Ibadah Haji tahun 2026 telah usai, beberapa jamaah sudah dipulangkan ke tanah air, namun hal penting perlu diketahui oleh jamaah haji adalah mengenai adab pulang haji.
Imam An-Nawawi dalam Al-Idhah fi Manasikil Hajj wal Umrah menjelaskantidak hanya membahas rukun dan kewajiban haji, tetapi juga mencantumkan adab-adab, baik saat keberangkatan maupun kepulangan dari ibadah haji.
اعلم أن معظم الآداب المذكورة في الباب الأول في سفره مشروعة في رجوعه من سفره ويزاد هنا آداب
Artinya: “Ketahuilah, mayoritas adab yang tersebut pada bab pertama kitab ini perihal perjalanan haji juga disyariatkan juga pada perjalanan kembali ke kampung halaman sepulang haji. Tetapi memang ada penambahan sejumlah adab di sini.”
Adab Pulang Haji
Melansir laman resmi NU Online, berikut adab ketika akan pulang dari ibadah haji
Doa dan Bacaan Sepanjang Perjalanan Pulang Haji
Dalam perjalanan pulang dari ibadah haji, jamaah dianjurkan untuk memanjatkan doa yang mengandung makna pertobatan, penghambaan, dan pujian kepada Allah SWT. Doa ini tidak hanya sebagai bentuk rasa syukur atas selesainya ibadah haji, namun juga sebagai ungkapan tawadhu dan kesadaran akan kekuasaan Allah.
Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW dan dicontohkan oleh para sahabat adalah:
"آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ، سَاجِدُوْنَ لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ"
Âyibûna, tâ’ibûn, ‘âbidûn, sâjidûn li rabbinâ hâmidûn.
Artinya: "Kami pulang, bertobat, menyembah, dan memuji Tuhan kami."
Hadis yang diriwayatkan oleh Sahabat Anas RA menyatakan bahwa Rasulullah SAW membacakan doa ini dengan istiqomah sepanjang perjalanan kembali hingga tiba di Madinah. Sementara itu, ada juga tambahan doa yang diriwayatkan dari Sahabat Ibnu Umar RA:
"لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ، وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ، سَاجِدُوْنَ لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ، صَدَقَ اللهُ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحَدَهُ"
Artinya: "Tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kekuasaan dan pujian. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kami pulang, bertobat, menyembah, dan memuji Tuhan kami. Allah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan menghancurkan pasukan musuh sendiri."
Mengutus Orang untuk Memberi Kabar kepada Keluarga
Salah satu adab penting dalam pulang haji adalah memberi kabar terlebih dahulu kepada keluarga agar kedatangan tidak mengejutkan mereka. Tradisi ini merupakan bagian dari sunnah yang juga dimaksudkan agar jamaah dan keluarga dapat mempersiapkan diri dalam menyambut kedatangan. Di zaman kini, pesan atau telekomunikasi dapat mempermudah komunikasi tersebut sehingga lebih efektif dan cepat.
Doa Keluarga saat Menyambut Jamaah Haji Pulang
Setiap orang yang menyambut kepulangan jamaah dianjurkan untuk mendoakan kebaikan bagi jamaah tersebut. Doa yang umum dilafalkan adalah:
"قَبَّلَ اللهُ حَجَّكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَأَخْلَفَ نَفَقَتَكَ"
Qabballallâhu hajjaka, wa ghafara dzanbaka, wa akhlafa nafaqataka.
Artinya: “Semoga Allah menerima ibadah hajimu, mengampuni dosamu, dan mengganti pengeluaranmu.”)
Selain itu, ada doa lain yang berasal dari hadis riwayat Imam Al-Baihaqi:
"اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْحَاجِّ وَلِمَنِ اسْتَغْفَرَ لَهُ الحَاجُّ"
Allâhummaghfir lil hâjj, wa li man istaghfara lahul hâjj.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosa jamaah haji ini dan dosa orang yang dimintakan ampun oleh jamaah haji ini.”
Doa-doa tersebut bukan hanya sekedar ucapan selamat datang, tetapi juga doa yang memiliki makna mendalam, yaitu permohonan agar ibadah yang dijalankan diterima oleh Allah, dosa-dosa diampuni, dan segala pengorbanan serta pengeluaran untuk haji dibalas dengan kebaikan yang berlipat. Ini menjadi tanda kasih sayang keluarga dan masyarakat dalam mendukung spiritual jamaah haji untuk terus menjaga kesucian jiwa setelah kembali ke kampung halaman.
