Cara bersihkan kotoran tikus menajdi informasi yang cukup penting untuk diketahui semua orang, mengingat belakang ini banyak kasus Hartavirus yang meresahkan masyarakat.
Diektahui penyakit ini menular kemanusia bukan melalui gigitan, namun apat terjadi melalui udara saat partikel urine, air liur, dan kotoran tikus yang mengering menjadi aerosol.
Manusia yang menghirup partikel ini berisiko mengalami Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yang gejalanya meliputi demam, nyeri otot, dan gangguan pernapasan serius. Selain itu, kontak langsung dengan kotoran atau daerah yang terkontaminasi tikus dapat menyebabkan leptospirosis dan salmonellosis.
Sebagai informasi kotoran tikus dapat ditemukan dalam dua kondisi utama: segar dan kering. Kotoran segar biasanya berwarna gelap, hitam mengkilap, bertekstur lembek, dan berbentuk menyerupai butiran beras dengan ujung runcing.
Sebaliknya, kotoran kering warnanya cenderung pudar, abu-abu atau hitam kusam, dengan tekstur keras dan rapuh yang dapat pecah menjadi debu saat disentuh. Kotoran kering sering ditemukan di area tersembunyi seperti sudut rumah, bagian dalam lemari, dan area bawah perabotan.
Cara Bersihkan Kotoran Tikus
Mengutip dari berbagai sumber, berikut langkah dan cara tepat untuk membersihkan kotoran tikus di rumah
Ventilasi Area Selama 30 Menit Sebelum Pembersihan
Sebelum mulai membersihkan kotoran tikus, penting untuk membuka semua jendela dan pintu di area tersebut agar terjadi sirkulasi udara maksimal. Ventilasi yang baik selama minimal 30 menit membantu mengurangi konsentrasi virus dan bakteri di udara sehingga risiko paparan menjadi lebih rendah saat proses pembersihan dilakukan.
Pemakaian Alat Pelindung Diri: Sarung Tangan dan Masker
Membersihkan kotoran tikus selalu harus dibarengi penggunaan alat pelindung diri (APD). Sarung tangan karet atau lateks wajib dipakai untuk menghindari kontak langsung. Masker respirator N95 sangat dianjurkan untuk melindungi sistem pernapasan dari partikel kontaminan yang terangkat saat pembersihan. Penggunaan pakaian pelindung dengan lengan panjang juga dapat mengurangi risiko kontaminasi pada kulit.
Hindari Kontak Langsung dan Penggunaan Sapu atau Vakum
Jangan pernah membersihkan kotoran tikus dengan tangan kosong, sapu, atau vacuum cleaner. Menyapu atau menyedot kotoran dapat mengangkat partikel berbahaya ke udara, mempermudah penyebaran virus maupun bakteri. Karena itu, selalu gunakan metode basah dengan disinfektan agar partikel kotoran tidak terbang bebas saat dibersihkan.
Semprotan Disinfektan Selama 5-10 Menit
Langkah pertama adalah menyemprotkan cairan disinfektan, seperti larutan pemutih klorin 10% (campuran 1 bagian pemutih dengan 10 bagian air), ke seluruh area yang terdapat kotoran tikus hingga basah kuyup. Biarkan cairan meresap selama 5 hingga 10 menit agar virus dan bakteri mati secara efektif sebelum dilanjutkan dengan pembersihan fisik.
Angkat Kotoran Menggunakan Tisu atau Kain Sekali Pakai
Setelah area terdisinfeksi, gunakan tisu dapur atau kain lap sekali pakai untuk mengangkat kotoran dengan hati-hati tanpa menggangu agar debu yang terkontaminasi tidak terhembus ke udara. Jangan menyentuh kotoran langsung meskipun sudah disemprot disinfektan. Buang tisu atau kain bekas ke dalam kantong plastik yang dapat tertutup rapat.
Bersihkan dan Desinfeksi Permukaan Setelahnya
Setelah kotoran berhasil diangkat, bersihkan permukaan yang pernah terkena kotoran menggunakan cairan disinfektan kembali. Pel atau lap area tersebut dengan larutan disinfektan atau sabun dan air hangat hingga bersih. Untuk kain atau perabot yang terkena kotoran, cuci dengan deterjen dan rendam dalam air panas agar virus dan bakteri benar-benar hilang.
Pengemasan ke Tempat Sampah Luar
Agar kotoran tikus tidak menyebarkan patogen di dalam rumah, kantong plastik berisi kotoran dan tisu bekas harus diikat dengan rapat dan dimasukkan ke dalam kantong plastik kedua sebagai pengaman ganda (double bagging). Setelahnya, buang kantong tersebut ke tempat sampah luar rumah yang tertutup dan rutin dikosongkan untuk mencegah tikus kembali mencari makanan.
Menutup Celah Masuk Tikus di Rumah dan Pagar
Pencegahan utama adalah memastikan tikus tidak dapat masuk ke dalam rumah. Periksa dan tutup semua lubang atau celah di sekitar rumah, fondasi, saluran air, dan pagar dengan kawat kasa, semen, atau bahan kuat lainnya. Pasang penghalang di sela pagar dan saluran air agar tikus tidak memiliki akses masuk ke halaman dan rumah.
Menjaga Kebersihan dan Menutup Tempat Sampah Malam Hari
Selalu jaga kebersihan dengan cara menyimpan makanan dalam wadah kedap udara dan membuang sampah secara rutin. Tutup rapat tempat sampah terutama pada malam hari, karena tikus aktif mencari makanan saat gelap. Jika memungkinkan, bersihkan tempat sampah secara berkala agar tidak menjadi sumber daya tarik tikus masuk ke dalam rumah.
