Advertisement

8 Makanan Tinggi Kolesterol yang Sebaiknya Dihindari demi Kesehatan

14 January 2025 21:44 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi makanan tinggi kolesterol yang sebaiknya dihindari. (Foto: Freepik/DC Studio) .

Penulis: Rizal Amril

Editor: Rizal Amril

Kolesterol sebenarnya dibutuhkan tubuh, namun jika jumlahnya berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Salah satu cara terbaik untuk mencegah kolesterol tinggi ialah dengan mengurangi makanan tinggi kolesterol berikut ini.

Makanan tinggi kolesterol sebaiknya tak sering-sering dikonsumsi karena kandungan kolesterol jahat, atau yang dikenal dengan sebutan LDL (Low-Density Lipoprotein).

LDL dapat menyebabkan penumpukan di arteri yang mengarah pada risiko penyakit jantung, stroke, dan gangguan pembuluh darah.

Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk memahami dan mengontrol asupan kolesterol dari makanan sehari-hari.

Beberapa sumber kolesterol berasal dari makanan yang seringkali dikonsumsi sehari-hari, sehingga memerlukan perhatian lebih agar risiko kesehatan dapat diminimalkan.

Alih-alih mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol jahat, sebaiknya menggantinya dengan pilihan yang lebih sehat.

Misalnya, lebih memilih metode memasak yang lebih sehat, seperti merebus atau mengukus daripada menggoreng.

Makanan tinggi kolesterol yang sebaiknya tak dikonsumsi terus-menerus

Makanan-makanan berikut ini memiliki kandungan LDL atau kolesterol jahat yang sebaiknya tak boleh kebanyakan dikonsumsi. Apa saja makanannya, berikut penjelasannya.

1. Gorengan

Makanan yang digoreng, terutama yang dimasak dengan minyak yang dipanaskan berulang kali, mengandung lemak trans yang berisiko tinggi meningkatkan kadar kolesterol jahat.

Lemak trans ditemukan dalam banyak makanan goreng dan dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri.

Oleh karenanya, konsumsi gorengan yang berlebihan dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, termasuk obesitas dan penyakit jantung.

2. Makanan cepat saji

Makanan cepat saji merupakan salah satu penyebab utama peningkatan kolesterol dalam tubuh.

Makanan ini biasanya tinggi kalori, lemak jenuh, dan gula, yang semuanya dapat mengganggu keseimbangan kolesterol dalam tubuh.

Kandungan lemak jenuh dan gula dalam makanan cepat saji dapat berkontribusi terhadap peningkatan kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL). Makanan tersebut sebaiknya dibatasi terutama bagi yang memiliki riwayat kolesterol tinggi.

3. Daging olahan

Daging olahan seperti sosis, bacon, dan daging kalengan seringkali mengandung kadar kolesterol yang tinggi.

Mengonsumsi daging olahan dalam jumlah berlebihan berisiko meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Penelitian menunjukkan bahwa seringnya mengonsumsi daging olahan terkait dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Oleh karenanya, penting untuk membatasi asupan daging olahan.

4. Kuning telur

Kuning telur diketahui kaya akan kolesterol. Dalam satu butir telur, terkandung sekitar 207 mg kolesterol.

Meski demikian, bagi sebagian orang, telur masih dapat menjadi bagian dari diet seimbang asalkan dikonsumsi dalam jumlah yang wajar.

Mereka yang memiliki kadar kolesterol tinggi disarankan untuk mengatur jumlah telur yang dikonsumsi dan jika memungkinkan, lebih memilih putih telur yang rendah kolesterol.

5. Seafood tertentu

Seafood seperti udang dan lobster memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Meskipun seafood juga merupakan sumber protein yang baik, pengonsumsian yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan kolesterol jahat di dalam tubuh.

Sebagai alternatif, lebih baik memilih ikan yang tinggi lemak baik seperti salmon dan sarden, yang dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) sambil mengurangi kolesterol jahat (LDL).

6. Jeroan

Jeroan atau organ dalam hewan, seperti hati dan otak, mengandung kolesterol yang sangat tinggi. Mengonsumsi jeroan secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kolesterol.

Pengurangan konsumsi jeroan dapat membantu dalam mencegah penyakit kardiovaskular dan menjaga kadar kolesterol tetap seimbang.

7. Susu dan produk olahan susu

Produk susu seperti susu penuh lemak, keju, dan yogurt umumnya mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat.

Untuk menjaga kesehatan, sebaiknya memilih susu rendah lemak atau produk susu yang sedikit lemak bagi yang ingin membatasi asupan kolesterol.

8. Makanan penutup yang berisiko

Makanan penutup seperti kue, es krim, dan makanan manis lainnya tinggi kalori dan lemak jenuh. Konsumsi yang berlebihan dapat merugikan kesehatan secara menyeluruh.

Asupan makanan manis yang tinggi berkaitan erat dengan peningkatan risiko obesitas dan penyakit jantung, sehingga perlu dibatasi dalam pola makan sehari-hari.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement