Advertisement

Apa Itu Bilangan Bulat: Penjelasan, Rumus, dan Contohnya

21 December 2024 20:17 WIB

thumbnail-article

Magda Ehlers/Pexels .

Penulis: Aurora Amelia

Editor: Aurora Amelia

Pernahkah kamu mendengar istilah bilangan bulat saat belajar matematika? Sebenarnya, bilangan bulat sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari kita, lho. 

Misalnya, saat menghitung jumlah buku, menghitung hari, atau bahkan menghitung saldo di rekeningmu, semuanya melibatkan bilangan bulat. Tapi, apa sih sebenarnya bilangan bulat itu?

Pengertian Bilangan Bulat

Secara sederhana, bilangan bulat adalah bilangan yang terdiri dari bilangan negatif, nol, dan bilangan positif. Bilangan bulat ini tidak memiliki pecahan atau desimal. 

Dengan kata lain, bilangan bulat itu adalah bilangan yang utuh, baik positif, negatif, maupun nol. Contoh dari bilangan bulat adalah -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, dan seterusnya.

Secara matematis, bilangan bulat bisa dinotasikan sebagai: Z={...,−3,−2,−1,0,1,2,3,...}

Kenapa pakai huruf Z? Ini berasal dari bahasa Jerman "Zahlen," yang artinya "bilangan."

Ciri-Ciri Bilangan Bulat

  • Tidak Memiliki Pecahan atau Desimal: Bilangan bulat selalu utuh, tidak ada bagian pecahan.

  • Terdiri dari Tiga Jenis:

    • Bilangan bulat positif: seperti 1, 2, 3, 4, ...

    • Bilangan bulat negatif: seperti -1, -2, -3, -4, ...

    • Nol (0): Nol juga termasuk dalam bilangan bulat, tapi tidak negatif dan tidak positif.

  • Bersifat Simetris: Setiap bilangan positif memiliki lawan atau inversnya dalam bentuk bilangan negatif, misalnya 5 dan -5.

Rumus-Rumus Dasar Bilangan Bulat

Dalam bilangan bulat, ada beberapa operasi dasar yang bisa dilakukan, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Mari kita bahas satu per satu:

1. Penjumlahan Bilangan Bulat

Aturannya adalah:

Jika tanda bilangan sama, jumlahkan angkanya dan pertahankan tanda.

Jika tanda bilangan berbeda, kurangkan angkanya dan gunakan tanda dari angka dengan nilai absolut terbesar.

Contoh:

3+2=53 + 2 = 53+2=5 (karena keduanya positif)

−4+(−6)=−10-4 + (-6) = -10−4+(−6)=−10 (karena keduanya negatif)

7+(−3)=47 + (-3) = 47+(−3)=4 (karena 7 lebih besar dari 3, gunakan tanda positif)

2. Pengurangan Bilangan Bulat

Pengurangan bilangan bulat bisa dianggap sebagai penjumlahan dengan mengubah tanda bilangan kedua.

Contoh:

5−3=25 - 3 = 25−3=2

6−(−4)=106 - (-4) = 106−(−4)=10 (mengubah tanda menjadi positif)

−7−(−2)=−5-7 - (-2) = -5−7−(−2)=−5

3. Perkalian Bilangan Bulat

Aturannya adalah:

Positif × Positif = Positif

Negatif × Negatif = Positif

Positif × Negatif = Negatif

Contoh:

4×3=12

−5×(−2)=10

−3×6=−18

4. Pembagian Bilangan Bulat

Aturannya mirip dengan perkalian:

Positif ÷ Positif = Positif

Negatif ÷ Negatif = Positif

Positif ÷ Negatif = Negatif

Contoh:

10÷2=5

−20÷(−5)=4

15÷(−3)=−5

Contoh Soal Bilangan Bulat

Penjumlahan Bilangan Bulat

Soal: Hitung −7+12

Penyelesaian: −7+12=5 (karena 12 lebih besar, hasilnya positif).

Pengurangan Bilangan Bulat

Soal: Hitung 9−(−4).

Penyelesaian: 9−(−4)=9+4=13.

Perkalian Bilangan Bulat

Soal: Hitung −8×3.

Penyelesaian: −8×3=−24 (karena positif kali negatif, hasilnya negatif).

Kesimpulan

Bilangan bulat adalah jenis bilangan yang sangat penting dalam matematika dan kehidupan sehari-hari. Mereka mencakup bilangan positif, negatif, dan nol, tanpa ada bagian pecahan atau desimal. 

Dalam penggunaan sehari-hari, bilangan bulat sering muncul saat kita menghitung objek, mengukur suhu (positif dan negatif), dan banyak lagi.

Operasi dasar bilangan bulat, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian, memiliki aturan yang jelas. Dengan memahami konsep dasar ini, kita bisa lebih mudah menyelesaikan masalah matematika yang melibatkan bilangan bulat.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement