi dengan Mouly Surya.

Ariel mengungkapkan bahwa ia sudah lama mengagumi karya-karya Mouly Surya. Kesempatan ini membuatnya merasa bersyukur dan bangga dapat terlibat dalam proyek yang begitu penting.

Bergabungnya Ariel dalam Perang Kota bukan hanya sekadar peran, tetapi juga kesempatan untuk belajar dan berkembang sebagai seorang seniman. Keterlibatannya diharapkan bisa membawa nuansa baru dalam film tersebut.

4. Karakter Kompleks Isa dan Permainan Biolanya

Chicco Jerikho menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam persiapan perannya sebagai Isa. Ia harus belajar bermain biola dari nol untuk menyatu dengan karakter yang ia mainkan. Ini menjadi bukti bagaimana pelaku seni harus berusaha keras untuk menjadikan karakternya lebih autentik.

Chicco bahkan mengakui kesulitan yang dihadapi saat belajar alat musik tersebut. Meskipun diawali dengan hasil yang kurang memuaskan, ia tidak patah semangat dan terus berlatih demi memberikan penampilan terbaik.

Perlahan namun pasti, latihan rutin Chicco mulai membuahkan hasil. Kemampuannya dalam bermain biola semakin meningkat dan hal ini diharapkan memberikan kontribusi signifikan pada penampilannya dalam film. Dengan dedikasi dan upaya yang tinggi, Chicco berusaha untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin demi menyajikan karakter yang mendalam dan berkesan.

5. Penggunaan Layar Format 4:3

Mouly memutuskan menggunakan layar dengan format 4:3 untuk film ini. Alasannya, Mouly ingin fokus pada karakter-karakter yang ada di dalam film ini. Dengan format ini dia merasa fokus penonton akan terjaga tanpa terganggu oleh elemen set yang rumit.

Format ini juga dirasa dapat menggambarkan gejolak kota Jakarta pada tahun 1946 yang merupakan latar dari film ini.

6. Tayang Juga di Luar Negeri

Tak hanya tayang di Indonesia, film ini juga akan tayang di Belanda, Belgia, dan Luksemburg pada 17 April 2025.

Proses pengerjaannya sendiri melibatkan tim dari tiga negara, yakni Amerika, Indonesia, dan Belanda. Sedangkan, proses audionya sendiri dikerjakan di Prancis.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement