Advertisement

Apakah Siksa Kubur Berlangsung Sampai Kiamat? Ini Jawabannya dalam Islam

30 September 2024 18:52 WIB

thumbnail-article

Ilustrasi siksa kubur. (Sumber: Freepik, dibuat dengan AI) .

Penulis: Elok Nuri

Editor: Rizal Amril

Islam mempercayai, fase kehidupan manusia setelah dunia adalah alam kubur. Dalam fase tersebut, manusia akan mendapatkan dua balasan yaitu kenikmatan dan pedihnya siksa kubur. Yang kerap menjadi pertanyaan adalah apakah siksa kubur berlangsung sampai kiamat?

Sebelum membahas lebih lanjut, kita perlu membahas tentang apa itu siksa kubur yang wajib diyakini dan dibenarkan adanya oleh setiap muslim.

Penjelasan tentang siksa kubur, salah satunya, pernah disampaikan oleh Imam Abu Hanifah ra dalam kitab al-Fiqh al-Akbar, sebagai berikut:

وَضَغْطَةُ الْقَبْرِ وَعَذَابُهُ حَقٌّ كَائِنٌ لِلْكُفَّارِ وَلِبَعْضِ عُصَاةِ المـُسْلِمِيْنَ 

Artinya: Himpitan kubur dan siksa kubur adalah perkara yang benar-benar ada dan terjadi bagi orang-orang kafir dan sebagian pelaku maksiat di antara kaum muslimin.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw. juga menjelaskan tentang siksa kubur. Rasulullah saw. menjelaskannya sebagai salah satu dari dua hal yang dialami manusia di alam kubur.

 القَبْرُ رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الجَنَّةِ أَوْ حُفْرَةٌ مِنْ حُفَرِ النَّارِ (رواه الترمذي) 

Artinya: Kuburan adalah seperti salah satu taman surga atau seperti salah satu lubang di neraka. (HR at-Tirmidzi)

Dari dua acuan tersebut, maka dapat dijelaskan bahwa siksa kubur merupakan balasan akhirat atas maksiat yang dilakukan manusia selama hidup di dunia. 

Balasan ini tidak melihat apakah manusia tersebut muslim atau bukan, karena muslim yang semasa hidupnya melakukan maksiat dan tidak bertobat juga akan mendapatkan siksa kubur.

Dalam hadis lain, Rasulullah saw. memperingatkan kepada seluruh umatnya agar mempercayai betul adanya siksa kubur setelah kematian.

Hal tersebut diisyaratkan Rasulullah dalam hadis yang diriwayatkan ‘Aisyah ra. berikut:

Dari ‘Aisyah ra., ia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah saw. tentang siksa kubur, maka Nabi menjawab:

 نَعَمْ، عَذَابُ الْقَبْرِ حَقٌّ (رواه النسائي) 

Artinya: Iya, siksa kubur benar-benar terjadi. (HR an-Nasa’i)

Dari hadis di atas, dapat diambil hikmah bahwa Rasulullah saw. sangat menekankan kebenaran siksa kubur, bahwa hal tersebut nyata adanya dan karenanya umat Islam harus percaya.

Apakah siksa kubur berlangsung sampai kiamat?

Dalam kepercayaan Islam, orang yang meninggal dunia tidak secara langsung dibangkitkan di alam surga dan neraka, melainkan dibangkitkan dalam suatu alam yang lain, sebuah alam antara dunia dan akhirat yang paripurna.

Alam antara tersebut dikenal sebagai alam kubur atau disebut sebagai alam barzakh. Pada alam inilah ruh manusia akan bersemayam menunggu dibangkitkan pada hari kiamat dan selanjutnya akan ditentukan apakah orang tersebut masuk surga atau neraka.

Sebagaimana dijelaskan hadis Rasulullah saw. di atas, pada alam kubur inilah manusia akan menunggu hari kiamat dengan keadaan yang sesuai dengan amalannya di dunia. 

Orang dengan amalan yang baik akan mengalami alam barzakh yang serupa surga dan sebaliknya, orang dengan banyak maksiat akan mengalami alam barzakh serupa neraka.

Sementara itu, tentang sampai kapan siksa di alam kubur terjadi, terdapat dua pendapat yang dirujuk para ulama untuk menjelaskannya. 

Pendapat pertama menjelaskan siksa kubur berlangsung sampai malaikat Israfil meniup sangkakala yang kedua untuk membangkitkan semua manusia setelah kiamat.

Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an surah Yasin ayat 51-52 berikut:

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ (51) قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ (52)

Artinya: “Dan ditiuplah sangkakala (yang kedua), maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. Mereka berkata, ‘Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur)?’ Inilah yang dijanjikan (Tuhan) yang Maha Pemurah dan benarlah rasul-rasul(Nya).” (QS. Yasin [36]: 51-52).

Sementara itu, pendapat kedua menjelaskan jika siksa kubur dapat berhenti sebelum kiamat jika orang yang disiksa hanya memiliki dosa yang tergolong ringan. 

Jika dosa yang dilakukan tergolong ringan maka ia akan dijatuhi siksa sesuai dosanya, dan akan berhenti setelah dosanya telah dibalas dengan setimpal.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan, hal tersebut mungkin terjadi karena adanya anjuran bagi manusia yang masih hidup agar memintakan syafaat bagi manusia yang tengah disiksa di alam kubur agar mereka dibebaskan dari siksaan.

Meskipun anjuran tersebut kerap diidentikan sebagai tradisi, namun amalan tersebut didasarkan pada hadis riwayat Abu Dawud ath-Thayalisi berikut ini.

Ash-Shaltu ibn Dinar meriwayatkan dari Al-Hasan, dari Jabir bin Abdullah, yang menuturkan bahwa Rasulullah saw. bersabda:

إِنَّ أَعْمَالَكُمْ تُعْرَضُ عَلَى عَشَائِرِكُمْ وَأَقْرِبَائِكُمْ فِي قُبُورِهِمْ، فَإِنْ كَانَ خَيْرًا اسْتَبْشَرُوا بِهِ، وَإِنْ كَانَ غَيْرَ ذَلِكَ قَالُوا: اللَّهُمَّ أَلْهِمْهُمْ أَنْ يَعْمَلُوا بِطَاعَتِكَ 

Artinya, “Sungguh, amal-amal kalian ditunjukkan kepada keluarga dan kerabat kalian di dalam alam kubur mereka. Jika amal kalian baik, mereka gembira. Namun, jika amal kalian tidak baik, mereka berdoa, ‘Ya Allah, berilah mereka ilham untuk berbuat ketaatan kepada-Mu.’” (HR. Abu Dawud ath-Thayalisi)

Apa Komentarmu?

Tulis komentar

ARTIKEL TERKAIT

VIDEO TERKAIT

KOMENTAR

Latest Comment

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama mengirimkan komentar untuk bertukar gagasan dengan pengguna lainnya

TERPOPULER

Advertisement
Advertisement