Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta telah menyelenggarakan debat perdana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024 di JIExpo Convention Centre pada Minggu (6/10/2024).
Debat perdana ini mengusung tema “Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM)” dan “Transformasi Jakarta Menjadi Kota Global”.
Terdapat tujuh orang panelis yang ditunjuk oleh KPU untuk mengajukan pertanyaan kepada ketiga kandidat calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta yakni Ridwan Kamil-Suswono, Pramono Anung-Rano Karno dan Dharma Pongrekun-Kun Wardana.
Ketujuh panelis itu adalah Gun Gun Heryanto, Beky Mardani, Siti Zuhro, Nurliah Nurdin, Ahsanul Minan, Didik Suhariyanto dan Andhyta Firselly Utami.
Tugas panelis dalam debat
Keberadaan panelis adalah hal yang umum dalam sebuah forum diskusi atau debat. Dalam debat pemilu atau pilkada, panelis punya peran dan fungsi yang sangat penting.
Berbeda dengan moderator yang bertugas memimpin jalannya debat, panelis berperan dalam merumuskan pertanyaan yang akan diajukan kepada peserta debat, dalam konteks Pilgub yakni kandidat calon gubernur dan wakil gubernur.
Tujuannya adalah untuk mengukur kemampuan dan kapabilitas kandidat dari segi logika, pemikiran kritis, hingga strategis.
Seorang panelis harus memiliki pengetahuan yang mendalam terkait topik yang dibahas dalam debat. Pemahaman ini penting agar panelis memiliki kredibilitas atas pertanyaan yang diajukannya, selain juga memberikan kepercayaan kepada audiens.
Oleh sebab itu, panelis biasanya dipilih dari kalangan pakar dan profesional yang memang ahli di bidang yang berkaitan dengan tema debat. Dengan demikian, mereka dapat mengajukan pertanyaan yang bersifat teknis dan substantif.
Panelis dalam debat publik juga memiliki keleluasaan untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat eksploratif kepada para kandidat.
Selain melontarkan pertanyaan dan argumen dalam forum, panelis juga berperan dalam menciptakan lingkungan debat yang produktif.
Pada akhirnya, para panelis dalam debat Pilkada merupakan perwakilan dari masyarakat yang diberi titipan untuk mengejar jawaban dari para kandidat terkait isu dan kebijakan yang relevan dengan kondisi terkini, atau yang sedang menjadi kontroversi di kalangan masyarakat.
