Advertisement

Apa Itu Hiperhidrosis? Penyebab Utama Keringat Berlebihan dan Cara Mengatasinya

12 November 2024 22:54 WIB

thumbnail-article

Sumber: Freepik .

Penulis: Rusti Dian

Editor: Rusti Dian

Banyak warganet yang turut berkomentar untuk merespons pengalaman Tiktokers tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa masalah hiperhidrosis tidak hanya dialami oleh satu orang.

Hiperhidrosis, kondisi yang dikenal sebagai keringat berlebihan, dapat memengaruhi siapa saja, mulai dari remaja hingga orang dewasa. Hiperhidrosis juga seringkali dikaitkan dengan ketidaknyamanan yang signifikan dalam aktivitas sehari-hari.

Apa itu hiperhidrosis?

Hiperhidrosis adalah kondisi medis yang ditandai dengan produksi keringat berlebihan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh untuk mendinginkan diri.

Meskipun berkeringat adalah respons normal tubuh terhadap panas atau aktivitas fisik, penderita hiperhidrosis dapat berkeringat berlebih, termasuk dalam suhu dingin atau saat tidak bergerak.

Gejala umumnya meliputi pakaian yang basah kuyup, telapak tangan dan kaki yang sering berkeringat, serta dampak emosional seperti rasa malu atau tidak percaya diri.

Hiperhidrosis dibedakan menjadi dua jenis yaitu primer dan sekunder. Hiperhidrosis primer biasanya terjadi tanpa penyebab yang jelas dan cenderung bersifat genetik. Di sisi lain, hiperhidrosis sekunder disebabkan oleh kondisi medis lain seperti diabetes, hipertiroidisme, atau obesitas.

Meskipun prevalensi hiperhidrosis bervariasi, laporan menunjukkan bahwa kondisi ini dapat mempengaruhi sekitar 3% dari populasi manusia.

Penyebab hiperhidrosis

Umumnya penyebab hiperhidrosis adalah sebagai berikut:

  • Faktor genetik dan riwayat keluarga

Penelitian menunjukkan bahwa terdapat faktor genetik yang berperan dalam perkembangan hiperhidrosis. Jika ada anggota keluarga yang juga mengalami kondisi ini, kemungkinan besar individu tersebut juga akan terpengaruh.

  • Pengaruh kondisi medis lain

Beberapa kondisi medis dapat memicu hiperhidrosis sekunder. Misalnya, diabetes dan masalah kelenjar tiroid dapat memperburuk produksi keringat. Bisa juga karena pengaruh obat-obatan tertentu seperti antidepresan yang sering diidentifikasi sebagai pemicu.

  • Peran sistem saraf dalam produksi keringat

Hiperhidrosis sering kali berkaitan dengan aktivitas berlebih dari sistem saraf otonom, yang mengontrol kelenjar keringat. Ketika sistem saraf berfungsi secara berlebihan, proses pengeluaran keringat menjadi tidak terkontrol. Hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan bagi penderitanya.

Dampak hiperhidrosis

Berikut dampak yang dirasakan pengidap hiperhidrosis:

  • Rasa tidak nyaman dan stigma sosial

Penderita hiperhidrosis sering mengalami stigma sosial dan rasa malu. Pertemuan di tempat umum atau berkumpul dengan teman-teman dapat menjadi sangat tidak nyaman. Stigma ini dapat membuat penderita merasa terasing atau tidak diinginkan.

  • Ketidaknyamanan dalam aktivitas sehari-hari

Ketidaknyamanan yang dialami akibat fisiologis keringat berlebih dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari. Penderita mungkin terpaksa menghindari aktivitas tertentu, seperti berolahraga atau berinteraksi dengan orang lain. Hal ini tentu dapat mengurangi kualitas hidupnya.

  • Stress dan kecemasan

Dampak psikologis dari hiperhidrosis dapat lebih berbahaya. Stres dan kecemasan membuat penderita merasa terjebak dalam siklus negatif yang sulit dipecahkan. Rasa cemas tentang berkeringat dapat meningkatkan potensi berkeringat yang bisa berdampak pada emosional penderitanya.

Tips merawat diri bagi pengidap hiperhidrosis

Apabila kamu mengalami hiperhidrosis, berikut tips merawat diri agar tidak membuat penyakitmu semakin parah:

  • Mengenakan pakaian yang mudah menyerap keringat

Pertama yaitu piliih pakaian yang terbuat dari bahan yang mudah menyerap keringat seperti katun. Hindari bahan sintetis seperti polyester yang dapat meningkatkan ketidaknyamanan saat berkeringat.

  • Jaga kebersihan dan kelembapan kulit

Menjaga kebersihan tubuh dan kelembapan kulit juga sangat penting. Mandi teratur dan menggunakan lotion atau bedak anti-keringat dapat membantu mengontrol kelembapan.

  • Relaksasi untuk mengurangi stress dan panik

Kamu juga bisa mencoba teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga. Dalam kehidupan sehari-hari, teknik tersebut dapat membantu mengurangi stress sekaligus menurunkan frekuensi berkeringat.

Hiperhidrosis adalah kondisi yang nyata dan sering kali membuat penderita merasa terisolasi. Namun, dengan pemahaman yang lebih baik dan perawatan yang tepat, pengidap hiperhidrosis dapat mengambil langkah untuk mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup.

 

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement