Advertisement

Mengenal Fase Bulan Baru, Fenomena Astronomi yang Terjadi di Bulan Juni 2024

05 June 2024 13:08 WIB

thumbnail-article

Fenomena bulan baru. Sumber: space.com. .

Penulis: Elok Nuri

Editor: Margareth Ratih. F

Setiap bulannya selalu ada fenomena astronomi yang menarik untuk diamati salah satunya fenomena bulan baru.

Untuk mengetahui dan menyaksikan fenomena astronomi satu ini, masyarakat perlu tahu waktu dan tanggalnya. Untuk lebih jelasnya simak artikel mengenai fenomena bulan baru ini. 

Apa itu fenomena bulan baru?

Mengutip dari laman seasky.org, new moon atau bulan baru terjadi ketika posisi bulan berada di antara Bumi dan Matahari sehingga tidak terlihat di langit malam

Di fase ini merupakan waktu terbaik dalam sebulan untuk mengamati objek-objek redup seperti galaksi dan gugus bintang karena tidak ada cahaya Bulan yang mengganggu.

Bulan baru dikenal juga sebagai bulan mati atau bulan hitam. Hal ini lantaran seluruh permukaan bulan yang disinari matahari berada di bagian belakang dan bagian yang tidak disinari terlihat dari bumi.

Mengutip Oseanografi karangan Widya Prarikeslan (2016: 91) menjelaskan bahwa fase bulan baru dapat menyebabkan terjadinya gerhana matahari, meskipun tidak selalu.

Semnatra itu untuk fase bulan baru pada bulan Juni terjadi pada Kamis 6 Juni 2024 sekitar pukul 19.39 WIB. Namun sayangnya fenomena new moon ini tidak dapat dilihat secara langsung karena membutuhkan peralatan khusus seperti teleskop untuk bisa mengamatinya.

Penanda bulan baru

Beberapa orang di belahan bumi seringkali menggunakan fenomena ini sebagai penanda masuknya bulan baru dengan dilihatnya bulan sabit tipis di ufuk barat saat matahari sudah mulai terbenam.

Di Indonesia sendiri, fenomena ini sering dikenal dengan sebutan hilal, yaitu bulan baru yang ditandai dalam fase bulan sabit tipis.

Biasanya para pengamat hilal sering melakukan pemantauan untuk menentukan awal bulan Ramadhan atau Syawal menjelang perayaan hari Raya Idulfitri.

Lebih lanjut, dalam buku Astrofotografi: Adopsi dan Implementasinya dalam Rukyatulhilal di Indonesia karangan Ahmad Junaidi (2021: 7-8) dijelaskan bahwa bulan baru merupakan batas berakhirnya revolusi bulan yang sedang berjalan. Hal ini disebabkan karena revolusi bulan mengelilingi bumi selama 29 hari lebih beberapa jam dan menit.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement