Advertisement

Apa itu Bintang Mahaputera Utama yang Diterima oleh Tokoh-Tokoh Terkenal di Indonesia?

26 August 2025 16:02 WIB

thumbnail-article

Pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Syamsuddin Arsyad atau akrab disapa Haji Isam, mendapat gelar tanda jasa dan tanda kehormatan dari Presiden RI Prabowo Subianto. H. Isam mendapat Bintang Mahaputera Utama langsung dari Prabowo dalam acara Upacara Penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Senin (25/8/2025). Sumber: RRI..

Penulis: Margareth Ratih. F

Editor: Margareth Ratih. F

15 Agustsu 2025 Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Mahaputera Utama pada sejumlah tokoh. Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap pengabdian luar biasa para tokoh yang berkontribusi bagi bangsa. Namun, publik menilai tidak semua penerimanya pantas mendapatkan penghargaan ini karena rekam jejaknya yang buruk. Lantas, apa yang dimaksud dengan penghargaan ini?

Bintang Mahaputera Utama merupakan salah satu tanda kehormatan yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia kepada individu atau kelompok yang dianggap telah memberikan jasa luar biasa dalam berbagai bidang. Tanda kehormatan ini langsung diajukan kepada Presiden untuk diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap pengabdian dan pengorbanan yang telah dilakukan.

Penghargaan Bintang Mahaputera Utama termasuk dalam kategori Bintang Mahaputera, yang terdiri dari lima kelas: Bintang Mahaputera Adipurna, Bintang Mahaputera Adipradana, Bintang Mahaputera Utama, Bintang Mahaputera Pratama, dan Bintang Mahaputera Nararya. Penganugerahan Bintang Mahaputera Utama diatur langsung oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009, yang memberikan penjelasan mengenai gelar dan tanda kehormatan yang berhak diterima oleh mereka yang telah berjasa bagi bangsa dan negara.

Alasan penganugerahan Bintang Mahaputera Utama adalah untuk mengakui kontribusi individu atau lembaga yang telah bekerja dengan dedikasi tinggi, membawa dampak positif, serta memberikan inspirasi kepada masyarakat lainnya. Pemberian penghargaan ini tentunya tidak lepas dari evaluasi menyeluruh terhadap rekam jejak sosial, politik, atau bidang lain dari penerima yang bersangkutan.

Syarat penerima Bintang Mahaputera Utama

Kriteria umum penerima penghargaan

Untuk mendapatkan Bintang Mahaputera Utama, terdapat kriteria umum yang harus dipenuhi oleh calon penerima. Kriteria ini mencakup status kewarganegaraan yang harus merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) atau orang yang telah berjuang di wilayah yang kini merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, calon penerima juga harus memiliki integritas moral dan keteladanan serta berkelakuan baik.

Kriteria khusus yang harus dipenuhi

Syarat khusus bagi penerima Bintang Mahaputera Utama mencakup prestasi yang dianggap luar biasa dalam bidang yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran negara. Pengabdian dan jasa yang diberikan di bidang sosial, politik, ekonomi, hukum, budaya, dan ilmu pengetahuan akan sangat berpengaruh dalam penilaian apakah calon penerima layak untuk mendapatkan penghargaan ini.

Pengabdian dan jasa yang diakui

Pengabdian yang dilakukan oleh calon penerima harus diakui secara luas baik secara nasional maupun internasional. Ini penting untuk memastikan bahwa kontribusi yang diberikan telah memberikan dampak yang signifikan dalam skala lebih besar. Dengan adanya pengakuan tersebut, diharapkan penganugerahan Bintang Mahaputera Utama dapat memotivasi individu lainnya untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.

Tokoh terkenal penerima Bintang Mahaputera Utama

Beberapa tokoh terkenal yang menerima Bintang Mahaputera Utama baru-baru ini antara lain Abdul Mu'ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah. Acara penganugerahan berlangsung di Istana Negara dan dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 25 Agustus 2025.

Abdul Mu'ti diakui atas jasanya dalam memperkuat kurikulum nasional dan meningkatkan akses pendidikan di Indonesia. Sementara itu, Haedar Nashir mendapatkan penghargaan atas usaha dan dedikasinya dalam memperluas jaringan pendidikan dan layanan sosial yang dihadirkan oleh organisasi muhammadiyah. Kedua tokoh ini telah menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam bidang pendidikan dan sosial.

Hak dan kewajiban penerima Bintang Mahaputera Utama

Penghormatan dan penghargaan yang diterima

Setiap penerima gelar dan tanda kehormatan berhak menerima penghormatan serta penghargaan dari negara. Hal ini dapat berupa kenaikan pangkat istimewa, pemberian uang baik sekaligus atau berkala, serta hak protokol pada acara resmi. Penghargaan ini bertujuan untuk mengakui kontribusi yang telah diberikan oleh masing-masing penerima.

Kewajiban untuk menjaga nama baik

Meskipun menerima penghargaan, penerima Bintang Mahaputera Utama memiliki kewajiban untuk menjaga nama baik serta jasa yang telah diberikan kepada bangsa dan negara. Selain itu, penerima juga diharapkan untuk menjaga dan memelihara simbol serta lencana tanda kehormatan yang telah diterima.

Keteladanan sebagai penerima tanda kehormatan

Sebagai penerima tanda kehormatan, setiap individu diharapkan dapat menjadi teladan bagi masyarakat. Mereka harus menunjukkan integritas dan semangat juang yang tinggi agar dapat menginspirasi orang lain untuk berkontribusi lebih bagi negara. Melalui sikap keteladanan ini, diharapkan akan semakin banyak individu yang menyadari peran pentingnya dalam kemajuan bangsa.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement