Metode pembelajaran di Indonesia semakin berkembang. Salah satu metodenya yaitu Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Lantas, apa itu ANBK? Simak penjelasannya berikut ini!
ANBK adalah penilaian yang dilakukan menggunakan komputer sebagai alat untuk menampilkan dan menjawab soal. ANBK termasuk salah satu bentuk evaluasi sistem pendidikan yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) pada tingkat pendidikan dasar dan menengah.
Dalam ANBK, siswa kelas 5, 8 dan 11 akan mengikuti ujian meliputi literasi dan numerasi, survei karakter, serta survei lingkungan belajar. Peserta ANBK tidak terbatas pada peserta didik. Kepala Satuan Pendidikan dan Guru juga mengikuti ujian instrumen survei lingkungan.
Hasil ANBK tidak akan memuat skor atau nilai secara individual, melainkan menjadi dasar dilakukannya perbaikan pembelajaran.
Meski begitu, ANBK memiliki perbedaan dengan Ujian Nasional (UN). Hasil ANBK tidak memengaruhi sekolah maupun siswa dalam hal kelulusan.
Kemdikbudristek mengatakan ANBK bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Asesmen ini dirancang menampilkan informasi akurat untuk memperbaiki kualitas belajar mengajar.
Asesmen yang dilakukan merupakan pemetaan mutu pendidikan pada seluruh satuan pendidikan mulai dari sekolah, madrasah hingga program kesetaraan jenjang sekolah dasar dan menengah.
Caranya dengan mengukur tiga hal yaitu hasil belajar kognitif, hasil belajar non-kognitif, dan kualitas lingkungan belajar pada satuan pendidikan
Tiga Instrumen ANBK
Instrumen dari ANBK terdiri atas tiga yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. Berikut penjelasan dari masing-masing instrumen:
- Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)
AKM dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar kognitif yaitu literasi dan numerasi.
Dua hal tersebut menjadi syarat bagi peserta didik untuk berkontribusi di dalam masyarakat terlepas dari bidang kerja dan karier yang ingin mereka tekuni di masa depan.
Kemampuan literasi dan numerasi ini bukan berarti mengalihkan fokus dari mata pelajaran. Kemampuan ini justru akan membantu murid untuk mempelajari bidang ilmu lain terutama untuk berpikir dan mencerna informasi dalam bentuk tertulis atau kuantitatif.
- Survei Karakter
Survei karakter dirancang untuk mengukur pencapaian peserta didik dari hasil belajar sosial-emosional berupa pilar karakter untuk mencetak Profil Pelajar Pancasila.
Profil Pancasila itu terdiri dari beriman dan bertakwa kepada Tuhan serta berakhlak mulia, berkebhinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif.
- Survei Lingkungan Belajar
Survei lingkungan belajar untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.
Demikian pembahasan singkat mengenai ANBK. Satu hal yang perlu dicatat kembali adalah ANBK bukan pengganti Ujian Nasional karena tidak mempengaruhi kelulusan peserta didik.