Doa yang Dibaca Saat Memasuki Kampung Halaman
Ketika mendekati atau memasuki kampung halaman, jamaah haji dianjurkan membaca doa:
"باسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ إنِّي أسألُكَ خَيْرَها وَخَيْرَ أهلها وَخَيْرَ ما فِيها وأعُوذُ بِكَ مِنْ شَرّها وَشَرّ أهلها وَشَرّ مَا فِيهَا"
Bismillâh allâhumma innî as-aluka khaira hâdzihi-s-sûqi wa khaira ahliha wa khaira mâ fîhâ wa a‘ûdzubika min syarrihâ wa syarri ahliha wa syarri mâ fîhâ.
Artinya: "Dengan nama Allah, ya Allah, aku memohon kebaikan dari tempat ini, dari penduduknya, dan dari segala yang ada di dalamnya, serta aku berlindung kepada-Mu dari keburukan tempat ini, penduduknya, dan apa yang ada di dalamnya.")
Jamaah juga dianjurkan membaca doa berikut:
"اللَّهُمَّ اجْعَلْ لَنَا بِهَا قَرَارًا وَرِزْقًا حَسَنًا"
Allâhummaj‘al lanâ bihâ qarârâ wa rizqan hasanâ.
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah tempat ini sebagai rumah kami dan rezeki yang baik untuk kami."
Anjuran Pulang pada Siang Hari Jika Memungkinkan
Sesuai dengan anjuran dari Imam An-Nawawi dan Syekh Ibnu Hajar dalam kitab-kitab fiqih, jamaah haji hendaknya usahakan kembali ke rumah pada waktu siang hari ketika memungkinkan dan tidak memberatkan.
Hal ini untuk memudahkan aktifitas dan keamanan saat memasuki rumah. Namun, jika datang pada malam hari karena keadaan, diperbolehkan langsung masuk ke dalam rumah terutama bagi mereka yang memiliki pasangan atau keluarga yang menanti di rumah.
Membaca Doa Pertobatan Sebelum Memasuki Rumah
Sebelum memasuki rumah dan berjumpa keluarga, dianjurkan untuk membaca doa permohonan tobat seperti yang dilakukan Rasulullah SAW:
"تَوْبًا تَوْبًا، لِرَبِّنَا أَوْبًا، لَا يُغَادِرُ حُوْبًا"
Tauban, tauban, li rabbinâ awban, lâ yughâdiru hûban.
Artinya: "Kami sungguh memohon pertobatan, kepada Tuhan kami kami kembali, tobat yang tidak meninggalkan dosa."
Doa ini sebagai permohonan agar dosa dan kesalahan sebelum dan selama perjalanan diampuni dan tidak terbawa kembali setelah pulang.
Mampir Salat Dua Rakaat di Masjid dan Rumah
Sesampainya di kampung halaman, salah satu adab yang dianjurkan adalah mampir ke masjid atau mushalla terdekat untuk melakukan salat sunnah dua rakaat sebagai ungkapan rasa syukur atas keselamatan perjalanan dan kelancaran ibadah.
Setelah itu, bisa melanjutkan salat dua rakaat lagi di rumah. Praktik ini bertujuan untuk mengokohkan kembali ikatan ibadah dengan Allah SWT sekaligus mendukung suasana kedamaian dalam keluarga.
Pentingnya Terus Memperdalam Ilmu Agama dan Sosial
Imam An-Nawawi menekankan pentingnya jamaah haji untuk tidak berhenti pada ritual haji saja. Pengetahuan keagamaan harus terus digali secara mendalam agar ibadah dan muamalah menjadi lebih matang dan bermakna. Dakwah, kepedulian sosial, dan kemanusiaan juga menjadi bagian penting yang harus diasah sebagai implementasi nilai-nilai islami yang diperoleh selama menunaikan rukun Islam kelima ini.
Dengan menjunjung tinggi adab-adab yang diajarkan Imam An-Nawawi dalam pulang haji, jamaah tidak hanya menyempurnakan perjalanan fisik mereka dari Tanah Suci hingga tiba di kampung halaman, tetapi juga memperkuat semangat pembaruan diri secara spiritual dan sosial.
Kepulangan haji menjadi momentum bagi setiap individu untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, akhlak, dan pengetahuan agama, demi meraih hajji mabrur dan kehidupan yang lebih baik di dunia maupun akhirat.
