Mantan penyerang timnas Belanda, Patrick Kluivert resmi menjadi pelatih timnas Indonesia dan digadang-gadang akan menerapkan sistem Total Football. Lantas apa itu Total Football? Apakah sistem ini masih relevan hingga sekarang?
Sama seperti sistem Catenaccio atau pertahanan gerendel ala Italia, Total Football adalah filosofi permainan yang identik dengan Belanda. Dalam bahasa Belanda, istilah ini disebut totaalvoetball.
Sistem Total Football naik daun pada tahun 1970-an melalui tim legendaris Ajax yang memenangkan tiga gelar Liga Champions secara beruntun pada musim 1970/71, 1971/72, dan 1972/73.
Sistem ini juga digunakan Timnas Belanda yang tampil impresif di Piala Dunia 1974, sayang kala itu Johann Cruyf dkk. kalah dari tuan rumah Jerman Barat di Final.
Pengertian Total Football
Total Football adalah filosofi sepakbola yang muncul pada tahun 1970-an. Sosok legenda Belanda Johann Cruyf dan Rinus Michiels disebut sebagai penemu sistem Total Football.
Meski demikian, elemen dalam Total Football sudah diterapkan oleh tim legendaris sebelumnya seperti ‘Wunderteam’ Austria tahun 1930-an dan ‘Magical Magyars’ Hungaria tahun 1950-an.
Sistem ini bergantung pada penguasaan bola yang memiliki arah dan tujuan serta fleksibilitas pemain untuk menghasilkan situasi di mana sebuah tim memiliki numerical advantage ketika menyerang.
Dalam sistem Total Football terdapat sebuah prinsip bahwa setiap pemain, kecuali penjaga gawang atau kiper, tidak memiliki posisi yang pasti.
Pemain diharuskan untuk bermain cair dan fleksibel sehingga dibutuhkan teknik dan football IQ yang tinggi. Pemain juga dituntut untuk berkontribusi dalam setiap fase permainan.
Komunikasi dan visi bermain menjadi satu aspek penting karena pemain dituntut untuk memperhatikan pergerakan rekan satu tim dan ruang kosong yang ditinggalkan oleh lawan.
Oleh karena itu, dalam permainan Total Football tim dituntut untuk lebih agresif dengan bola. Tim juga dituntut untuk lebih aktif melakukan pressing sejak awal dan menerapkan garis pertahanan yang tinggi untuk menekan ruang bermain lawan.
Total Football yang dieksekusi dengan baik akan membuat tim memiliki penguasaan bola yang superior dan serangan yang lebih mematikan.
Hal ini dikarenakan fleksibilitas permainan akan menciptakan situasi di mana pemain bertahan lawan kewalahan untuk menerapkan man to man marking atau menerapkan zonal marking.
Meski demikian, taktik ini bukan tanpa kelemahan. Kesalahan teknis atau komunikasi bisa menyebabkan lawan mampu menjalankan serangan balik mematikan.
Strategi ini juga bisa diredam dengan pertahanan dalam. Final Liga Champions musim 1994/1995 antara Ajax dan Juventus menjadi contoh yang sangat baik.
Kala itu, Ajax yang lebih diunggulkan harus kalah adu penalti setelah Total Football Ajax mampu diredam dengan pertahanan kokoh Juventus yang menumpuk banyak pemain dipertahanan.
Tim yang menerapkan Total Football biasanya akan menurunkan formasi 4-3-3 atau 3-4-3. Hal ini karena formasi tersebut lebih fleksibel dan mudah menerapkan permainan umpan segitiga. Hal ini sangat baik untuk menjaga ball possession yang menjadi salah satu kunci permainan Total Football.
Total Football dan Sepakbola Modern
Meski naik daun pada tahun 1970-an, tetapi sistem Total Football nyatanya menjadi inspirasi bagi permainan sepakbola modern.
Hal ini diawali dengan kepindahan Rinus Michiels dan Johann Cruyf ke Spanyol, tepatnya ke Barcelona. Di sana sistem Total Football berhasil membawa Barcelona menjadi jawara La Liga.
Setelah gantung sepatu, Johann Cruyf menjadi pelatih Ajax Amsterdam dan membawa Ajax mencapai final Piala Winners pada tahun 1987. Johann Cruyf dan Total Football yang diterapkannya mampu mencapai puncak pada saat menukangi Barcelona.
Kala itu, Cruyf menangani Dream Team Barcelona yang diperkuat pemain legendaris seperti Romario, Michel Laudrup, Hristo Stoickhov, Ronald Koeman dan Pep Guardiola.
Nama terakhir merupakan salah satu pelatih terbaik dan berpengaruh di era sepakbola modern dan menyebut Johan Cruyf sebagai juru taktik paling berpengaruh sepanjang masa.
Sistem permainan Guardiola pun sangat mencerminkan Total Football. Tim asuhannya baik Barcelona, Bayern Munich, dan Manchester City selalu menerapkan permainan menyerang yang cair.
Mereka juga bertumpu kepada penguasaan bola, menciptakan ruang dan pressing untuk memenangkan bola sedini mungkin.
Merujuk pada fakta tersebut, Total Football tidak hanya relevan pada sepakbola modern. Lebih dari itu, sepakbola modern adalah total football.
