Advertisement

Amalan Bulan Dzulqa'dah Yang Dianjurkan Islam Untuk Memaksimalkan Ibadah Menjelang Idul Adha

30 April 2026 14:31 WIB

thumbnail-article

Amalan Bulan Dzulqa'dah Sumber: ANTARA.

Penulis: Elok Nuri

Editor: Elok Nuri

Bulan Dzulqa'dah memiliki posisi yang sangat mulia dalam kalender Islam. Termasuk dalam empat bulan haram (asyhur al-hurum), bulan ini mendapat penghormatan khusus dari Allah SWT.

Sebagaimana firman Allah swt dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 36:

 إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ

Artinya, “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram.” (At-Taubah:36)

Maksud dari bulan haram dalam ayat ini adalah kedudukan bulan Dzulqa'dah sebagai bulan haram memerintahkan umat Islam untuk menjaga diri dari perbuatan zalim, maksiat, maupun perselisihan.

Dalam tradisi Islam, larangan berbuat jahat pada bulan ini memiliki konsekuensi spiritual yang berat, namun sekaligus membuka peluang pahala yang berlipat ganda bagi amal ibadah dan kebaikan yang diperbanyak.

Nama Dzulqa'dah berasal dari kata “menahan diri” atau “diam”, yang merujuk pada tradisi bangsa Arab pra-Islam yang berhenti dari peperangan pada bulan ini. Dzulqa'dah secara harfiah berarti masa persiapan dan jeda sebelum memasuki bulan Dzulhijjah, bulan pelaksanaan ibadah haji.

Selama bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ketakwaan dan amal shalih, memfokuskan energi pada kedamaian dan persatuan umat, sebagaimana tradisi bangsa Arab kuno yang menghentikan perang demi menjaga kesucian dan ketentraman di bulan ini.

Amalan yang Dianjurkan di Bulan Dzulqa'dah

Berikut beberapa amalan yang dikerjakan pada bulan Dzulqa'dah

Umrah

Salah satu ibadah utama yang sangat dianjurkan pada bulan Dzulqa'dah adalah pelaksanaan umrah. Nabi Muhammad SAW diketahui sering melakukan umrah terutama pada bulan ini.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, disebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah melaksanakan umrah kecuali di bulan Dzulqa'dah

اعْتَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَرْبَعَ عُمَرٍ، كُلَّهُنَّ فِي ذِي القَعْدَةِ، إِلَّا الَّتِي كَانَتْ مَعَ حَجَّتِهِ، عُمْرَةً مِنَ الحُدَيْبِيَةِ فِي ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مِنَ العَامِ المُقْبِلِ فِي ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مِنَ الجِعْرَانَةِ، حَيْثُ قَسَمَ غَنَائِمَ حُنَيْنٍ فِي  ذِي القَعْدَةِ، وَعُمْرَةً مَعَ حَجَّتِهِ (رواه البخاري)  

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berumrah sebanyak empat kali, semuanya pada bulan Dzulqa’dah kecuali umrah yang dilaksanakan bersama haji beliau, yaitu satu umrah dari Hudaibiyah, satu umrah pada tahun berikutnya, satu umrah dari Ji’ranah ketika membagikan rampasan perang Hunain dan satu lagi umrah bersama haji” (HR Al-Bukhari).

Persiapan dan Rangkaian Ibadah Haji

Bulan Dzulqa'dah menjadi waktu awal persiapan resmi bagi para calon jamaah haji. Dalam bulan ini, umat Islam mulai memfokuskan diri untuk menjalankan rangkaian manasik haji, mulai dari niat, persiapan fisik dan mental, hingga menjaga kesucian dan adab selama bermuamalah.

Dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 197:  

اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌۚ  

Artinya: “(Musim) haji itu (berlangsung pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi.”

Puasa Sunnah

Puasa sunnah pada bulan Dzulqa'dah sangat dianjurkan sebagai cara untuk meningkatkan ketakwaan dan melatih pengendalian diri. Ulama seperti Abu Bakar Usman ad-Dimiyathy menyebutkan bahwa puasa pada bulan-bulan haram, termasuk Dzulqa'dah, adalah puasa yang utama setelah Ramadhan.

Rasulullah SAW juga menganjurkan puasa di bulan-bulan haram sebagai cara membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah. Puasa ini tidak hanya menjadi amalan fisik, tetapi juga meningkatkan kesadaran spiritual menjelang pelaksanaan ibadah haji dan momentum Idul Adha.

Hal ini juga berdasarkan hadits Nabi Muhammad SAW sebagai berikut.

صُمْ شَهْرَ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ بَعْدَهُ وَصُمْ أَشْهُرَ الْحُرُ

Artinya: "Puasalah pada bulan Ramadhan, tiga hari setelahnya, dan pada bulan-bulan haram." (HR Ibnu Majah)

Perbanyak Dzikir dan Salat Malam

Dzikir dan salat malam (tahajud) menjadi amalan sunah lain yang sangat dianjurkan selama bulan Dzulqa'dah untuk memperkokoh hubungan spiritual dengan Allah SWT. Dzikir pagi dan petang serta setelah salat fardhu mendatangkan ketenangan hati dan menjernihkan pikiran. Salat malam sebagai ibadah tambahan memberikan kesempatan untuk bermunajat dan memohon ampunan serta rahmat.

Larangan Berbuat Zalim dan Maksiat Selama Bulan Dzulqa'dah

Dalam periode Dzulqa'dah, umat Islam sangat dianjurkan untuk menjauhi segala bentuk kemaksiatan dan kezaliman, baik kepada diri sendiri maupun orang lain. Larangan ini memiliki dasar dalam firman Allah:


اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ەۙ فَلَا تَظْلِمُوْا فِيْهِنَّ اَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِيْنَ كَاۤفَّةً كَمَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ كَاۤفَّةًۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ مَعَ الْمُتَّقِيْنَ

Artinya: "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa".

Rasulullah SAW juga melarang perselisihan, perkataan kotor, dan perbuatan fasik selama bulan haram ini, sehingga umat Islam disarankan untuk menjaga perilaku dan menjauhkan diri dari konflik agar memperoleh keberkahan bulan suci.

Melakukan Sedekah, Berinfak, dan Berbuat Baik kepada Sesama

Amalan kebaikan seperti sedekah, infak, dan membantu sesama menjadi sangat dianjurkan di bulan Dzulqa'dah. Semangat berbagi di bulan mulia ini akan meningkatkan pahala berlipat serta mempererat tali silaturahmi dalam masyarakat.

Kegiatan sosial seperti membantu fakir miskin, memberi santunan, dan melakukan kebaikan kecil sehari-hari harus diperbanyak agar menumbuhkan rasa empati dan meningkatkan ketaqwaan. Perbuatan baik yang dilakukan di bulan ini memiliki nilai khusus dan diapresiasi oleh Allah SWT.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement