Lagi-lagi data milik rakyat Indonesia dibobol hacker Bjorka. Kejadian yang berulang ini membuat masyarakat Indonesia begitu akrab dengan nama Bjorka.
Kiprah hacker satu ini sudah cukup terkenal di lingkungan cyber security di Indonesia. Bertahun-tahun Indonesia sudah menghadapi pencurian data penting dari hacker tersebut, tetapi kejadian yang sama terus berulang.
Data yang diretas
Setelah beberapa kali meretas data-data pribadi dari berbagai institusi di Indonesia, kali ini Bjorka membobol data 6 juta orang, termasuk para menteri dan presiden. Data yang diretas adalah data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
Dilansir dari Kompas.com, dari 6 juta data yang diretas terdapat beberapa nama menteri, antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, hingga Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi.
Tak sampai di situ saja, menurut informasi data Presiden Jokowi dan keluarga pun tak luput dari peretasan Bjorka ini.
Dalam akun X milik pengamat siber Teguh Aprianto dijelaskan bahwa 6 juta data NPWP DJP ini akan dijual dengan harga Rp150 juta.
Sepak terjang Bjorka
Ini bukan kali pertama Bjorka menembus portal keamanan data di negara ini. Bjorka sudah berkali-kali meretas data rakyat Indonesia dari berbagai institusi.
Dilansir dari Kompas.com, belum lama ini, pada 7 Juli 2023, Bjorka pernah membocorkan data paspor dari 34,9 juta warga Indonesia.
Tak hanya sampai situ, pada tahun yang sama (12/3), dia juga mengaku mengambil data peserta BPJS Ketenagakerjaan.
Pada tahun sebelumnya, 2022, dia juga meretas 26 juta riwayat pencarian pelanggan operator internet Indihome (20/8) dan juga menjual data registrasi kartu seluler dari berbagai operator di Indonesia (31/8).
Masih di tahun yang sama (6/9) Bjorka pernah meretas data dari 105 juta calon pemilih di Indonesia yang dikelola Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Data surat-menyurat Presiden Jokowi pernah juga diakui telah diretas oleh hacker satu ini. Data tersebut diambil dari Badan Intelijen Negara (BIN).
Dari sini dapat dikatakan apakah Bjorka yang memang sangat cerdas atau sistem keamanan negara ini yang masih sangat kurang?
