Advertisement

Apa Itu Gastritis: Penyakit yang Dikarenakan Kebiasaan Makan yang Buruk dan Stres

16 January 2025 20:58 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi mual karena gastritif. (Foto: Freepik/jcomp) .

Penulis: Rizal Amril

Editor: Rizal Amril

Gastritis adalah penyakit yang terjadi ketika dinding lambung mengalami peradangan. Pola hidup yang tak sehat dan stres disebut jadi faktor utama penyebab gastritis ini.

Penyakit gastritis menyebabkan penderitanya mengalami nyeri pada ulu hati dan lambung, rasa mual dan muntah, hingga perasaan sesak yang menganggu.

Gastritis ini merupakan bagian dari maag (dispepsia) yang lebih umum. Gastritis kerap digunakan untuk merujuk rasa nyeri ketika maag terjadi.

Sementara itu maag merupakan istilah untuk merujuk kondisi saluran cerna yang lebih umum, sehingga gastritis merupakan salah satu penyebab dari maag.

Lantas, apa sebenarnya penjelasan medis dari gastritis? Berikut penjelasannya, dikutip dari laman Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes.

Definisi dan penyebab gastritis

Gastritis merupakan kondisi peradangan pada dinding lambung, terutama pada mukosa lambung. Penyakit ini dapat terjadi akibat jumlah asam lambung yang berlebihan.

Secara sederhana, kondisi ini terjadi ketika asam lambung yang berlebih justru merusak dinding lambung.

Gastritis memberikan dampak signifikan pada kualitas hidup seseorang, yang muncul sebagai rasa tidak nyaman, mual, dan kadang disertai dengan muntah.

Pada dasarnya, gastritis adalah peradangan yang terjadi pada lapisan lambung. Ketika lapisan ini mengalami iritasi, dapat memicu berbagai gejala yang mengganggu, termasuk nyeri lambung.

Dalam kondisi yang lebih akut, gastritis dapat menyebabkan muntah yang mengandung darah, atau tinja yang berwarna hitam.

Penyebab umum gastritis

Beberapa penyebab umum gastritis meliputi infeksi bakteri, penggunaan obat anti-inflamasi non-steroid (NSAIDs), konsumsi alkohol yang berlebihan, dan pola makan yang tidak teratur.

Ketidakstabilan emosional, terutama stres, juga berperan penting dalam memicu kondisi ini.

Stres dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormonal dalam tubuh, yang berkontribusi pada meningkatnya produksi asam lambung.

Hal ini, pada gilirannya, dapat merusak lapisan mukosa lambung dan memicu peradangan.

Stres akibat tekanan pekerjaan, masalah pribadi, atau bahkan beban studi di kalangan remaja, dapat menjadi pemicu utama terjadinya gastritis.

Selain dikarenakan faktor pola hidup, gastritis juga bisa dikarenakan infeksi Helicobacter pylori, yakni terjadinya infeksi di perut akibat bakteri H. pylori.

Gejala gastritis yang perlu diketahui

Penting bagi individu untuk mengenali gejala gastritis agar dapat segera mengatasi masalah ini sebelum menjadi lebih serius.

1. Tanda-tanda gastritis akut

Gastritis akut sering kali ditandai dengan nyeri hebat di daerah epigastrium, kembung, dan mual yang berakhir dengan muntah.

Dalam beberapa kasus, gejala ini disertai dengan darah dalam muntahan atau tinja yang berwarna gelap.

2. Gejala gastritis kronis

Gastritis kronis dapat terjadi tanpa gejala yang jelas. Namun, beberapa orang mungkin merasakan nyeri di daerah ulu hati dan penurunan nafsu makan.

Biasanya, individu yang menderita gastritis kronis tidak mengalami gejala yang tajam seperti yang terlihat pada gastritis akut.

3. Gejala fisik dan emosional akibat stres

Gejala yang muncul akibat stres tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga emosional. Beberapa gejala fisik dapat berupa sakit kepala, kesulitan tidur, dan nyeri otot.

Sementara gejala emosional mungkin termasuk kecemasan, depresi, dan perubahan perilaku yang tidak biasa.

Individu dengan stres berkepanjangan berisiko lebih tinggi mengalami masalah seperti gastritis karena sistem pencernaan mereka terganggu.

Hubungan stres dengan pola makan

Stres tidak hanya berpengaruh pada kesehatan mental individu, tetapi juga berdampak pada kebiasaan makan yang sehat.

1. Dampak stres terhadap pola makan

Ketika seseorang mengalami stres, mereka cenderung beralih kepada kebiasaan makan yang buruk.

Misalnya, mereka lebih mungkin mengonsumsi makanan cepat saji, camilan tidak sehat atau bahkan melewatkan waktu makan. Kebiasaan ini dapat menyebabkan ketidakstabilan pada saluran pencernaan dan menambah risiko gastritis.

2. Kebiasaan makan buruk yang memicu gastritis

Beberapa kebiasaan makan yang patut dihindari untuk mencegah gastritis meliputi mengonsumsi makanan pedas, asam, dan berlemak.

Selain itu, sering mengabaikan waktu makan atau makan secara berlebihan juga dapat memicu laju produksi asam lambung yang tidak terkendali.

3. Jenis makanan yang dapat memperburuk kondisi

Oleh karena itu, jika Anda memiliki kondisi ini, terdapat beberapa jenis makanan sebaiknya dihindari agar gastritis tak tambah parah.

Makanan tersebut, misalnya, makanan yang mengandung kafein, seperti kopi dan minuman energi, serta makanan yang banyak mengandung asam, seperti jus jeruk dan tomat dapat memperburuk peradangan lambung.

Cara mencegah dan mengobati gastritis

Jika Anda mengalami gastritis atau ingin mencegah penyakit ini terjadi, hal yang perlu dilakukan pertama adalah memperhatikan pengelolaan stres dan pola makan.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan agar gastritis tak tambah parah dan dapat dicegah.

1. Mengelola stres sehari-hari

Agar tak jadi pemicu gastritis, mengelola stres adalah hal yang penting. Beberapa teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau aktivitas fisik lainnya sangat disarankan.

Kegiatan ini dapat membantu individu menurunkan tingkat stres, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada kesehatan lambung.

Juga, menyisihkan waktu untuk beristirahat dan bersantai dapat memberikan dorongan yang diperlukan untuk manajemen stres yang lebih baik.

2. Pola makan sehat untuk mencegah gastritis

Selain mengelola stres, Anda juga disarankan untuk mengadopsi pola makan sehat yang kaya akan serat, vitamin, dan mineral.

Mengonsumsi buah-buahan dan sayuran segar, serta makanan yang mengandung probiotik seperti yogurt, juga sangat baik untuk menjaga kesehatan lambung.

Selain itu, menjaga rutinitas dengan waktu makan yang teratur membantu menjaga keseimbangan asam lambung.

3. Perubahan gaya hidup untuk kesehatan lambung

Perubahan gaya hidup juga perlu diperhatikan, tidak hanya terbatas pada pola makan, tetapi juga mencakup manajemen waktu yang baik, tidur yang cukup, dan kegiatan fisik yang rutin.

Hal ini akan sangat membantu dalam membangun daya tahan tubuh dan meminimalkan risiko sakit akibat gastritis.

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement