Perubahan Aturan MotoGP 2027, dari Mesin, Aerodinamika, hingga Teknologi

21 Mei 2024 21:05 WIB

Narasi TV

Pembalap MotoGP Francesco Bagnaia dari Tim Ducati Lenovo dan Jorge Martin dari Prima Pramac Racing beraksi selama balapan sprint Valencia Grand Prix di Sirkuit Recardo Tormo pada 25 November 2023. (Sumber: REUTERS/Pablo Morano)

Penulis: Moh. Afaf El Kurniawan

Editor: Rizal Amril

Kejuaraan balap motor MotoGP akan berubah secara signifikan pada 2027 mendatang. Hal ini buntut dari regulasi baru yang dikeluarkan oleh Federasi Balap Motor Internasional (FIM) dan Grand Prix Commission (GPC).

Regulasi baru MotoGP yang akan diterapkan mulai 2027 tersebut mengharuskan semua pabrikan untuk merombak besar-besaran motor balap mereka.

Salah satu aturan terbaru, dan jadi yang paling menarik, adalah pengurangan kapasitas mesin dari 1.000 cc menjadi 850 cc.

Selain itu, penerapan teknologi ride-height dan holeshot device yang sempat menuai kontroversi akan sepenuhnya dilarang dalam regulasi terbaru MotoGP.

Penyelenggara MotoGP menyatakan jika perubahan regulasi ini dibuat untuk meningkatkan level kompetitif dan tingkat ramah lingkungan ajang balap motor tercepat di dunia ini.

“Regulasi yang baru akan membuat olahraga ini lebih aman, lebih berkelanjutan, dan bahkan lebih spektakuler,” tulis MotoGP melalui laman web mereka.

Lantas, apa saja aturan baru MotoGP yang akan diterapkan mulai 2027 tersebut, apa saja yang akan berubah?

Aturan baru MotoGP 2027

Dilansir dari laman web MotoGP, terdapat lima aturan baru yang harus dipenuhi oleh pabrikan peserta ajang balap motor tersebut untuk mengurangi musim 2027 mendatang.

Berikut lima aturan baru MotoGP yang akan diterapkan mulai musim 2027.

1. Spesifikasi mesin baru

Para pembalap MotoGP nantinya akan menggunakan motor berkapasitas mesin 850 cc. Kapasitas mesin pada aturan baru ini turun cukup signifikan dari yang kini digunakan, yakni 1.000 cc.

Selain kapasitas mesin yang diturunkan, ukuran maksimal bore mesin juga diturunkan dari 81 mm menjadi 75 mm. 

Pihak MotoGP menyebut jika penurunan kapasitas mesin berguna untuk membuat balapan menjadi lebih aman serta meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi karbon.

Selain itu, jumlah mesin yang diizinkan untuk digunakan setiap pembalap dalam satu musim juga dikurangi, dari tujuh unit menjadi enam unit. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional tim.

2. Bahan bakar berkelanjutan

MotoGP juga mengubah aturan mengenai penggunaan bahan bakar. Jika saat ini regulasi mengharuskan pabrikan untuk menggunakan minimal 40 persen bahan bakar berkelanjutan, pada 2027 aturan tersebut akan berubah.

Nantinya, setiap motor yang berlaga dalam balapan MotoGP diharuskan untuk menggunakan bahan bakar berkelanjutan sepenuhnya, alias 100 persen.

Kapasitas tangki bahan bakar juga akan dikurangi dari 22 liter menjadi 20 liter, sementara jatah bahan bakar maksimal untuk sprint race akan dibatasi hanya 11 liter. Langkah ini adalah bagian dari upaya untuk membuat MotoGP lebih ramah lingkungan.

3. Perubahan desain aerodinamika

Perubahan besar juga terjadi pada desain aerodinamika. Dalam regulasi teranyar, dimensi fairing depan akan dipersempit sebesar 50 mm, dan ujung depan fairing akan dimundurkan sejauh 50 mm. 

Tujuan dari pengurangan tersebut adalah untuk mengurangi aliran udara kotor yang sering membahayakan pembalap di belakang.

Selain itu, bagian belakang motor akan dihomologasi mulai 2027, dengan setiap tim hanya diizinkan melakukan satu kali upgrade untuk menghemat biaya.

4. Pelarangan ride height dan holeshot device

Penggunaan teknologi ride height dan holeshot device, yang sempat menuai kontroversi di antara para pembalap, juga akan dilarang sepenuhnya.

MotoGP menjelaskan jika pelarangan teknologi tersebut diputuskan untuk membuat balapan lebih aman, terutama ketika memacu motor di garis start.

Teknologi ride height dan holeshot device merupakan teknologi untuk memaksimalkan dan menstabilkan performa motor dengan sistem yang lebih terautomasi. Namun, penggunaan teknologi tak sepenuhnya disukai para pembalap.

Beberapa pembalap seperti Marc Marquez mengeluhkan penerapan teknologi ini karena merasa menumpulkan kemampuan individu para pembalap.

5. Transparansi data GPS

Mulai musim 2027, data GPS dari setiap pembalap dan motornya akan dibagikan ke semua tim setelah sesi berakhir. Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk meningkatkan transparansi dan membuat kompetisi lebih terbuka.

Dengan akses data ini, tim yang kurang kompetitif dapat menganalisis data dari tim yang lebih unggul dan memperbaiki performa mereka, sehingga balapan menjadi lebih menarik dan kompetitif.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR