Terkadang, kita seringkali me-"laminating" dokumen penting seperti ijazah agar tak rusak. Akan tetapi, melaminasi ijazah sebenarnya memiliki risiko.
Umumnya, melaminasi dokumen dilakukan karena lapisan yang digunakan untuk melapisi dokumen dapat menjaga dokumen agar tak terlipat atau basah.
Lapisan yang digunakan memang biasanya menggunakan plastik yang keras sehingga dapat menjaga bentuk dokumen dengan baik.
Akan tetapi, cara ini sebenarnya tidak direkomendasikan, apa alasannya? Berikut ulasannya.
Mengapa laminating ijazah tak direkomendasikan
Laminating sering dianggap sebagai solusi untuk menjaga dokumen penting seperti ijazah agar tidak cepat rusak.
Namun, tindakan ini justru dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang. Berikut beberapa hal yang menyebabkannya:
1. Risiko rusak karena panas
Proses laminasi menggunakan panas dan tekanan tinggi. Kedua hal tersebut dapat merusak serat kertas.
Selain itu, dokumen yang telah dilaminating berisiko rusak ketika terkena sinar matahari langsung dalam waktu yang lama.
Jika terkena panas secara konstan, lapisan laminasi bisa rusak dan pada akhirnya akan merusak dokumen di dalamnya.
2. Sulit membuktikan keaslian dokumen
Ketika dokumen dilaminasi, keaslian dokumen juga menjadi sulit untuk dibuktikan.
Pihak yang memerlukan bukti keabsahan dokumen, seperti institusi pendidikan atau lembaga negara, mungkin menemui kesulitan ketika harus memeriksa keaslian dokumen yang telah dilaminasi.
Sementara itu, jika laminasi dibuka, hal tersebut dapat merusak dokumen, sehingga mengurangi nilai dari dokumen tersebut.
3. Tulisan tercetak menempel pada plastik
Laminating juga risiko bahwa tinta atau tinta cetak pada dokumen dapat menempel pada lapisan plastik selama proses pembukaan laminasi.
Hal ini dapat menyebabkan informasi penting pada dokumen menjadi hilang atau sulit dibaca, yang pada gilirannya dapat mengganggu penggunaan dokumen tersebut untuk keperluan resmi.
Cara simpan ijazah yang benar
Meskipun laminating ijazah tidak direkomendasikan, terdapat cara lain untuk menyimpan ijazah dengan aman. Berikut beberapa di antaranya:
1. Simpan dengan plastik mika/astralon
Cara pertama adalah dengan cara enkapsulasi ijazah dengan plastik mika/astralon. Metode ini serupa dengan laminating namun tidak menutup celah antar-plastik secara penuh.
Untuk melakukannya, berikut langkah-langkah yang perlu dilakukan:
-
Siapkan plastik astralon yang cukup besar untuk menampung ijazah.
-
Letakkan ijazah di tengah plastik astralon dan gunakan pemberat untuk mencegah pergeseran.
-
Rekatkan double tape di sekeliling dokumen, pastikan tidak terlalu rapat agar masih ada sirkulasi udara.
-
Tutup dengan plastik astralon kedua dan tekan perlahan agar tautan menjadi kuat.
-
Gunakan pisau cutter untuk memotong plastik berlebih agar sesuai ukuran.
2. Digitalisasi dokumen untuk cadangan
Cara lainnya, ijazah bisa digitalisasi menjadi salah satu alternatif yang sangat praktis untuk menyimpan dokumen penting.
Dengan memindai dokumen ke dalam format digital, kamu tidak hanya memiliki cadangan yang aman secara elektronik tetapi juga mempermudah akses dan berbagi dokumen.
Penggunaan file digital akan memudahkan dalam proses legalisasi dokumen nanti.
3. Menyimpan di tempat yang aman
Menyimpan dokumen fisik di tempat yang aman sangat penting. Penggunaan map kedap air atau brankas dapat melindungi dokumen dari kondisi yang dapat merusak.
Pastikan juga untuk menyimpan dokumen di dalam tempat penyimpanan agar tidak saling menempel.
