Buntut Peristiwa Ledakan Petasan di Kaliangkrik: Polresta Magelang Tangkap Tiga Tersangka Baru

28 Maret 2023 17:03 WIB

Narasi TV

Polisi memeriksa lokasi ledakan bahan petasan di Dusun Junjungan, Giriwarno, Kaliangkrik, Magelang, Jawa Tengah, Senin (27/3/2023). Ledakan bahan petasan yang terjadi pada Minggu (26/3) pukul 20.00 WIB tersebut mengakibatkan seorang meninggal dunia tiga orang luka-luka dan belasan rumah rusak. ANTARA FOTO/Anis Efizudin/nym.

Penulis: Rusti Dian

Editor: Rizal Amril

Pasca peristiwa ledakan petasan yang terjadi di Desa Giriwarno, Kecamatan Kaliangkrik, Magelang, Jawa Tengah, Polresta Magelang menangkap tiga tersangka pada Senin, (27/03/2023).

Ketiga tersangka tersebut diduga merupakan penyalur bahan petasan yang dirakit oleh Mufid (33), korban jiwa ledakan petasan di Kaliangkrik.

Ketiga tersangka penyalahgunaan bahan peledak tersebut adalah NW (44), DS (27), dan HBH (33).

Dalam keterangan Polresta Magelang melalui akun Instagram @polrestamagelang, NW merupakan penyuplai bahan baku petasan yang digunakan oleh Mufid. 

Penelusuran polisi menemukan bahwa Mufid membeli bahan petasan berupa potasium, belerang, dan aluminium powder (brom) sebanyak 7,5 kg kepada NW pada 12 Februari 2023 lalu.

Polresta Magelang kemudian turut menangkap DS dan HBH yang juga merupakan pelanggan bahan baku petasan milik NW. Keduanya merupakan membeli 10 kg obat bubuk mercon dan 10 kg sumbu dari NW.

Sebelumnya, sebuah ledakan yang disebabkan karena petasan terjadi di Desa Giriwarno, Kecamatan Kaliangkrik, Magelang, Jawa Tengah. Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 26 Maret 2023 pukul 20.10 WIB.

Akibat ledakan tersebut, satu korban bernama Mufid (33) tewas seketika. Korban lainnya yaitu satu orang luka ringan dan dua orang sesak. Korban luka sempat dibawa ke RSUD Magelang di antaranya Nurhayah (41), Naela Janur (17), dan Nailatul (18).

Selain luka-luka, ledakan bahan baku petasan di Kaliangkrik tersebut juga mengakibatkan sedikitnya 11 bangunan rumah mengalami kerusakan.

Kronologi kejadian ledakan petasan Kaliangkrik

Melansir laman Humas Polda Jateng, ledakan petasan di Kaliangkrik terjadi pada Minggu malam sekitar pukul 20.10 WIB. Kala itu, sebagian besar warga tengah melakukan salat tarawih.

Ledakan tersebut terjadi di rumah Mufid yang beralamat di Dusun Junjungan, desa Giriwarno, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.

Mufid sehari-hari berprofesi sebagai tukang batu dan buruh bangunan.

Menurut kesaksian istri Mufid, awalnya korban sempat naik ke lantai 2 rumahnya sebelum terjadi ledakan. Hal ini selaras dengan temuan polisi saat olah TKP yaitu kantong plastik diduga berisi bahan mercon.

“Beberapa saksi menyampaikan bahwa yang bersangkutan pesan bahan petasan itu hampir 7,5 kilogram yang jadi sumber ledakan,”tutur Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi di tempat kejadian.

Selanjutnya, polisi menyita barang bukti berupa 10 kilogram bahan petasan. Selain itu, polisi juga menetapkan satu orang tersangka berinisial I.

Jasad korban tewas tidak utuh

Naasnya, korban tewas dalam kondisi mengenaskan lantaran jasadnya yang tidak utuh. Hal tersebut disampaikan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jateng.

Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes dr. Summy Hastry Purwanti mengatakan bahwa kedua kaki dan kepala korban tewas terputus, sedangkan satu bagian badan mulai dari leher sampai perut dan lutut masih utuh.

Selanjutnya, pihak kepolisian menemukan kepala korban dalam kondisi hancur sehingga perlu direkonstruksi agar mudah dikenali. 

Sayangnya, bagian kaki korban belum ditemukan lantaran posisi ledakan yang sangat dekat dengan kaki korban.

Jenazah korban kemudian dimakamkan di Makam Dusun Junjungan, Desa Giriwarno, Kaliangkrik, Magelang pada hari Senin, 27 Maret 2023 pukul 14.12 WIB.

“Memang kondisi jenazah tidak utuh sudah dipeti. Tetap, kita semayamkan di Masjid disalatkan dan dimakamkan seperti biasanya,”tutur Kadus Junjungan, Himawan usai pemakaman, dilansir dari detikJateng.

Ganjar keluarkan larangan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta masyarakat untuk tidak menyalakan mercon selama bulan Ramadan. Hal ini menjadi buntut dari ledakan mercon di Kaliangkrik yang membuat korban tewas dan belasan rumah rusak.

“Kalau bukan industri yang resmi itu kan berbahaya. Jangan pakai itu mercon-merconan dulu,” kata Ganjar pada Selasa, 28 Maret 2023.

Pasca kejadian ledakan mercon tersebut, Ganjar Pranowo terus lakukan komunikasi dengan Bupati Magelang dan pihak kepolisian.

Ia meminta agar Bupati Magelang terus mengecek kondisi korban luka dan polisi terus memproses kasus tersebut dengan serius.

NARASI ACADEMY

TERPOPULER

KOMENTAR