Pernahkah kamu makan sambil bekerja atau melakukan aktivitas lain? Nyatanya, itu termasuk teknik makan yang tidak baik untuk tubuh. Sebaiknya kamu mulai mempraktikkan mindful eating agar kesehatan lebih optimal. Lantas, apa itu mindful eating?
Kapan terakhir kali kamu menikmati makanan yang masuk dalam tubuh? Makanan tersebut benar-benar dicium, dicicipi, dirasakan dengan penuh kesadaran sehingga kamu mengingat betul rasa dan emosi yang muncul ketika sedang menikmatinya.
Inilah yang disebut mindful eating. Mengutip National Library of Medicine, mindful eating dapat diartikan sebagai makan penuh kesadaran. Seseorang memperhatikan makanan yang masuk tanpa menghakimi. Ini adalah pendekatan terhadap makanan yang berfokus pada kesadaran sensual dan pengalaman ketika memakan makanan tersebut.
Ketika mempraktikkan mindful eating, kamu tidak akan berfokus pada aturan makan. Kamu tidak menghakimi makanan yang masuk, misalnya dengan mempertanyakan jumlah kalori, kadar gula, apa saja yang boleh dan tidak boleh dimakan, dan lain sebagainya.
Mindful eating melibatkan indera perasa (mulut) saja, tetapi juga bagian tubuh lainnya. Kamu perlu mengunyah makanan dengan baik. Mengunyah makanan terlalu cepat membuatmu mengonsumsi makanan lebih banyak. Sementara mengunyah terlalu lambat dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan gigi.
Baca Juga:Apa Itu “Very Demure, Very Mindful” yang Sedang Tren di TikTok? Ini Penjelasan Soal Etika Manusia
Tujuan mindful eating
Tujuan mindful eating bukan untuk menurunkan berat badan. Lebih dari itu, mindful eating membantu seseorang menikmati momen dan makanan, serta mendorong kehadirannya dalam pengalaman makan.
Mindful eating berfokus pada proses, bukan hasil. Artinya, kamu akan fokus menghargai pengalaman makan alih-alih memperdulikan batas asupan yang masuk. Sebab, orang yang makan akan memilih apa dan berapa banyak yang akan dikonsumsi. Ia tidak akan mengonsumsi makanan di luar batas kemampuannya.
Mindful eating mengajak seseorang untuk memperhatikan tanda-tanda lapar dan kenyang yang diberikan tubuh. Jadi, kamu tidak akan bertindak impulsif ketika melihat makanan, sekalipun itu makanan yang sangat diinginkan.
Sikap yang berkaitan dengan mindful eating
Berikut sikap yang berkaitan dengan mindful eating:
- Tidak menghakimi makanan dengan mengesampingkan pengalaman terhadap makanan tersebut.
- Kesabaran dalam memproses makanan.
- Menjalani pengalaman sebagai pemula yang seolah baru pertama kali merasakan makanan tersebut.
- Percaya akan rasa dan respons terhadap berbagai makanan.
- Penerimaan dengan melepaskan ekspektasi akan makanan yang ada.
Manfaat mindful eating
Manfaat menerapkan mindful eating dalam kehidupan diantaranya:
- Dapat meningkatkan suasana hati.
- Bijak memilih makanan untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan.
- Mengurangi stress.
- Merasa kenyang dengan porsi yang cukup.
- Menurunkan berat badan
- Belajar menikmati proses pembuatan makanan hingga dihidangkan.
- Mengurangi “lapar mata” agar tidak mengonsumsi makanan secara berlebihan.
- Meningkatkan kepuasan setelah makan.
- Lebih peduli akan makanan yang dikonsumsi.
Demikian penjelasan mengenai definisi, tujuan, manfaat, dan sikap yang berkaitan dengan mindful eating. Apakah kamu tertarik mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari?
